PERWUJUDAN KONSEP KERAJAAN SURGA PADA PUSAT KOTA KERAJAAN DI BALI

I Nyoman Widya Paramadhyaksa

Abstract


This paper describes the application of kingdom of heaven concept in the centers of kingdom capitals in Bali. The study applies rationalism paradigm placing illustrative conception of the governance of kingdom capitals as a main concept serving as guidance in studying layout forms of the capitals. Research objects are some kingdom capitals selected by means of purposive sampling techniques. The study was focused on several aspects of the royal city, such as its form and layout of the main architectural elements of the city, position of the king, royal temple concept, and layout of the kingdom area in a macro level. The data were collected in two main ways, namely library research and field observations. The findings show that basically the capitals layout is an imaginary picture of the layout and governance in kingdom of heaven in the Hindus point of view, characterized by the presence of equivalence between the two, such as central axis in the center of the kingdom, conceptual equivalence between kings figure and Indra as the king of heaven, and synergistic relationship between kings residence and the existence of royal temple built nearby.

Penelitian ini menjabarkan tentang gambaran wujud penerapan konsep kerajaan surga pada pusat-pusat kota kerajaan di Bali. Kajian ini menerapkan paradigma penelitian rasionalistik yang menempatkan konsepsi ilustratif tata pemerintahan Kerajaan Surga sebagai suatu konsep utama yang menjadi panduan untuk mencermati tata ruang ibukota-ibukota kerajaan di Bali. Objek kajian penelitian adalah beberapa pusat kota kerajaan di Bali yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kajian difokuskan pada beberapa aspek kota kerajaan, seperti wujud dan tata letak elemen-elemen arsitektural utama kota, kedudukan raja, konsep pura kerajaan, dan tata ruang wilayah kerajaan secara makro. Data dikumpulkan dengan dua cara utama, yaitu studi kepustakaan dan observasi lapangan. Hasil temuan menunjukkan bahwa pada dasarnya tata ruang pusat kota kerajaan di Bali merupakan representasi dari gambaran imajiner tata ruang dan tata pemerintahan kerajaan surga yang dikenal dalam pandangan Hindu. Hal ini ditandai dengan adanya beberapa bukti kesetaraan antara keduanya, seperti sumbu pusat wilayah kerajaan di pusat kota, kesetaraan konseptual sosok raja penguasa wilayah dengan Dewa Indra sebagai raja surga, dan relasi yang sinergis puri kediaman raja dengan eksistensi pura kerajaan yang dibangun di dekatnya.


Keywords


Tata Ruang Pusat Kota Kerajaan, Pura Kerajaan, Surga, Hindu, Bali.

Full Text:

PDF

References


Anonim. 1985. Pertemuan Ilmiah Arkeologi III. Jakarta: Proyek Penelitian Purbakala Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ber, Robert. 2004. The Encyclopedia of Tibetan Symbols and Motifs. Chicago: Serindia Publications Inc.

Dalal, Roshen. 2010. The Religions of India: A Concise Guide to Nine Major Faiths. New Delhi: Penguin Books India.

Debroy, Bibek dan Dipavali Debroy. 2005. The History of Puranas. New Delhi: Bharatiya Kala Prakashan.

Dixon, Glenn. 2009. Pilgrim in the Palace of Words: A Journey Through the 6,000 Languages of Earth. Toronto: Dundurn Press Ltd.

Gray, John N. 2006. Domestic Mandala: Architecture of Lifeworlds in Nepal. Hampshire: Ashgate Publishing Ltd.

Griswold, Alexander B. 1958. The Royal Monasteries and Their Significance. New York: Fine Arts Dept.

Heine-Geldern, Robert. 1956. Conceptions of State and Kingship in Southeast Asia. New York: SEAP Publications.

Kaler, I Gusti Ketut. 1993. Ngaben: Mengapa Mayat Dibakar? Denpasar: Yayasan Dharma Naradha.

Linrothe, Robert N. 1999. Ruthless Compassion: Wrathful Deities in Early Indo-Tibetan Esoteric Buddhist Art. Hong Kong: Serindia Publications Inc.

Morley, Grace dan Arputha Rani Sengupta. 2001. God & King, the Devar?ja Cult in South Asian Art and Architecture. Dalam Proceedings of the Seminar. New Delhi: Regency Publications.

Munandar, Agus Aris. 2005. Istana Dewa Pulau Dewata: Makna Puri Bali Abad ke-14-19. Depok: Komunitas Bambu.

O Flaherty, Wendy Doniger. 1980. The Origins of Evil in Hindu Mythology. California: University of California Press.

Patra, Made Susila. 1985. Hubungan Seni Bangunan dengan Hiasan dalam Rumah Tinggal Adat di Bali. Jakarta: Balai Pustaka.

Peacock, James L. dan A. Thomas Kirsch. 1970. The Human Direction: An Evolutionary Approach to Social and Cultural Anthropology. Boston: Appleton-Century-Crofts.

Putra, I Gusti Made. 1998. Kekuasaan dan Transformasi Arsitektur: Suatu Kajian Budaya terhadap Kasus Puri Agung Tabanan. Tesis, Program Studi Pascasarjana Universitas Udayana.

Rajan, Chandra. 1997. The Complete Works of K?lid?sa: Poems. Vol. 1. New Delhi: Sahitya Akademi.

Snodgrass, Adrian. 1985. The Symbolism of the Stupa. Singapore: SEAP Publications.

Soekmono, R. 1990. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Kanisius.

____________. 2005. Candi: Fungsi dan Pengertiannya. Jakarta: Jendela Pustaka.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i2.73

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.