IDEOLOGI KEDOK MUKA KALA PADA BANGUNAN SUCI DI BALI TELAAH TENTANG IDEOLOGI-RELIGI

I Made Surada

Abstract


Religion is a part of the culture systems that can explain the things that humans do not understand, to find serenity in order to face things out of reach. So that, it is necessary to do research on the religious of the past and its continuation until now mainly on the kedok muka kala (face mask decoration) which probably a continued tradition from the creepy face mask decoration of sarcophagus ornaments. The problems to be discussed in this study is the ideology of kedok muka kala. There are two theories used in this study namely religious theory which relates to rites and ceremonial equipment and theory of symbol which elaborate that symbol is a media of communication and dialogue between man and beyond. Based on the analysis it can be seen that kala is energy of the universe, the laws of nature with regard to good and evil, space and time, as well as a means of solving problems with ruwatan tradition and balancing the universe so that natural well-being and everything in it can be created.

Religi bagian dari sistem budaya yang dapat menerangkan hal-hal yang tidak dipahami manusia, sehingga mendapat ketenangan untuk menghadapi hal-hal di luar jangkauan. Untuk itu perlu diadakan penelitian mengenai religi masa lampau dan keberlanjutannya hingga kini, terutama mengenai hiasan kedok muka kala kiranya merupakan tradisi berlanjut dari hiasan kedok muka menyeramkan dari hiasan sarkofagus. Permasalahan yang ingin dibahas dalam penelitian ini mengenai ideologi kedok muka kala. Untuk membahas permasalahan ini digunakan dua teori yaitu ; teori religi yang berkaitan dengan peralatan ritus dan upacara, dan teori simbol yang menguraikan mengenai simbol, merupakan media komunikasi dan dialog manusia dengan yang di luar manusia. Berdasarkan analisis, dapat diketahui bahwa kala adalah energi alam semesta, hukum alam yang berkaitan dengan baik dan buruk, ruang dan waktu, serta cara penyelesaian permasalahan hukum alam dengan tradisi ruwatan dan penyeimbangan alam semesta, sehingga tercipta kesejahteraan alam dan segala isinya.


Keywords


Kala, Religi, Panca Mahabhuta

Full Text:

PDF

References


Bagus, A.A. Gde, Hiasan Kepala Kala di Pura Candri Manik Srokadan Bangli dalam Forum Arkeologi. I, 36-47. Denpasar : Balai Arkeologi Denpasar.

Koentjaraningrat, 1983. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : Aksara Baru.

---------------------.1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta : Universitas Indonesia.

Linus, I Ketut, 1986. Pemujaan Roh Leluhur di Bali, dalam PIA Arkeologi IV, Hal. 205-206. Jakarta : Depdikbud dan Puslit Arkenas.

Muhadjir, Noeng, 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi IV.Yogyakarta: Rake Sarasin.

Paramadhyaksa, I Nyoman, Tafsiran Kesetaraan Makna Ornamen Karang Bhoma pada Bangunan Suci Tradisional Bali dengan Ornamen Kala pada Arsitektur Candi, dalam Mutiara Warisan Budaya, Sebuah Bunga Rampai Arkeologis. Hal : 163-178. Denpasar : Pelawa Sari.

Pendit, Nyoman S, 1995. Bhagawadgita. Jakarta : Hanuman Sakti.

Peursen, C.A. Van, 1976. Strategi Kebudayaan. Jakarta : Kanisius.

Prasetyo, Bagyo, 1987. Inventarisasi Data Sebaran Trad isi Megalitik di Indonesia. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

-------------------, (ed). 2004. Religi Pada Masyarakat Prasejarah di Indonesia. Jakarta : Kemenbudpar, Proyek Penelitian dan Pengembangan Arkeologi.

Pudja, Gede dan Sudharta, Tjok Rai, 2002. Manawa Dharmasastra. Jakarta : CV. Felita Nusatama Lestari.

Ratna, I Nyoman Kutha, 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soejono, R. P., 1977. Sistem-sistem Penguburan pada Akhir Masa Prasejarah di Bali. Disertasi, Jakarta.

Soejono, R.P. et. al., 1984. Jaman Prasejarah di Indonesia. Sejarah Nasional Indonesia I, Marwati Djoened Poesponegoro et. Al., Jakarta : Balai Pustaka.

Sutaba, I Made, 1976. Sejarah Seni Rupa Indonesia, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Penyusun, 2007. Sejarah Gianyar. Gianyar : Pemerintah Kabupaten Gianyar, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Triguna, Ida Bagus Gde Yudha, 2000. Teori Tentang Simbol. Denpasar : Widya Dharma Universitas Hindu Indonesia.

Wicaksana, I Dewa Ketut, 2007. Wayang Sapu Leger, Fungsi dan Maknanya dalam Masyarakat Bali. Denpasar : Pustaka Bali Post.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v26i1.64

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.