TINGGALAN ARKEOLOGI DI WILAYAH BADUNG SELATAN, WUJUD PERADABAN DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN

I Nyoman Sunarya

Abstract


Archaeological remains are the forms of human adaptation patten to their environment, both biotic and abiotic. South Badung, especially Pecatu, Unggasan, and Jimbaran Vilagge have potencial archaeological remains to be developed as tourist destination. Most of the archaeological remains are located on coastal area which is steep karst cliff. This cliff also functioned to block any disaster caused by sea water for examples tsunami and storm. The problem of this study is how to keep and conserve the archaeological remains and its environment. The study is explanative and description research. The result of this study is that some archaeological remains in this area use as worship media (holly shine) which give positive effect to the environment management both biotic and abiotic.

 

Tinggalan arkeologi merupakan wujud pola adaptasi manusia dengan lingkungan, baik biotik maupun abiotik. Badung selatan khususnya Desa Pecatu, Unggasan, dan Jimbaran memiliki tinggalan arkeologi yang cukup potensial dikembangkan sebagai obyek wisata. Sebagian besar tinggalan yang ada lokasinya pada sempadan pantai yang merupakan tebing karts yang sangat terjal. Tebing ini sekaligus sebagai benteng terhadap bencana alam yang diakibatkan oleh laut lepas, seperti tsunami dan badai. Bagaimana pentingnya menjaga, melestarikan tinggalan arkeologi dan lingkungannya di wilayah ini adalah permasalahan yang dibahas. Dengan menggunakan penelitian deskriptif eksplanatif, diperoleh hasil bahwa tinggalan arkeologi dimanfaatkan sebagai media pemujaan (bangunan suci) dan berdampak positif terhadap pengelolaan lingkungan baik biotik maupun abiotik.


Keywords


Tinggalan Arkeologi; Pemanfaatan; Dampak Lingkungan

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v25i3.605

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.