ARCA GARUDA WISNU DI PURA GELANG AGUNG, BUANGGA, GETASAN, PETANG, BADUNG

I Wayan Suantika

Abstract


The background of this research is the finding of the Garuda Wisnu statue, with very unique and maybe just only one in Bali until presentday, and also other several archaeological remains at Gelang Agung Temple, Buangga Villages, District of Petang, Badung regency. The aim is to do accurate analisys about presented of the statue and others archaeological remains, to know the role and function in the ancient time.Iconografic method was carried out in this research including form;style;materials and other. The result of analysis is that the Garuda Wisnu is the image statue from the King Dharmaudayana Warmadewa, a King of Bali Kuna Kingdom, from the 10 AD. Bassically from the other archaeological remains, it was assumed that sorounding the Temple of Gelang Agung,was erected a bulding of candi in the past.

Penelitian ini dilatar belakangi adanya temuan sebuah arca Garuda Wisnu yang sangat unik dan mungkin hanya satusatunya di Bali hingga saat ini, serta adanya beberapa tinggalan arkeologis lainnya di Pura Gelang Agung Desa Buangga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.Tujuannya adalah mengkaji dengan cermat tentang keberadaan arca dan tinggalan arkeologi lainnya, dengan harapan dapat diketahui peran dan fungsinya pada masa lampau.Metode penelitian yang diterapkan adalah metode analisis ikonografis,yang meliputi bentuk,gaya, bahan dan lainnya. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Arca Garuda Wisnu tersebut diduga sebagai Arca Perwujudan Raja Dharmaudayana Warmadewa, seorang raja dari kerajaan Bali Kuna yang berkuasa pada abad ke 10 masehi. Berdasarkan tinggalan arkeologi lainnya, diduga di sekitar lokasi Pura Gelang Agung, dahulunya pernah berdiri sebuah bangunan candi.


Keywords


Arca Garuda Wisnu, Pura Gelang Agung

Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi, 1978. Kamus Istilah Arkeologi. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.Jakarta.

Atmadi, DR Ir Parmono,1979. Beberapa patokan perancangan bangunan.

Candi. Pelita Borobudur seri C No.2. Proyek Pemugaran Candi Borobudur.

Bambang Sumadio,1977,Sejarah Nasional Indonesia Jilid II.Balai Pustaka Jakarta

Baskoro Daru Tjahyono,1977.Arca Harihara: Peran Raja Krtarajasa dalam sejarah Singasari-Majapahit. Dalam Naditira Widya,hal.88-96.Balai Arkeologi Banjarmasin.

Boechari,1977. Candi dan Lingkungannya.Dalam Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia. VII. Hal 81- 144.

Callenfels, P.V, van Stein.1926. Ephigrapihia Balica I. Batavias Gnooschap.

Edy Sedyawati,1980. Pemerincian unsur dalam analisa arca. Dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi.I.

Edy Sedyawati, 1985. Pengarcaan Ganesa masa Kadiri dan Singasari. Desertasi, Universitas Indonesia.

Edy Sedyawati, 1994. 700 Tahun Majapahit, sebuah Bunga Rampai

Fontein, Jan, 1972. Kesenian Indonesia Purba. New York, Franklin books Programs inc.

Geldern,R von Heine,1972. Konsepsi Tentang Negara dan Kedudukan Raja di Asia Tenggara,Terjemahan Deliar Noer,Jakarta.

Goris, DR, R. 1948. Sejarah Bali Kuna, Singaraja.

Goris, DR, R. 1954. Prasasti Bali I . NV Masa Baru, Bandung.

Goris, DR, R. 1956. Prasasti Bali II. NV Masa Baru, Bandung.

Gupte,R.S. 1972. Iconography of the Hindus,Buddhist and Jains.Bombay:D.B Taraporevala Sons & Co Private Ltd.

Kempers,A.J.Bernet,1959.Ancient Indonesian Art. Amsterdam: C.P.J.van der Peet.

Krom, N ,J 19116. De Ganeca van Boro. NION 1233; Ilustrasi.

Mantra, Prof. DR Ida Bagus.1963.Pidato Dies Natalis (Piodalan I) Universitas Udayana. 29 September 1963. Kalawerta Denpasar.

Mulyana, Selamet,1953. Negara Krtagama dan tafsir sejarahnya. Bhratara Jakarta.

Mundardjito,1982. Pemugaran dan penelitian arkeologi. Dalam Seminar pemugaran dan perlindungan peninggalan sejarah dan purbakala. Depdikbud. Jakarta.

Mundardjito,1983. Beberapa konsep penyebarluasan informasi kebudayaan masa lalu.Dalam Analisis Kebudayaan. Hal 20-22 Depdikbud.Jakarta.

Soekarto,K, Atmojo. 1982. Bhatari Sri Luhinakun. PIA II. Jakarta.

Soekmono.R.1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia II.Yayasan Kanisius.Yogyakarta.

Soekmono, R.1974. Candi Fungsi dan pengertiannya. Desertasi Universitas Indonesia.

Stutterheim,W.F. 1930. Gids voor de Oudheden van Sukuh en Tjeta Surakarta de Bliksem.

Stutterheim,W.F. 1931. The Meaning of the Hindu Javanese Candi,Journal of the American Oriental Society,Vol.51 Pensilvanya. P.1-5.Pensilvanya University




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v26i1.63

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.