JEJAK PERMUKIMAN DI SITUS TAMBORA DAN SEKITARNYA: PERSPEKTIF GEOMORFOLOGI

I Putu Yuda Haribuana

Abstract


This research aims to find archaeological remains at the Tambora site along with geomorphological aspects approach. Excavation conducted to obtain archaeological data and the survey to identify landforms and geomorphological aspects that indicate as a settlement center. The results of excavations found ecofact and artifacts contained in the layer prior to the 1815 eruption. Through the survey method, an indication of surface findings in the form of broken pottery found in volcanic landform with steep - angled slopes geomorphic unit. On coastal volcanic landform with angled slopes unit, there are indications in the form of water springs which is used to irigate rice paddy fields. From these findings can be concluded that there are indications of settlement centers at three points on Tambora mountain region, Pekat - Sori Sumba and Mpode zone.

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tinggalan arkeologi yang terdapat di itus Tambora dengan pendekatan aspek geomorfologi. Metode ekskavasi dan survei dilakukan untuk mendapatkan data arkeologi dan survei dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk lahan dan aspek geomorfologi yang mengindikasikan situs Tambora dan sekitarnya sebagai suatu area permukiman. Dari hasil ekskavasi ditemukan ekofak dan artefak yang terkandung dalam lapisan tanah sebelum terjadinya letusan tahun 1815. Melalui metode survei di sekitar kawasan gunung Tambora, didapatkan indikasi temuan permukaan berupa pecahan gerabah pada bentuk lahan vulkanik satuan geomorfologi lereng miring-curam. Pada bentuk lahan vulkanik pantai satuan geomorfologi lereng miring terdapat indikasi berupa mata air dan sebagian lahan yang dimanfaatkan sebagai persawahan. Dari temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa indikasi area permukiman terdapat di tiga titik pada kawasan gunung Tambora, yaitu zona Pekat-Sori Sumba dan zona Mpode.


Keywords


Arkeologi Permukiman, Tambora, Geomorfologi

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2012. Pusat Peradaban di Pulau Sumbawa: Perkembangan Hunian dan Budaya Penelitian Peradaban Islam dan Kolonial di Wilayah Sanggar dan Tambora, Bima. Laporan Penelitian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Denpasar: Balai Arkeologi.

Bernice, de Jong Boers, B. 1995. Mount Tambora in 1815: A Volcanic Eruption in Indonesia and its Aftermath (60).

Butzer, K.W. 1982. Archaeology as Human Ecology. New York: Cambridge University Press.

Clarke, D.L. 1977. Spatial information in archaeology In D.L.Clarke (ed.) Spatial Archaeology. New York: Academic Press.

Fisher R.V, H.V Schmincke. 1984. Pyroclastic Rock, New York: Mc Graw Hill Book Company.

Geria, I Made. 2008. Peradaban yang Terkubur di Situs Tambora. Berita Penelitian Arkeologi. Denpasar: Balai Arkeologi.

____________, 2010. Peradaban Tambora dalam Perspektif Ekologi. Forum Arkeologi. 23 (1) : 83-107.

Hamilton, Warren. 1979. Tectonics of the Indonesian Region. Departemen Pertambangan, United States Agency for International Development. sumber: www.books.google .co.id. Diakses 20-3-2013.

Sigurdsson, H.,Carey, S. 1983. Plinian and co-Ignimbrite Tephra Fall from The 1815 Eruption of Tambora Volcano. Bulletin of Volcanology 51 (4): 243-270.

Zuidam, Van, R.A & Van Zuidam-cancelado, F.I. 1979. Terrain analysis and classification using acrial photographs. Ageomorphological approach. ITC Textbook of photo-interpretation 7 (6): 185-205.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v26i2.38

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.