KUBUR TEMPAYAN DI SIULAK TENANG, DATARAN TINGGI JAMBI DALAM PERSPEKTIF EKONOMI, SOSIAL, DAN KEPERCAYAAN

Tri Marhaeni S. Budisantosa

Abstract


Siulak Tenang is a jar burial site amongst the other similar sites located on the highland of Jambi. Researches for burial jar have been done, both in Indonesia and other regions such as Malaysia, Brunei, and Philliphine, so that the result of this research can add new data about jar burial. This writing discusses the data obtained from the excavation in Siulak Tenang in 2014. The artefactual analysis applied methods of specific analysis, quantitative analysis, contextual analysis, and comparative analysis.The discussion reveals that most of the jar burials are single burials except the one covered with a pot. Few burial gift were also found in the forms of pottery vessel and bronze things. It shows that the past Siulak Tenang had involved in maritime trade or exchange network, recocgnized the difference of social status, and believed in life after death.

Siulak Tenang merupakan salah satu situs kubur tempayan di dataran tinggi Jambi. Penelitian kubur tempayan telah lama dilakukan, baik di Indonesia maupun wilayah lain, seperti Malaysia, Brunei, dan Filipina, sehingga hasil penelitian ini dapat menambah data baru tentang kubur tempayan. Penelitian ini membahas hasil ekskavasi Situs Siulak Tenang tahun 2014. Analisis artefak menerapkan metode analisis spesifik, analisis kuantitatif, analisis kontekstual, dan analisis komparatif. Hasil penelitian di Situs Siulak Tenang sebagian besar merupakan kubur tempayan tunggal, kecuali satu tempayan yang ditutup dengan periuk, sebagian kecil terdapat benda bekal kubur berupa wadah gerabah dan benda perunggu. Hal tersebut menunjukkan adanya aktivitas perdagangan atau pertukaran, dikenalnya stratifikasi sosial dan kepercayaan akan kehidupan di dunia arwah.


Keywords


Kubur Tempayan, Siulak Tenang, Perspektif Ekonomi, Sosial, Kepercayaan.

Full Text:

PDF

References


Azis, Fadhila Arifin. 2010. Potensi Situs Arkeologi Kawasan Kerinci, Jambi: Ikon Budaya Austronesia. Amerta 28:17-44.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Indo-Malaysia. Cetakan kedua. Jakarta: Gramedia.

Binford, Lewis R. 1971. Mortuary Practices: Their Study and Their Potential. Dalam Approaches to Social Dimensions of Mortuary Practices, disunting oleh J. Brown, Memoirs of the American Archaeology Society, no. 25: 6-29.

Bonatz, Dominik, J. David Neidel, dan Mai Lin Tjoa-Bonatz. 2006. The Megalithic Complex of Highland Jambi: An Archeological Perspective. Dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde (BKI) 162 (4): 490- 522.

Budisantosa, Tri Marhaeni S. 2007. Pola Budaya Megalitik di Situs Talang Alo dan Talang Jambu Abang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Siddhayatra 12 (2): 39-49.

_______________________. 2008. Laporan Ekskavasi Situs Lolo Gedang, Kerinci, Jambi. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Palembang, Palembang.

_______________________. 2009. Laporan Penelitian Megalitik Situs Muak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Palembang, Palembang.

_______________________. 2011a. Laporan Penelitian Kubur Tempayan di Desa Muak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Palembang, Palembang.

_______________________. 2011b. Megalit dan Kubur Tempayan di Dataran Tinggi Jambi: Situs Lolo Gedang, Kerinci. Dalam Asia Tenggara dalam Perspektif Arkeologi, disunting oleh Inajati Adrisijanti, 36-106. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

_______________________. 2013. Kubur Tempayan di Situs Siulak Tenang, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Palembang, Palembang.

_______________________. 2014a. Situs Siulak Tenang, Kerinci: Cara Penguburan dan Kaitannya dengan Kehidupan Komunitas Pendukungnya. Siddhayatra 19 (2): 49-53.

