JEJAK PERADABAN ISLAM DI SITUS DOROBATA, KABUPATEN DOMPU, NUSA TENGGARA BARAT

I Wayan Sumerata

Abstract


The process of Islamisation in Dompu was started since the collapse of Majapahit Kingdom. Archaeological data showed that traders coming from the Kingdom of Gowa, Makassar had spread Islam through trade channels. Evidences of the spread of Islam in Dompu can be seen from the ancient tombs, scattered in the region of West Nusa Tenggara. Those tombs are very important artefacts in order to know the process and the influence of Islam in the early spread. Some of the artifacts refering to the influence of Islam are found in Dorobata Site. The data were collected through excavation method, survey, and interviews with descriptive-qualitative analysis, supported by morphological and comparative analysis. The finds of this research are gravestones and sepulcher which is the evidence of burial in Dorobata. The decoration of the gravestone influenced by Bugis-Makassar culture, combined with the previous culture.

 

Proses Islamisasi di Dompu dimulai sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit. Data arkeologi menunjukan para pedagang yang berasal dari Kerajaan Gowa, Makassar telah menyebarkan Islam melalui jalur perdagangan. Bukti-bukti penyebaran Islam di Dompu dapat dilihat dari makam-makam kuno yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat. Makam ini menjadi artefak yang sangat penting untuk mengetahui proses dan pengaruh Islam pada masa awal penyebarannya. Beberapa artefak yang merujuk ke arah itu ditemukan di Situs Dorobata. Pengumpulan data menggunakan metode ekskavasi, survei, dan wawancara dengan analisis deskriptif-kualitatif, serta ditunjang dengan analisis morfologi dan komparatif. Artefak yang ditemukan adalah nisan dan jirat kubur yang merupakan bukti adanya penguburan di Dorobata. Ragam hias nisan ini dipengaruhi budaya Bugis Makassar yang dipadukan dengan budaya sebelumnya.


Keywords


Islam, Makam, Nisan, Jirat, Dorobata.

Full Text:

PDF

References


Ambarawati, Ayu. 2009. “Tinggalan Arkeologi Hindu-Budha di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.” Forum Arkeologi, no. III (Oktober): 144-155.

Ambary, Hasan Muarif. 1991. Makam-makam Kesultanan dan Para Wali Penyebar Islam di Pulau Jawa. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

___________________. 1998. Menemukan Peradaban Arkeologi dan Islam di Indonesia. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional.

Azra, Azyumardi. 1994. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII, Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia. Bandung: Mizan.

Boers, Bernice de Jong dan Helius Sjamsuddin. 2012. Letusan Gunung Tambora 1815. Yogyakarta: Ombak.

Fadillah, Moh. Ali. 1999. Warisan Budaya Bugis di Pesisir Selatan Denpasar: Nuansa Sejarah Islam di Bali. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Hindarto, Imam. 2006. “Penataan Tata Ruang Makam Aermata Ibu di Bangkalan Madura.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Iswanto, Dedy. 2008. “Ragam Hias Nisan Pada Makam Seleparang di Desa Seleparang Lombok Timur.” Skripsi Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Mundardjito. 1980. “Pandangan Tafonomi Dalam Arkeologi: Penilaian Kembali Atas Teori dan Metode.” Makalah disampaikan dalam Acara Pertemuan Ilmiah Arkeologi II, Jakarta, 25- 29 Februari.

Rachman, H.M Fachrir. 2011. Islam di Bima Kajian Historis Era Kesultanan. Mataram: Alam Tara Learning Institut.

Renfrew, Colin dan Paul Bahn. 2000. Archaeology: Theories, Methods, and Practice. London: Thames & Hudson Ltd.

Sadzali, Asyhadi Mufsi. 2009. “Situs Makam Keramat Jirat Martuah, Desa Pagaranbira, Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padanglawas, Sumatra Utara.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Saleh, I.M. 1985. Sekitar Kerajaan Dompu. Dompu: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Dompu.

Schiffer. 1976. Behavioral Archaeology. London: Academic Press.

Suantika, I Wayan. 1997. “Ekskavasi Arkeologi di Situs Dorobata, Dompu, Nusa Tenggara Barat (tahap IV).” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

______________. 1997. “Dorobata: Sebuah Bukti Pengaruh Majapahit di Nusa Tenggara Barat.” Forum Arkeologi, no. I (November): 67-79.

Suantika, I Wayan, Ayu Ambarawati, dan Purusa Mahaviranata. 1994. “Ekskavasi Arkeologi di Situs Dorobata, Dompu, Nusa Tenggara Barat (tahap III).” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Suantika, I Wayan, Purusa Mahaviranata, A.A. Gde Oka Astawa, I Made Geria. 1991. “Ekskavasi Arkeologi di Situs Dorobata, Dompu, Nusa Tenggara Barat (tahap II).” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar.

Sumerata, I Wayan. 2014. “Ekskavasi Struktur Bangunan di Situs Dorobata, Kelurahan Kandai I, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar).

Soeryanto, H.R.M. Agus. 2013. Sejarah Kabupaten Dompu. Dompu: Pemerintah Kabupaten Dompu.

Tjandrasamita, Uka. 2009. Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta: Gramedia.

Tim. 2012. Pusat Peradaban di Pulau Sumbawa: Perkembangan Hunian dan Budaya. Penelitian Peradaban Islam dan Kolonial di Wilayah Sanggar dan Tambora. Denpasar: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Arkeologi Denpasar.

Utomo, Danang Wahyu. 2012. “Gresik: Sebuah Catatan Perjalanan Sejarah Islam.” Dalam Arkeologi Untuk Publik, disunting oleh Supratikno Rahardjo, 616-630. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Yatim, Othman Mohd. 1988. Batu Aceh Early Islamic Gravestones in Peninsular Malaysia. Kuala Lumpur: United Selangor Press.

Yulianto, Kresno. 1999. “Makam-Makam Kuno di Pemakaman Desa Klampok, Kabupaten Brebes Jawa Tengah.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i3.34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.