SEJARAH DAN PROSPEK PENGEMBANGAN SITUS KAPAL KARAM WAIRTERANG, SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR

I Wayan Sumerata, Ida Ayu Gede Megasuari Indria, Ulung Jantama Wisha

Abstract


Indonesia has very large water areas and dense maritime activities which is very rich in underwater archeological remains. These artefacts certainly have the significance value of history, science, and culture. One of the potential underwater archaeological remains found is the site of Waiterang shipwreck in Sikka District, East Nusa Tenggara Province. This paper aims to determine the importance of the shipwreck, therefore public could understand the historical event which happened there. Data collection is done through exploration, surveys, interviews, and then associated with relevant literatures. Exploration is carried out on primary archeological data and environmental data at the seabed and the surrounding area. Land surveys are carried out to observe archaeological remains in this area, while underwater surveys are carried out by diving techniques using SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) equipment. The data were analyzed by descriptive, comparative, and oceanographic analysis methods. The results showed that the ship sunken during the Japanese occupation of Indonesia. The existence of a shipwreck at Wairterang has potential development of special interest of the underwater tourism and local history subject for educational purposes.

 

Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas dan aktivitas maritim yang padat sehingga sangat kaya akan tinggalan arkeologi bawah air. Tinggalan tersebut tentunya memiliki siginifikansi informasi yang berkaitan dengan sejarah, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Salah satu potensi tinggalan arkeologi bawah air yang ditemukan adalah situs kapal karam Waiterang yang terdapat di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai penting dari kapal karam tersebut agar dipahami oleh masyarakat bahwa pada masa lalu di wilayah ini pernah terjadi suatu peristiwa sejarah. Pengumpulan data dilakukan melalui eksplorasi, survei, wawancara, dan kemudian dikaitkan dengan literatur yang relevan. Eksplorasi dilakukan terhadap data arkeologi primer dan data lingkungan, yaitu artefak-artefak di dasar laut dan kawasan sekitarnya. Survei darat dilakukan untuk mengobservasi tinggalan arkeologi yang terdapat di wilayah ini, sedangkan survei bawah air dilakukan dengan teknik selam dengan menggunakan alat SCUBA (Self Contained Underwater Breathing Apparatus). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif, komparatif, dan analisis oceanografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal tersebut karam pada masa pendudukan Jepang di Indonesia. Keberadaan kapal karam di Wairterang tersebut memiliki potensi untuk pengembangan wisata bawah air minat khusus dan juga perlu ditambahkan dalam mata pelajaran sejarah lokal di daerah.


Keywords


wairterang; kapal; karam; pengembangan.

Full Text:

PDF

References


Abdul, Malik. 2007. Pasang Surut. Webpage: http:// www.slidesahre.net/guest01cdf1/pasangsurut- pasut. Diakses pada tanggal 17 Mei 2018 Pukul 20.35 WITA.

Al Tanto, T., U. J. Wisha, G. Kusumah, W. S. Pranowo, S. Husrin, I. Ilham, & A. Putra. 2017. Sea Current Characteristics of Benoa Bay - Bali. Jurnal Ilmiah Geomatika, 23(1), 37-48.

Ardhana, I Ketut. 2005. Penataan Nusa Tenggara Pada masa Kolonial 1915-1950. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Ardiwidjaja, Roby. 2017. “Pelestarian Tinggalan Budaya Bawah Air: Pemanfaatan Kapal Karam sebagai Daya tarik Wisata Selam”. Amerta 35 (2) : 75-148.

Astiti, Ni Komang Ayu. 2018. “Optimalisasi Pengelolaan Pelabuhan-pelabuhan Kuno di Buleleng dalam Pengembangan Pariwisata”. Forum Arkeologi 30 (1) : 75-92.

Atmodjo, W. 2011. Studi penyebaran sedimen tersuspensi di muara Sungai Porong Kabupaten Pasuruan. Buletin Oseanografi Marina, 1(1).

Mundardjito. 2007. “Paradigma dalam Arkeologi Maritim.” Wacana, 9 (1): 1-20.

Qarnain, A. G. D., Satriadi, A., & Setiyono, H. (2014). Analisa Pengaruh Pasang Purnama (Spring) dan Perbani (Neap) terhadap Laju Sedimentasi di Perairan Timbulsloko, Demak. Journal of Oceanography, 3(4),540- 548.

Tanudirjo, Daud Aris et al. 2008. Kapal Karam Abad ke-10 di Laut Jawa Utara Cirebon. Disunting oleh Bambang Budi Utomo. Jakarta: PANNAS BMKT.

Tanudirjo, Daud Aris. 2009. Nilai Penting Sumberdaya Budaya, UGM Press, Yogyakarta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Wisha, U. J., & Heriati, A. (2016). Analisis Julat Pasang Surut (Tidal Range) dan pengaruhnya terhadap Sebaran Total Sedimen Tersuspensi (TSS) di Perairan Teluk Pare. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 9(1), 23-31.

Wisha, U. J., Husrin, S., & Prihantono, J. (2015). Hidrodinamika Perairan Teluk Banten Pada Musim Peralihan (Agustus‒September). ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 20(2), 101-112. Wisha, U. J., G. A, Rahmawan, N. N. H. Ridwan, G. Kusumah. (2017). Oil Spill Analysis on Ambon Bay, Mollucas, Indonesia: Its Influence on the SS Aquilla Shipwreck Site. Proceedings of the 3rd Asia-Pacific Regional Conference on Underwater Cultural Heritage, Hong Kong Nov 27-Dec2 2017, Volume 2 Sessions 7-15.

Zijlema, M., G. P. Van Vledder, and L. H. Holthuijsen. (2012). Bottom friction and wind drag for wave models. Coastal Engineering, 65, 19- 26. Doi: 10.1016/j.coastaleng.2012.03.002.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v32i1.559

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License