MAKNA RELIEF BIMA SWARGA DI PURA DALEM PENUNGGEKAN, KABUPATEN BANGLI, BERDASARKAN SUMBER TEKSTUAL

I Wayan Sumerata

Abstract


Indonesia has various cultural products. One of the cultural products is relief carved on the walls of some temple and pura (shrine). Unfortunately, up to present time, the archaeologists tend to study relief carved on giant cultural objects such as Borobudur, Prambanan, Mendut and other giant temples. This study discusses about the origin and the symbolic meaning of the relief as cultural products located at Pura Dalem Penunggekan, Bangli Regency. This study uses the simbolic approach. The data were collected by using the method of observation, translation, interview and study of literature. This study shows that the origin of the relief has a closed relation to text element as the source of the relief. The simbolic meaning of the relief is faithfulness and karma.

 

Indonesia memiliki produk kebudayaan yang beragam. Salah satu produk kebudayaan itu adalah relief yang terdapat di berbagai bangunan candi dan tempat ibadah (pura). Selama ini ada ketimpangan dalam studi, ahli purbakala yang cenderung mempelajari dan meneliti relief yang terpahat di berbagai candi, seperti candi Borobudur, candi Prambanan, candi Mendut, dan candi-candi besar lainnya. Tulisan ini akan membicarakan asal-asul dan makna simbolik relief sebagai produk kebudayaan yang ada di Pura Dalem Penunggekan, Kabupaten Bangli, menggunakan pendekatan simbolik dengan metode observasi, transliterasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini memperlihatkan bahwa asal-usul relief berkaitan erat dengan unsur teks yang menjadi sumber dari relief, sedangkan makna simbolik yang terdapat dalam relief adalah kesetiaan dan hukum karma.


Keywords


Relief; Naskah Lontar; Makna Simbolik

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v25i3.609

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.