Heekeren, H.R. van. 1992. The Urn Cemetery at Melolo, East Sumba (Indonesia). Berita Dinas Purbakala, no. 3 (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional).

Hodder, Ian dan Scott Hutson. 2003. Reading the Past: Current Approaches to Interpretation in Archaeology. Third edition. New York: Cambridge University Press.

Indriastuti, Kristantina. 2002. Tempayan Kubur, Budaya Prasejarah Situs Padang Sepan, Kabupaten Bengkulu Utara (Kajian Awal). Siddhayatra 7 (2): 50-64.

___________________. 2003. Karakteristik Budaya dan Pemukiman Situs Muara Payang: Tinjauan Ekologi dan Keruangan. Berita Penelitian Arkeologi, no. 8 (Balai Arkeologi Palembang).

___________________. 2004. Pemukiman Megalitik di Wilayah Provinsi Bengkulu. Berita Penelitian Arkeologi, no. 11 (Balai Arkeologi Palembang).

___________________. 2013. Kubur Tempayan di Situs Padang Sepan. Dalam Peradaban di Pantai Barat Sumatra: Perkembangan Hunian dan Budaya di Wilayah Bengkulu, 196-236. Palembang: Balai Arkeologi Palembang dan Penerbit Ombak.

McKinnon, E.E. 1992. Malayu Jambi: Interlocal and International Trade (11th to 13th Centuries). Dalam Proceedings Seminar Sejarah Malayu Kuno, 128-141. Jambi: Pemda Tingkat I Provinsi Jambi dan Kantor Wilayah Depdikbud Provinsi Jambi.

Pearson, M. P. 1981. Mortuary Practices, Society, and Ideology: An Ethnoarchaeological Study. Dalam Symbolic and Structural Archaeology, disunting oleh Ian Hodder, 99- 113. London: Cambridge University Press.

Prasetyo, Bagyo. 1994/1995. Laporan Penelitian Situs Plawangan, Rembang, Jawa Tengah (1980-1993). Berita Penelitian Arkeologi, no. 43 (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional).

Purwanti, Retno. 2002. Penguburan Masa Prasejarah Situs Muara Betung, Kecamatan Ulu Musi, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Berita Penelitian Arkeologi, no. 7 (Balai Arkeologi Palembang).

Rangkuti, Nurhadi. 2008. Arkeologi Lahan Basah di Sumatera Bagian Selatan. Dalam Arkeologi Lahan Basah di Sumatera dan Kalimantan, disunting oleh Soetikno, 1-21. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

Soejono, R.P. 1977. Sistem-Sistem Penguburan pada Akhir Masa Prasejarah di Bali. Disertasi, Universitas Indonesia.

___________. 2008. Zaman Prasejarah di Indonesia. Jilid I dari Sejarah Nasional Indonesia. Edisi Pemutakhiran. Disunting oleh Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Balai Pustaka.

Soeroso. 1998. Laporan Penelitian Situs Kunduran, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Berita Penelitian Arkeologi, no. 3 (Balai Arkeologi Palembang).

Ucko, P. 1969. Ethnography and Archaeological Interpretation of Funerary Remains. World Archaeology 1 (2): 262 - 280.

Verstappen, H. Th. 1973. A Geomorphological Reconnaisance of Sumatra and Adjacent Island (Indonesia). Groningen: Wolters- Noordhodd.

Watson. 2009. Tambo Kerinci. Dalam From Distant Tales: Archaeology and Ethnohistory in Highlands of Sumatra, disunting oleh Dominik Bonatz, John Miksic, J. David Neidel, dan Mai Lin Tjoa-Bonatz, 253-271. Newcastle: Cambridge Scholars Publishing.

Znoj, Heinzpeter. 2001. Heterarchy and Domination in Highland Jambi: The Contest for Community in a Matrilinear Society. Tesis, University of Bern.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v28i1.75

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.