REVITALISASI MUSEUM MANUSIA PURBA GILIMANUK

Ida Ayu Gede Megasuari Indria

Abstract


Revitalization of the Ancient Man Museum of Gilimanuk is very important to do as a first step to establish better communication between the museum and the community it serves. This study aims to describe the revitalization performed at the Ancient Man Museum of Gilimanuk and its relation to the strengthening of national identity. Data collection was conducted through observation, interview, and literature study. Data analysis in this research was conducted using qualitative analysis through descriptive technique and philosophical approach. The result shows that the revitalization performed at the Ancient Man Museum of Gilimanuk includes updating the interior of the main exhibit hall and also a site museum arrangement in accordance with the concept of the new museum. The revitalization at the Ancient Man Museum of Gilimanuk can increase the public awareness of their cultural identity.

 

Revitalisasi sangat penting dilakukan sebagai langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih baik antara Museum Manusia Purba Gilimanuk dan masyarakat yang dilayani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan revitalisasi yang dilakukan di Museum Manusia Purba Gilimanuk dan kaitannya dengan penguatan identitas bangsa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan teknik deskriptif dan pendekatan filosofis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi yang dilakukan di Museum Manusia Purba Gilimanuk meliputi pembaharuan interior ruang pameran utama dan juga penataan ruang site-museum sesuai dengan konsep new museum. Adanya revitalisasi di Museum Manusia Purba Gilimanuk dapat berpengaruh pada meningkatnya kesadaran masyarakat akan identitas budayanya.


Keywords


Museum; Revitalisasi; Identitas Budaya.

Full Text:

PDF

References


Ambrose, Timothy dan Crispin Paine. 1993. Museum Basics. New York: Routledge.

Blake, Janet. 2009. “UNESCO’s 2003 Convention on Intangible Cultural Heritage, The Implications of Community Involvement in ‘Safeguarding’.” Dalam Intangible Heritage, disunting oleh Laurajane Smith dan Natsuko Akagawa, 45-73. London: Routledge.

Davis, Peter. 2007. “Place Exploration: Museum, Identity, Community.” Dalam Museum and Their Communities, disunting oleh Sheil Watson, 53-75. New York: Routledge.

Dean, David. 1996. Museum Exhibition Theory and Practice. London: Routledge.

Direktorat PCBM (Pelestarian Cagar Budaya dan Museum). 2012. Pengelolaan Koleksi Museum. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktorat PCBM (Pelestarian Cagar Budaya dan Museum). 2015. “Konsep Revitalisasi Museum.” Artikel dalam website Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum. Dipublikasikan 25 Agustus 2015. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ ditpcbm/2015/08/25/konsep-revitalisasimuseum/.

Edson, Gary dan David Dean. 1996. The Handbook for Museums. New York: Routledge.

Fraser, Jem. 2007. “Museums-Drama, Ritual and Power.” Dalam Museum Revolution, disunting oleh Simon J. Knell, Suzanne MacLeod, dan Sheila Watson, 291-302. New York: Routledge.

Gurian, Elaine Heuman. 2002. “Choosing Among the Option: An Opinion About Museum Definition.” Curator: The Museum Journal 45 (2): 75-88.

Harrison, Julia D. 2005. “Idea of Museum in the 1990s.” Dalam Heritage, Museums, and Galleries, disunting oleh Gerard Corsane, 38-53. New York: Routledge.

Hauenschild, Andrea. 1988. “Claims and Reality of New Museology: Case Studies in Canada, The United States, and Mexico.” Disertasi, Hamburg University.

Hooper-Greenhill, Eilean. 1996. Museums and Their Visitors. London: Routledge.

Juliawati, Ni Putu Eka. 2016. “Ekskavasi Situs Gilimanuk Tahap XVIII Desa Gilimanuk Kecamatan Melaya Jembrana.” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Magetsari, Noerhadi. 2009. “Pemaknaan Museum Untuk Masa Kini.” Makalah disampaikan dalam Diskusi dan Komunikasi Museum, Jambi.

Mubarok, Hafidz Al. 2011. “Revitalisasi Museum Radya Pustaka Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Kontekstual.” Tesis, Universitas Sebelas Maret.

Moolman, Hermanus Johannes. 1996. “Site Museum: Their Origins, Definition, Categorization.” Museum Management and Curatorship 15 (4): 387-400.

Perdana, Andini. 2010. “Museum La Galigo Sebagai Media Komunikasi Identitas Budaya Sulawesi Selatan.” Tesis, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. 1984. Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta: Balai Pustaka.

Rouette, Georgia. 2007. Exhibitions: Practical Guide for Small Museum and Galleries. Australia: Museums Australia.

Seoejono. RP. 2008. Sistem-Sistem Penguburan Pada Akhir Masa Prasejarah di Bali. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Sutaba, I Made. 2016. Mengungkap Manusia Purba Gilimanuk untuk Penguatan Karakter Bangsa. Denpasar: Balai Arkeologi Denpasar.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i3.92

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.