PENGARCAAN DEWA WISNU PADA MASA HINDU-BUDDHA DI BALI (ABAD VII-XIV MASEHI)

I Kadek Sudana Wira Darma

Abstract


Figurine of goddess Vishnu is an archaeological remain of Hindu-Buddhist period that rarely found in Bali. This research examines the variation of iconography, as well as the role and the position of Vishnu in the Hindu-Buddhist period in Bali in VII-XIV Century AD. The purpose of this research is to reconstruct the history of Balinese culture in the past, especially in the religion aspect. The methods of data collection are literature study, observation and interviews as well as data processing through the analysis of comparative iconography, and iconoplastic. The theory that used to assist analysis is a theory of religious iconology and iconography of Erwin Panofsky. Based on the results of the study found that there is a variation of the iconography on the statues of Vishnu in Hindu-Buddhist period in Bali. The variation can be seen in the variety of depictions of jewelry, clothing, “laksana” and posture. There are also variations for the iconography that caused by the factors of the ability and creativity of the artists, social restriction, cultural influence and raw material of the statue. The role and position of Vishnu in the Hindu-Buddhist period in Bali as a protector and preserver. His position is important although it is not as high as the god of Shiva.

 

Arca Dewa Wisnu merupakan tinggalan arkeologi dari periode Hindu- Buddha yang sangat sedikit ditemukan di Bali. Penelitian ini meneliti variasi ikonografi, serta peranan dan kedudukan Dewa Wisnu pada masa Hindu-Buddha di Bali abad VII-XIV Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi sejarah kebudayaan masyarakat Bali pada masa lalu terutama aspek religinya. Penulis menggunakan metode pengumpulan data seperti studi pustaka, observasi dan wawancara serta pengolahan data melalui analisis ikonografi, ikonoplastik dan komparatif. Teori yang digunakan untuk membantu analisis adalah teori ikonografi dan ikonologi Erwin Panofsky. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat variasi ikonografi pada arcaarca dewa Wisnu pada masa Hindu-Buddha di Bali abad VII-XIV Masehi. Variasi terlihat pada ragam penggambaran perhiasan, busana, laksana, dan sikap tubuh. Adapun variasi ikonografi disebabkan oleh faktor kemampuan dan kreativitas seniman, batasan sosial, pengaruh budaya dan bahan baku arca. Peranan dan kedudukan dewa Wisnu pada masa Hindu-Buddha di Bali yaitu sebagai dewa pelindung dan pemelihara, kedudukannya sangat penting walaupun tidak setinggi Dewa Siwa.


Keywords


arca dewa wisnu; variasi ikonografi; peranan dan kedudukan.

Full Text:

PDF

References


Ardika, I Wayan dan Ni Luh Sutjiati Beratha. 1998. “Perajin Pada Masa Bali Kuno Abad IX-XI Masehi”. Laporan Penelitian, Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Denpasar:

Ardika, I Wayan. 2013. Sejarah Bali dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar : Udayana University Press

Atmosudiro, Sumijati. 2008. Jawa Tengah: Sebuah Potret Warisan Budaya. Jawa Tengah: Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala.

Bagus, A.A Gde. 2010. “Peradaban Hindu-Buddha di Candi Kuning”. Forum Arkeologi 28 (3): 533-554.

Banerjea, Jitendra Nath. 1956. The Development of Hindu Iconography. India: University of Calcuta Press.

Fauzi, Mokhammad Lutfi. 2000. “Kedudukan Dewa Wisnu dalam Agama Hindu Pada Masa Jawa Kuna Abad X-XVI Masehi.” Tesis, Universitas Indonesia

Goris, R. 1954. Prasasti Bali I. Bandung: N.V. Masa Baru.

Goris, R. 1986. Sekte-Sekte di Bali. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Maulana, Ratnaesih. 1984. Ikonografi Hindu. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Nurkotimah. 2014. “Pengarcaan Narasiṁhāvatāra pada Masa Jawa Kuna Abad IX-XV M.” Skripsi, Fakultas Ilmu Budaya, Univesitas Gadjah Mada.

Permana, Cecep Eka. 2015. Kamus Istilah Arkeologi. Jakarta: Wedatama Widia Sastra

Poesponegoro, Marwati Djoened. & Notosusanto, Nugroho. 2011. Sejarah Nasional Indonesia Jilid II Edisi Pemuktahiran. Jakarta: Balai Pustaka.

Prihatmoko, Hedwi. 2016. “Kajian Epigrafis Prasasti Babahan.” Forum Arkeologi 29 (3): 117-136.

Putra, Made Wicaksana Essa. 2017. “Aspek Religi pada Masa Pemerintahan Raja Ugrasena: Kajian Epigrafi.” Skripsi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Raka, Anak Agung Gede. 1985. “Kajian Arkeologis Beberapa Arca Pancuran di Desa Pejeng dan Bedulu.” Skripsi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Sarini, A.A. Ayu dan Andi Syarifudin. 2010. “Laporan Inventarisasi Benda Cagar Budaya/ Situs Di Pura Gelang Agung, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.” Laporan Inventaris, Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali. Gianyar.

Sedyawati, Edy. 1994. Pengarcaan Ganesa masa Kadiri dan Singhasari. Jakarta: LIPI-Rul.

Stutterheim, W.F. 1929. Oudheden Van Bali. Singaraja: Kirtya Lievrentuk

Suarbhawa, I Gusti Made. 2010. “Potensi Sumberdaya Arkeologi di DAS Kecamatan Kintamani, Bangli.” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Suantika, I Wayan. 2013. “Arca Garuda Wisnu di Pura Gelang Agung Buangga Getasan Petang Badung.” Forum Arkeologi 26 (1): 38-51.

Titasari, Coleta Palupi dan Ni Ketut Puji Astiti Laksmi. 2017. “Arca di Pura Beji, Tabanan: Sebagai Lambang Kesuburan.” Stupika 1 (2): 38-45.

Utomo, Bambang Budi. 2016. Pengaruh Kebudayaan India dalam Bentuk Arca di Sumatera. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Wardi, I Nyoman. 1986. “Keagamaan pada Zaman Bali Kuno Abad X-XI: Suatu Kajian Epigrafi.” Skripsi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Widia, I Wayan. 1980 “Peninggalan Arkeologi di Pura Puseh Kangin Carangsari”, Dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi Cibulan. Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional. Jakarta. 60-69.

Wiguna, I Gusti Ngurah Tara. 2014. “Udayana, Tipe Raja Ideal dan Pranata Politik” Dalam Raja Udayana Warmadewa. Denpasar: Pusat Kajian Bali Universitas Udayana & Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Zoetmulder, P.J & S.O Robson. 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v32i1.548

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License