MAKNA SAPATHA PADA PRASASTI SUKAWANA

I Wayan Sumerata

Abstract


Weak social control in the past caused the king issued sapatha which listed in an inscription. This research aims to reveal the meaning of sapatha and the elements which influence it. Therefore, understanding of sapatha will be known overall and understood by people especially those who inherited it. Data were collected through observation, direct reading, and literature study related to inscription researches in Kintamani area. The data were analyzed based on inscription analysis technic with some steps namely source identification through transliteration and translation. Data interpretation was done by generally describing groups of inscription which contain sapatha and presented descriptive-qualitatively. Groups of Sukawana Inscription which contain sapatha are inscriptions of Sukawana AII which was issued by King Anak Wungsu dated from 976 Saka or 1054 A.D and Sukawana D which was issued by King Patih Kebo Parud. Sapatha is a social control which contains several meanings namely power, religion, and law. Those meanings show the greatness of the power domination in any interest.

 

Kontrol sosial yang sangat lemah pada masa lalu menyebabkan raja mengeluarkan sapatha yang dicantumkan dalam sebuah prasasti. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna yang terkandung dalam sapatha dan unsur-unsur yang mempengaruhinya. Dengan demikian pemahaman terhadap sapatha akan diketahui secara menyeluruh dan dapat memberikan pengertian terhadap masyarakat, khususnya masyarakat yang mewarisinya. Tahap pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan pembacaan langsung, serta studi kepustakaan terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan penelitian prasasti di wilayah Kintamani. Tahap analisis data dilakukan berdasarkan teknik analisis prasasti dengan tahapan seperti identifikasi sumber melalui alih aksara dan alih bahasa. Tahap penafsiran data dilakukan dengan memaparkan isi secara umum kelompok Prasasti yang memuat tentang sapatha, dan disajikan secara deskriptifkualitatif. Kelompok Prasasti Sukawana yang memuat tentang sapatha adalah prasasti Sukawana AII yang dikeluarkan oleh raja Anak Wungsu berangka tahun 976 Saka atau 1054 dan prasasti Sukawana D yang dikeluarkan oleh Raja Patih Kebo Parud. Sapatha merupakan sebuah kontrol sosial yang mengandung beberapa makna seperti makna kekuasaan, religi, dan hukum. Semua makna tersebut menunjukkan besarnya dominasi kekuasaan dalam bebagai kepentingan.


Keywords


Sapatha; Makna; Kontrol Sosial

Full Text:

PDF

References


Ardika, I Wayan, I Gde Parimartha, A.A Bagus Wirawan. 2013. Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Udayana Press.

Astawa, A.A. Gede Oka. 1996. “Stratifikasi Kekuasaan Pada Masa Pemerintahan Raja Marakata di Bali Abad Ke-11 Masehi.” Forum Arkeologi, no. 1: 28-35.

Astra, I Gde Semadi. 1997. “Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno Abad XII-XIII: Sebuah Kajian Epigrafis.” Disertasi, Program Studi Arkeologi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Atmodjo, Sukarto K. 1977. “Penelitian Epigrafi Bali Tahap I.” Berita Penelitian Arkeologi (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional).

Bakker, J.W.M. 1972. Ilmu Prasasti Indonesia. Yogyakarta: Jurusan Sejarah Budaya IKIP Sanata Dharma Yogyakarta.

Barker, Chris. 2003. Kamus Kajian Budaya. Edisi Terjemahan, disunting oleh Natan Arya 2014. Yogyakarta: PT. Kanisius.

Boechari. 1977. “Epigrafi dan Sejarah Indonesia.” Majalah Arkeologi 1 (2): 1-40.

Budiardjo, Miriam.1991. Aneka Pemikiran Tentang Kuasa dan Wibawa. Jakarta: PT. Dian Rakyat.

Darmosoetopo, Riboet. 1995. “Dampak Kutukan dan Denda Terhadap Penetapan Sima pada Masyarakat Jawa Kuno. AHPA, Proyek Penelitian Purbakala Jakarta. 17-22.

Koentjaraningrat. 1977. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Pustaka Universitas no. 8. Jakarta: Dian Rakyat.

Lubis, Akhyar Yusuf. 2014. Postmoderisme: Teori dan Metode. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

_____. 2015. Pemikiran Kritis Kontemporer: Dari Teori Kritis Culture Studies, Feminisme, Postkolonial Hingga Multikulturalisme. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Maulana, Ratnaesih. 1993. “Siwa dalam Berbagai Wujud: Suatu Anaisis Ikonografi di Jawa Masa Hindi-Buddha.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Muzir, Inyiak Ridwan. 2008. Hermeneutika filosofis Hang-Georg Gademer. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Suantika, I Wayan. 2015. “Tinggalan Arkeologi di Pura Puseh Kiadan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung: Kajian Bentuk dan Fungsi.” Forum Arkeologi, volume 28 (2): 115-130.

Suarbhawa, I Gusti Made, I Nyoman Sunarya, I Wayan Sumerata, dan Luh Suwita Utami. 2013. “Prasasti Sukawana, Desa Sukawana, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar).

Sunarya, I Nyoman, I Gusti Made Suarbhawa, dan I Wayan Sumerata. 2015. “Penelitian Prasasti Kintamani.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar).

Thomas, David Hurst. 1979. Archaeology. New York Chicago: Rinehart & Winston.

Wirtawan, I Wayan. 2013. “Unsur-Unsur Birokrasi Pada Masa Bali Kuno: Kajian Berdasarkan Data Prasasti Sukawana D.” Skripsi, Program Studi Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana Denpasar.

Yogaswara, Wawan. 2005. “Sapatha dalam Prasasti Sima dari Masa Majapahit: Tinjauan Tentang Fungsi.” Tesis, Program Pascasarjana, Progaram Studi Arkeologi, Universitas Indonesia.

Zoetmulder. 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia, Jilid I dan Jilid II. Bekerjasama dengan S.O. Robson, diterjemahkan oleh Darusuprapta dan Sumarti Suprayitna. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i3.90

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.