HARMONI SUMBERDAYA ARKEOLOGI DAN HIDROLOGI PETANG: IDENTIFIKASI SEBARAN TINGGALAN ARKEOLOGI DAN SUMBER MATA AIR

I Putu Yuda Haribuana

Abstract


Water is one of the primary needs in life. Petang subdistrict of Badung regency, especially the northern plateau region is dominated by hills and forests as a water catchment areas. The research aims to identify the distribution of archaeological remains and springs located in this region. Survey method and observation carried out to find the water source and distribution of archaeological remains. The research done also from interviews and literature study. Data were analyzed with qualitative, contextual, and comparative reduction methods. Water sources and archaeological remains are located mostly along the watershed, shaped as petirthaan, ponds, dikes and channels. The spring has a ritual and profane function.

Air merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan. Wilayah Kecamatan Petang didominasi oleh perbukitan dan hamparan hutan sekaligus sebagai daerah tangkapan air. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran tinggalan arkeologi dan sumber mata air yang terdapat di wilayah ini. Metode survei dan observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran sebaran sumber mata air dan tinggalan arkeologi. Selain itu dilakukan juga wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis dengan metode kualitatif, kontekstual, reduksi, dan komparatif. Sumber mata air dan tinggalan arkeologi sebagian besar terletak di sepanjang daerah aliran sungai. Mata air tersebut memiliki fungsi ritual dan profan.


Keywords


Sumber Mata Air, Tinggalan Arkeologi, Sebaran.

Full Text:

PDF

References


Ambarawati, Ayu. 2010. Survei Ikonografi di Pura Pucak Rinjani Desa Adat Belok Sidan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Laporan Penelitian Arkeologi No. 15, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Astawa, A.A. Gede Oka. 1997. Laporan Hasil Survei Peninggalan Purbakala, di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Laporan Penelitian Arkeologi No. 19, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Goris, R. 1954. Prasasti Bali II. Bandung: N.V. Masa Baru.

Hooykas, C. 1964. Agama Tirtha: Five Studies in Hindu-Balinese Religion. Amsterdam: N.V. Noor Hollandsche Uitgevers Mattschappij.

Indarto. 2010. Hidrologi: Dasar Teori dan Contoh Aplikasi Model Hidrologi. Jakarta: Bumi Aksara.

Mata Air. 2013. http://mara5668.blogspot. com/2013/01/mata-air.html, diakses 28-07- 2014.

Hadiwidjojo, M.M. Purbo. 1971. Peta Geologi Lembar Bali skala 1: 250.000. Bandung: Direktorat Geologi.

Raghunath, H. M. 2006. Hydrology Principles, Analysis, Design. New Delhi: New Age International.

Suarbhawa, I Gusti Made, I Nyoman Sunarya, I Wayan Sumerata, dan Luh Suwita Utami. 2013. Prasasti Sukawana. Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar).

Sumerata, I Wayan. 2013. Petirthaan Kuno di Banjar Bunyuh, Desa Perean. Forum Arkeologi 26 (3): 217-224.

Sunarya, I Nyoman dan I Nyoman Rema. 2011. Tinggalan Arkeologi di Pura Puseh Kanginan Desa Carangsari, Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Laporan Penelitian Arkeologi No. 19, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Haribuana, I Putu Yuda dan Putu Eka Juliawati. 2014. Penelitian Hidro-Arkeologi di Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Yuwono, J. Susetyo Edy. 2007. Kontribusi Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Berbagai Skala Kajian Arkeologi Lansekap. Berkala Arkeologi 27 (2): 81-102.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i2.72

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.