RELIEF JAMBANGAN BUNGA DI PURA PUSEH KANGINAN CARANGSARI DESA CARANGSARI, KECAMATAN PETANG, KABUPATEN BADUNG STUDI ARKEOLOGI-RELIGI

I Nyoman Rema

Abstract


In the temple of Puseh Kanginan there is building components one of which is a relief of vase fl owers. This relief is becoming very attractive to author because it resembles a relief of kalpataru which were found many at temples in Java, such as Prambanan and Borobudur. There are two problems raised in this study, namely the identity of relief of vase fl owers, and its meaning. This study uses two theories; they are theory of religion and cultural ecology theory. Those theories were used to reveal the religious aspects and the role of the relief in the hopes of its creators and the community to adapt and maintain the environment. The study was a qualitative research.The datawere collected by observation and literature study. Data were analyzed descriptively and qualitatively, with the process of data reduction, presentation of data, and drawing conclusions. In the fi nal stage after data analysis, it was conducted the presentation of data according to the problems. So it can be seen that the relief of fl ower vase at Pura Puseh Kanginan, Carangsari village, Petang District, Badung regency, in terms of its characteristics is the Kalpataru relief. Meaning contained in it is a symbol of life, the purity and balance of the universe. In addition, this tree is also known as the banyan tree, as well as a symbol of purity, which is used as a means of spiritual purifi cation ceremony in Bali (atma wedana).

 

Di Pura Puseh Kanginan terdapat komponen bangunan salah satu diantaranya adalah relief jambangan bunga. Relief ini menjadi sangat menarik bagi penulis karena relief ini menyerupai relief kalpataru yang banyak terdapat pada candi di Jawa, seperti Prambanan dan Borobudur. Ada dua permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu mengenai identitas relief jambangan bunga tersebut, dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan dua teori yaitu teori religi dan teori ekologi budaya, yang digunakan untuk mengupas aspek religi dan peran relief tersebut dalam harapan masyarakat penciptanya dalam beradaptasi dan menjaga lingkungannya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif ; sumber data dikumpulkan secara observasi dan kepustakaan. Anaalisis data dilakukan secara deskriptif-kualitatif, dengan proses ; reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Pada tahap akhir setelah analisis data, dilakukan penyajian data, sesuai dengan permasalahan yang diajukan. Jadi dapat diketahui bahwa relief jambangan bunga yang terdapat di Pura Puseh Kanginan, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, dilihat dari segi ciri-cirinya adalah relief kalpataru. Makna yang terkandung di dalamnya adalah simbol kehidupan, kesucian dan keseimbangan alam semesta. Di samping itu pohon ini juga dikenal dengan banyan dan beringin, juga sebagai simbol kesucian, yang dipakai sebagai sarana upacara penyucian roh di Bali (atma wedana).


Keywords


Relief; Jambangan Bunga; Kalpataru; Gunung Mahameru; Beringin

Full Text:

PDF

References


Abrams, M. H. 1981.A Glossary of Literary Terms, Fourth Edition. New york; Holt, Rinehart and Winston.

Anggono, Toha. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Terbuka.

Astawa, A.A Gde Oka. 2000. Kayonan Pada Relief Yeh Pulu, Tinjauan Bentuk dan Fungsi, dalam Forum Arkeologi. Denpasar : Balai Arkeologi Denpasar.

Bagus, A.A. Gde.2008. Pelestarian Daerah Aliran Sungai Pakerisan Perspektif Lingkungan. dalam Forum Arkeologi. III. Hal. 63-91. Denpasar : Balai Arkeologi Denpasar.

Bondan, Molly. 1982. Candi In Central Java Indonesia. Jakarta : P.T. Jayakarta Agung Offset.

Bosch,F.D.K., 1984. De Gouden Kiem. Inleiding in de indische Simboliek, Elseiver, Adam.

Denzin, Norman K dan Yvonnas S. Loncoln.2009. Han book of Qualitative Research. Penerjemah Daryatno,dkk. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dwijendra, Ngakan Ketut Acwin, 2008. Arsitektur Bangunan Suci Hindu, Berdasarkan Asta Kosala-kosali. Denpasar : Udayana University Press.

Fernandus, Johanes dkk., 2003. Alat Musik Jawa Kuno. Yogyakarta : Yayasan Mahardhika.

Gelebet, I Nyoman, dkk. 2002. Arsitektur Tradisional Daerah Bali. Badan Pengembangan Kebudayaan dan pariwisata Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya Bagian Proyek Pengkajian dan Pemanfaatan Sejarah dan Tradisi Bali, Denpasar.

