IDENTIFIKASI BANGUNAN PADA PAHATAN TEBING DI SEPANJANG SUNGAI PAKERISAN, KABUPATEN GIANYAR

I Wayan Suantika

Abstract


Pakerisan River which located in Gianyar Regency is one of the famous rivers which has many archaeological sites. Some of them are rock-cut architectures, carved along its riverbank, such as Gunung Kawi Temple Site, Kerobokan Temple Site, Goa Garbha, and Tegallinggah Temple Site. In general, all of the rock-cut architectures are the depiction of buildings and could be categorized as sacred or profane in regard to their functions. These sites were built around 10th- 13th Century. This research aims to indentify all the building types based on the carving. Survey and interview were used in data collection, and were used in collecting data. Then, the data were analyzed with morphological, technological and contextual analysis. The result of this research shows that these rock-cut architectures consist of sacred buildings, i.e. rock-cut temples, worship niches, hermitage niches, and some house-like profane buildings. These architectural concepts of rock-cut architecture might be used as references to understand the origin of Balinese traditional architecture nowadays.

 

Sungai Pakerisan yang ada di Kabupaten Gianyar adalah salah satu situs arkeologi yang terkenal di Bali. Sebab di sepanjang sungai itu terdapat beberapa pahatan tebing kuno, seperti Komplek Gunung Kawi, Situs Kerobokan, Situs Goa Garbha, dan Situs Tegallinggah. Umumnya semua pahatan tebing tersebut merupakan bentuk-bentuk bangunan yang dapat diketahui sebagai bangunan suci dan bangunan biasa yang dibangun sekitar abad ke- 10-13 Masehi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tipe-tipe bangunan berdasarkan pahatan tebing yang ada di sana. Metode survei dan wawancara diterapkan dalam penelitian ini untuk memperoleh data. Analisa data menggunakan teknik analisis morfologi, analisis teknologi dan analisis kontekstual pahatan tebing. Dari kegiatan penelitian ini diharapkan dapat diketahui seluruh tipe bangunan yang ada di sana. Temuan penelitian ini berupa berbagai pahatan tebing berbentuk bangunan pada DAS Pakerisan, yang secara garis besar terdiri atas bangunan suci (sakral) berupa candi tebing, ceruk pemujaan dan ceruk pertapaan, serta bangunan profan berupa rumah. Dengan melihat pahatan-pahatan tebing tersebut, tersirat adanya konsep-konsep dasar arsitektur yang mungkin sebagai cikal-bakal dari arsitektur tradisional Bali yang kita kenal sekarang.


Keywords


Bangunan; Pahatan Tebing; Sungai Pakerisan

Full Text:

PDF

References


Acwin, Ngakan Ketut Dwijendra. 2010. Arsitektur Rumah Tradisional Bali, berdasarkan Asta Kosala-kosali. Denpasar: Udayana University Press.

Ardika, I Wayan. 2011. “Dinasti Warmadewa di Bali.” dalam Mutiara Warisan Budaya Sebuah Bunga Rampai Arkeologi 9-28. Pelawa Sari.

Arinton, Puja. 1986. Arsitektur Tradisional Daerah Bali. Denpasar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Astawa, A.A. Gde. 2006. Candi di Bali: Kajian Arkeologi. Forum Arkeologi 19 (1): 94-111.

Ayatrohaedi, et al. 1978. Kamus Istilah Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Badra, I Wayan. 2000. Beberapa Petirthaan di Sepanjang Sungai Pakerisan dan Petanu. Forum Arkeologi II: 93-101.

Bagus, A.A. Gde, 2008. ”Pelestarian Daerah Aliran Sungai Pakerisan Perspektif Lingkungan”. Forum Arkeologi 21 (3): 62-91.

Bagus, A.A. Gde dan Hedwi Prihatmoko. 2016. ”Kearifan Lokal dalam Pembangunan Kompleks Candi Gunung Kawi”. Forum Arkeologi 29 (2): 105-116.

Edi Sedyawati. 2007. Budaya Indonesia Kajian Arkeologi, Seni dan Sejarah. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Fontein, Jan., Setyawati Suleman dan R Soekmono. 1972. Kesenian Indonesia Purba. New York: Franklin Book Program.

Geria, I Made. 2006. Kajian Arkseologi Landskap Tantangan ke Depan dalam Pelestarian Warisan Budaya di Bali. Forum Arkeologi 19 (1): 8-18.

Ginarsa, Ketut. 1961. Prasasti Baru Raja Marakata, Dalam Bahasa dan Budaya, No.I/2 Th.IX Djakarta. 3-17.

Goris, R. 1948. Sejarah Bali Kuna. Singaraja: Percetakan Bali.

Kempers, A.J. Bernet. 1960. Bali Purbakala, Petunjuk Tentang Peninggalan-peninggalan Purbakala di Bali. Jakarta: Penerbit Balai Buku Ichtiar.

Kempers, A.J.Bernet. 1977. Monumental Bali, Introduction to Balinese Archaeology Guide to the Monuments. Van Goor Zonen, Den Haag.

Koentjaraningrat. 2004. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia.

Kramrisch, Stella. 1946. The Hindu Temple. (Vol I) Calcutta. University of Calcutta.

Mantra, Ida Bagus.1963. Pidato Ilmiah Dies Natalis (Piodalan I) Universitas Udayana 29 September 1963. Kala Werta. Denpasar.

Mulyana, Selamet. 1953. Negara Krtagama. Jakarta: Siliwangi NV.

Mulyana, Selamet. 2006. Tafsir Sejarah Nagara Kretagama. Yogyakarta: PT.LKiS Printing Cemerlang

Parmono, Atmadi. 1979. Beberapa Patokan Perancangan Bangunan Candi. Pelita Borobudur, seri C, No.2. Proyek Pemugaran Candi Borobudur.

Puslit Arkenas (Pusat Penelitian Arkeologi Nasional). 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Saraswati, A.A. Ayu Oka. 2002. Pemesuan. Jimbaran: Universitas Udayana.

Soekmono. 1974. “Candi, Fungsi dan Pengertiannya.” Disertasi. Universitas Indonesia. Jakarta.

Soekarto, K. Atmodjo. M. M. 1972. Struktur Pemerintahan dan masyarakat jaman Anak Wungsu. Kertas kerja Panitia Penyusunan Buku Standar Sejarah Nasional Indonesia.

Stutterheim, W.F. 1929. Oudheden van Bali. Singaraja: Texs, Uitgegeven Door de Kertya Liefrencle Van Der Tuuk.

Sunarya, I Nyoman et al, 2019. “Penelitian Hidro- Arkeologi DAS Pakerisan-Petanu Kabupaten Gianyar: Kajian Terhadap Pola Penempatan Bangunan Suci”. Laporan Penelitian Arkeologi. Balai Arkeologi Bali, Denpasar.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v33i1.520

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.