KONSTELASI KERUANGAN BIARA SANGKILON, KAWASAN KEPURBAKALAAN PADANG LAWAS BAGIAN SELATAN PADA ABAD XI—XIV MASEHI

Andri Restiyadi, Lolita Refani Lumban-Tobing, Anik Juli Dwi Astuti, Churmatin Nasoichah, Mochammad Fauzi Hendrawan

Abstract


Biara Sangkilon is one of the many biaras in the in Padang Lawas archaeological area located in Sangkilon Village, Lubuk Barumun District, Padang Lawas Regency. In general, the arrangement of biaras in this region has its own characteristics, namely the main building facing the mandapa, with one gate. The problem raised in this paper is how the spatial constellation of Biara Sangkilon is? The writing purpose of this article is to get a description of the space boundaries based on the distinction of spatial functions and their relationships in the Biara Sangkilon Complex. Through descriptive-analytical research it can be seen in fact through the form of structure, distance, findings artifactual, and boundaries, there is a fairly clear division of space between sacred space, and profane at Biara Sangkilon.

 

Biara Sangkilon merupakan salah satu dari sekian banyak biara di Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas yang terletak di Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Secara umum, susunan biara-biara yang terdapat di kawasan ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu bangunan utama berhadapan dengan mandapa, dengan satu pintu gerbang. Adapun permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah bagaimanakah konstelasi keruangan Biara Sangkilon? Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendapatkan gambaran tentang batas-batas ruang yang didasarkan pada pembedaan fungsi-fungsi ruang beserta relasirelasinya yang terdapat di Kompleks Biara Sangkilon. Melalui penelitian yang bersifat deskriptifanalitis dapat diketahui ternyata melalui bentuk struktur, jarak, temuan artefaktual, dan batasbatas, terdapat pembagian ruang yang cukup jelas antara ruang sakral, dan profan di Biara Sangkilon. 


Keywords


Biara Sangkilon; Padang Lawas; Keruangan

Full Text:

PDF

References


Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Banda Aceh. 2003. “Laporan Hasil Ekskavasi Penyelamatan Situs Candi Sangkilon Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten tapanuli selatan, Provinsi Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2003.” Laporan. Banda Aceh: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala.

Bosch, F.D.K. 1930. “Verslag van Een Reis Door Sumatra,” dalam Oudheidkundige Verslag. Batavia-Centrum: Albretch & Co. 136-147.

Griffiths, Arlo. 2014. “Studied Along With Inscriptions From Sorik Merapi (North Sumatra) and from Muara Takus (Riau),” dalam Daniel Perret. (Ed.). History of Padang Lawas II: Societies of Padang Lawas (mid-9th—13th Century CE. Paris: Cahiers d’Archipel. 211-54.

Mulia, Rumbi. 1980. The Ancient Kingdom of Panai and The Ruins of Padang Lawas (North Sumatra). Jakarta: Proyek Pengembangan Media Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Restiyadi, Andri. 2014. “Kekhasan Tata Letak Kompleks Biara di Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas dan Faktor Penyebabnya,” dalam Sumatera Utara: Catatan Sejarah dan Arkeologi. Yogyakarta: Penerbit Ombak. 1-27.

Schnitger, F.M. 1964. Forgotten Kingdoms in Sumatra. Leiden: EJ. Brill.

Setianingsih, Rita Margaretha, dan kawan-kawan. 2003. “Prasasti dan Bentuk Pertulisan lain Di Wilayah Kerja balai Arkeologi Medan.” Dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 10 Tahun 2003. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Soekmono. 1981. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Soedewo, Eri. 2009. Beberapa Ikon Tantrayana dari Padang Lawas dan Cerminan Ritualnya. Berkala Arkeologi Sangkhakala 12 (24): 50- 59.

Suleiman, Setyawati. 1985. “Peninggalan- Peninggalan Purbakala di Padang Lawas,” dalam Amerta No. 2. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. 23-38.

Susetyo, Sukawati. 2010. Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara: Tinjauan Gaya Seni Bangun, Seni Arca Dan Latar Keagamaan. Tesis. Depok: Fakultas Ilmu Pengertahuan Budaya Program Studi Arkeologi.

Tilley, Christhoper. 1994. A Phenomenology of Landscape: Places, Paths, and Monuments. Oxford: BERG.

Tim Penelitian. 2018. Penelitian Arkeologi Lansekap Biara Sangkilon dan Sekitarnya, Kabupaten Padang Lawas, Provinsi Sumatera Utara. Laporan Penelitian. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Tim Penelitian. 2019. Lansekap Biara Sangkilon Abad IX-XIV M, Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas Bagian Selatan. Laporan Penelitian. Medan: Balai Arkeologi Sumatera Utara.

Utomo, Bambang Budi. 2007. Prasasti-Prasasti Sumatra. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Badan Pengembangan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Sulistyanto, Bambang. 1996. ‘Permukiman di Lingkungan Candi, Sebuah Model Kajian’ dalam Jurnal Penelitian Arkeologi No. 4 Th. II.Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta. Hlm. 35-40




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v33i1.587

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.