Grolier. 1996. Indonesian Heritage. Jakarta : Pt. Jayakarta Agung Offset.

http://id.wikipedia.org/wiki/Karmawibhangga

http://hurahura.wordpress.com/2010/11/11/ sepintas-konsep-kalpataru/

http://imtaq.com/kalpataru-lambang-pohonkehidupan/

http://borobudur yogyes com/id/see-and-do/ museum/kamarwibhangga/

http://diarythebatboys.blogspot.com/2009/08/ keajaiban-dunia.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Borobudur

http://journal.unnes.ac.id/index.php/imajinasi/ article/view/1363

Kaelan, H. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan Untuk Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Paradigma.

Kempers, A.J. Bernet, 1959. Ancient Indonesia Art, Amsterdam.

---------------, 1975. Ageless Borobudur. Servire/ Wassenaar.

Koentjaraningrat,1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta : Universitas Indonesia.

---------------(Ed)., 1997. Metode-Metode Penelitian Masyarakat Edisi Ketiga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kramrisch, Stella. 1976. The Hindu Temple, volume II. Montilal Banarsidass, Delhi.

Linggih, I Nyoman, 2005. Fenomena Simbol dalam Budaya Hindu di Bali, dalam Pangkaja. V. Hal. 82. Denpasar : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Lombard, Denys, 2000. Nusa Jawa : Silang Budaya, Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, Lexy. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muhadjir, Noeng. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi IV.Yogyakarta: Rake Sarasin.

Mulyana, Dedi. 2000. Metode Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Ngurah, I Gusti Made. 2008. I Gusti Bagus Sugriwa sebagai Tokoh Agama (makalah dalam memperingati 108 ulang tahun Sugriwa dalam rangka penggalian Pemikiran Sugriwa).

Poerwanto, Hari. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Pradopo,Rachmat Djoko. 1994. Penelitian Sastra dengan Pendekatan Semiotik dalam Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta : PT Hanindita.

Proyek Peningkatan Penelitian Arkeologi Jakarta. 2001. Peningkatan Apresiasi Masyarakat terhadap Nilai-nilai Sumber Daya Arkeologi, Bedugul, 14-17 Juli, 2000: Proceedings EHPA. Jakarta: Proyek Peningkatan Penelitian Arkeologi Jakarta.

Rajendra, I Gusti Ngurah Anom. 2012. Ornamen-ornamen Bermotif Kedok Wajah dalam SenArsitektur Tradisional Bali. Dalam Forum Arkeologi. II. Hal. , Denpasar : Balai Arkeologi Denpasar.

Ratna, I Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Redig, I Wayan, 2004. Lingga dan Siwa, Kaitannya dengan Gunung Agung di Bali, dalam Jurnal Kajian Budaya. 1. Hal. 83- 88. Denpasar : Program S2 dan S3 Kajian Budaya Universitas Udayana.

Soekmono, 1974. Candi Fungsi dan Pengertiannya. Disertasi. Universitas Indonesia, Jakarta.

Strauss, Anselm & Juliet Corbin. 2003. Dasar- Dasar Penelitian Kualitatif. Tatalangkah dan Teknik-teknik Teoritisasi Data. Penerjemah Shodiq & Imam Mutagien. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: ALFABETA

Surada, I Made, 2007. Kamus Sanskerta - Indonesia. Surabaya : Paramita.

Teeuw. A., 1988. Sastra dan Ilmu Sastra. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Tim Penulis. 2011. 100 Tahun Pemugaran Candi Borobudur. Jakarta : Direktorat Tinggalan Purbakala, Direktorat Jendral Sejarah dan Purbakala, dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Tim Penyusun. 1978. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar : Dinas Pengajaran Propinsi Daeran Tingkat I Bali.

Tim Penyusun. 1988. Kamus Kawi-Bali. Denpasar : Dinas Pendidikan Dasar Propinsi Daerah Tingkat I Bali.

Tim Penyusun. 1991. Candi Wisnu Dahulu dan Sekarang. Yogyakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan, Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tim Redaksi, 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga. Jakarta : Balai Pustaka.

Titib, I Made. 2003. Teologi dan Simbol- Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya : Paramita.

Wijaya, A.A. Ngurah Prima Surya, 2007. Kamus Nama-Nama Sanskerta Indonesia. Surabaya : Paramita.

Winaya, Pande Ketut Kaca, 2005. Pidarta Basa Bali. Denpasar : Yayasan Sanggar Seni Dananjaya dan Perpustakaan Agama Hindu Denpasar.

Zoetmulder, P.J., 1994. Sekar Sumawur. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

-----------------, dan Robson. S.O., 2006. Kamus Jawa Kuna Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v25i2.484

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.