PROSES PEMBENTUKAN BUDAYA TINGGALAN ARKEOLOGI DI KABUPATEN BADUNG

Putu Eka Juliawati

Abstract


Archaeological remains in Bali commonly are still being used by society until now. Those remains experienced cultural processes before entering current systemic context. The aim of this research is to understand cultural formation process of archaeological remains, including its means and functions. The data were collected through observation, interview, and literature study. Analysis was done through classification of field data, and then presented in descriptive-qualitative method. Archaeological remains, which are discussed here, are personification statue, Ganesa statue, lingga, and stambha. Those artefacts have functions in social system of society, both in the past and present, although some of the artefacts had experienced disposal or abandonment process.

Tinggalan arkeologi di Bali kebanyakan masih difungsikan sampai saat ini. Tinggalan tersebut mengalami proses budaya yang panjang hingga masuk ke dalam konteks sistem sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan budaya tinggalan arkeologi tersebut, termasuk dinamika fungsi dan maknanya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis dilakukan melalui pengklasifikasian data lapangan, kemudian disajikan secara deskriptif-kualitatif. Tinggalan arkeologi yang dibahas adalah arca perwujudan, Arca Ganesa, lingga, dan stambha. Benda tersebut berfungsi dalam sistem sosial masyarakat masa lalu dan masa kini, meskipun sebagian pernah mengalami proses buang atau ditinggalkan.


Keywords


Tinggalan Arkeologi, Proses Pembentukan Budaya, Fungsi.

Full Text:

PDF

References


Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Badung. 2005. Benda Cagar Budaya di Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung. Badung: Bappeda Badung.

Gupte, R.S. 1972. Iconography of the Hindus, Buddhists and Jains. Bombay: D.B. Taraporevala Sons & Co. Private Ltd.

Kaplan. 2002. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI-PRESS.

Liebert, Gosta. 1976. Iconographic Dictionary of the Indian Religions. Leiden: E.J.Brill.

Mardiwarsito, L. 1981. Kamus Bahasa Jawa Kuno. Ende: Nusa Indah.

Mundardjito. 1980. Pandangan Tafonomi dalam Arkeologi: Penilaian Kembali Atas Teori dan Metode. Makalah disampaikan dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi II, Jakarta, 25- 29 Februari.

Mirwan, I Made. 1986. Arca-arca Perwujudan di Pura Taulan Kerobokan di Kabupaten Badung. Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Schiffer. 1976. Behavioral Archaeology. London: Academic Press.

Sedyawati, Edi. 1994. Pengarcaan Ganesa Masa Kadiri dan Singhasari. Jakarta: LIPI dan Universitas Leiden bekerjasama dengan EFEO.

____________. 2006. Budaya Indonesia Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Sharer, Robert J. dan Wendy Ashmore. 2003. Archaeology Discovering Our Past. Edisi Ketiga. New York: McGraw-Hill.

Stutterheim, W.F. 1929. Oudheden van Bali. Het oude rijk van Pedjeng. Singaraja: Kirtya Liefrick-van der Tuuk.

Suantika, I Wayan. 2013. Arca Garuda Wisnu di Pura Gelang Agung, Buangga, Getasan, Petang, Badung. Forum Arkeologi, no. 1 (April): 38-51.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v28i1.79

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.