PENGARUH BANGUNAN UMA LENGGE TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT DESA MARIA KECAMATAN WAWO KABUPATEN BIMA

Chrisantya Angelita, Renhard Fernandus Manurung, Ni Made Yuni Sugiantari, Adinda Sanita Putri Khinari, Rochtri Agung Bawono

Abstract


Uma Lengge building is traditional building in Bima District West Nusa Tenggara which functions as the residence of Mbojo tribe and place to store food. The study aims to analyze the characteristics and relation of Uma Lengge buildings with the social and cultural life of Maria Village. The approach used in this study is archaeological approach with qualitative descriptive method. The study began with collecting data through literature study, direct observation, and interviews. The trapezoidal part of the roof with legs, has two pieces of crossing each other at each end of the ridge with bamboo material. The door leads to Mecca. The front part of the house may not be faced with another houses. Uma Lengge has three main parts such as the foundation, the first floor and second floors. The building of Uma Lengge has links with social values such as the value of mutual cooperation, value of hospitality, value of deliberation, value of helping and cultural values in Ampa Fare ceremony and inter dowry ceremony.

 

Bangunan Uma Lengge merupakan bangunan tradisional di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Bangunan ini berfungsi untuk tempat tinggal masyarakat suku Mbojo sekaligus tempat menyimpan bahan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta keterkaitan bangunan Uma Lengge terhadap kehidupan sosial dan kebudayaan masyarakat Desa Maria. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan arkeologi dengan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dimulai dengan melakukan pengumpulan data melalui studi pustaka, pengamatan secara langsung di lapangan, melakukan wawancara untuk data penelitian melalui informan. Diperoleh data pada bagian atap bangunan berbentuk trapesium sama kaki serta memiliki dua buah wanga yang saling menyilang pada setiap ujung bubungan atap dengan bahan bambu. Bagian pintu bangunan arah hadap mengarah ke Mekah, bagian depan bangunan tidak boleh berhadapan dengan bagian depan bangunan di sekitar tetapi bertolak belakang terhadap bangunan lainnya. Bangunan Uma Lengge memiliki tiga bagian utama seperti bagian pondasi, lantai satu dan lantai dua sekaligus atap. Bangunan Uma Lengge memiliki keterkaitan dengan nilai sosial kehidupan masyarakat Maria seperti; nilai gotong royong; nilai silahturrahmi; nilai musyawarah; nilai tolong menolong dan keterkaitan pada nilai kebudayaan dalam kehidupan masyarakat Desa Maria seperti; upacara Ampa Fare dan upacara mengantar mahar.


Keywords


bangunan uma lengge; sosial kebudayaan; desa maria; ampa fare.

Full Text:

PDF

References


Aisah, Susanti. 2015. Nilai Nilai Sosial yang Terkandung dalam Cerita Rakyat Ence Sulaiman pada Masyarakat Tomia. Jurnal Humaika No. 15, Vol, 3. Desember 2015.

Badan Informasi Geospasial. 2018. Bersama KKP dan Kemdagri Target Pembakuan 4000 Nama Pulau-Pulau di Indonesia. Diakses pada tanggal 21 Agustus 2018. http://www. big.go.id/berita-surta/show/big-bersamakkp- dan-kemdagri-target-pembakuan-4000- nama-pulau-pulau-di-indonesia.

BPS Kabupaten Bima. 2017. Kecamatan Wawo Dalam Angka 2017. Katalog BPS 1102001.5206050. Bima: 2017.

Candra, Dkk. 2017. Sambungan dan Material Konstruksi Bangunan Tradisional Uma Jompa di Desa Maria, Kabupaten Bima. Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.

Angelita, Dkk. 2018. Udayana Scientific Excursion Divisi Studi Budaya pada Bangunan Uma Lengge Desa Maria Kabupaten Bima NTB. Laporan Penelitian, Mapala Wanaprastha Dharma Universitas Udayana, Denpasar.

Departemen Arsitektur FTUI. 2017. Catatan Perjalanan Mahasiswa Arsitektur Universitas Indonesia. Antara Padi dan Arsitektur. Depok: 2017.

Dewi Sartika, Dkk. 2017. Uma Lengge dalam Kreasi Batik Bima. Jurnal Dinamika Kerajinan dan Batik. Vol. 34, No. 2, Desember 2017, 73-82.

Fattimah, Siti. 2014. Stuktur dan Pola Ruang Kampung Uma Lengge Berdasarkan Kearifan Lokal di Desa Maria Kecamatan Wawo. Jurnal Ruang. Vol. 2, No. 1, 2014; hal. 321-331.

Lembaga Adat Desa Maria Kecamatan Wawo. 2000. Uma Lengge Maria. Maria: Lembaga Adat Desa Maria Kecamatan Wawo.

Kartika, Nurul. 2016. Tradisi Antar Mahar Masyarakat (Mbojo) Bima. Artikel dalam website Kompasiana Beyond Blogging. Diubah terakhir 07 Mei 2016. https://www. kompasiana.com/nurulkartika.

Koentjaraningrat. 2000. Bunga Rampai Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, Lexy J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurhafni. 2017. Eksistensi Rumah Tradisional Uma Lengge Sebagai Destinasi Wisata Budaya di Nusa Tenggara Barat: 175-185. Mataram: Education and Language International Conference Proceedings.

Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya. 2017. Kategori Cagar Budaya. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2018. https://cagarbudaya. kemdikbud.go.id/.

Suantika, I Wayan. 2012. Tinggalan Arkeologi Masa Klasik di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Forum Arkeologi Denpasar Vol. 25, No. 1, April 2012. Balai Arkeologi Denpasar.

Tecky Hendrarto, Dkk. 2012. Kajian Proporsi Ruang-Dalam Bangunan Baru Hotel Concordia Bandung. Jurnal Online Istitut Teknologi Nasional. Vol. 1, No. 1, Juli 2012.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v32i1.552

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License