MEMBANGUN HIPOTESIS DARI PUNCAK KEBUDAYAAN AWAL HOLOSEN DAN NEOLITIK DI SUMATRA BAGIAN UTARA

Ketut Wiradnyana

Abstract


Reconstruction of early Holocene and Neolithic culture which covers technology, social, and religious aspect is often done partially, considering that the researches and the results obtained are very limited. This study aims to find out a specific description of technology, social, and religious aspects from early Holocene until Neolithic period which became the pinnacle of culture of the period mentioned in order to construct a hypothesis regarding to human adaptation. Those aspects can be identified through archaeological remains obtained from excavation. The analysis of artefact, ecofact, and feature was done through morphology and technology analysis. Interpretation of data was done based on analogy with other similar finds which has the same period. Those approaches will show information regarding to the pinnacle of culture from each period in order to generate a synthesis and renew the old concept. The result of this study is a hypothesis regarding to human adaptation toward their environment in order to fulfil their needs of food and religion.

 

Rekonstruksi budaya masa awal Holosen dan Neolitik yang meliputi aspek teknologi, sosial dan aspek religi kerap tidak lengkap, mengingat penelitian dan hasil yang didapatkan masih sangat terbatas. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui gambaran spesifik unsur teknologi, sosial, dan religi dari masa awal Holosen hingga Neolitik yang merupakan keunggulan budaya masa lalu untuk membangun hipotesis mengenai adaptasi antarmanusia dan lingkungan. Aspek tersebut dihasilkan dari serangkaian ekskavasi, dengan mengidentifikasi aspek morfologi dan teknologi artefak, ekofak, dan fitur, untuk selanjutnya dilakukan analisa. Interpretasi atas data awal tersebut didasarkan juga atas analogi dengan temuan sejenis pada periode sezaman. Metode tersebut menghasilkan berbagai informasi puncak kebudayaan pada setiap periode yang akhirnya menghasilkan sintesa untuk memperbarui konsep lama. Kajian ini menghasilkan hipotesis yang berkaitan dengan adaptasi manusia terhadap lingkungan dalam memenuhi kebutuhan pangan dan religinya.


Keywords


Awal Holosen, Neolitik, Teknologi, Sosial, Religi.

Full Text:

PDF

References


Angrosino, Michel. 2011. ”Menempatkan Ulang Observasi ke Dalam Konteks: Etnografi, Pedagogi, dan Prospeknya Bagi Agenda Politik Progresif.” Dalam The Sage Handbook Qualitative Research 2, disunting oleh Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln, 86-114. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan IndoMalaysia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

_____________. 2006. “Austronesian Prehistory in Southeast Asia: Homeland, Expansion and Transformation.” Dalam Austronesians Historical and Comparative Perspectives, disunting oleh Peter Bellwood, James J. Fox, dan Darrell Tryon, 103-118. Canberra: ANU E Press.

Boedhisampurno, S. 1985. “Kerangka Manusia dari Bukit Kelambai, Stabat, Sumatra Utara.” Dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi III. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Boedhisampurno, S. dan S.J. de Filippis. 1991. “Pertanggalan Radiokarbon dari 4 Situs Arkeologi.” Makalah disampaikan dalam Seminar Analisis Hasil Penelitian Arkeologi, Kuningan, 10-16 September.

Charmaz, Kathy. 2011. ”Grounded Theory pada Abad XXI.” Dalam The Sage Handbook Qualitative Research 1, disunting oleh Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln, 547-580. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Coon, C.S. 1962. The Origin of Races. London: Jonathan Cape.

Forestier, Hubert. 2007. Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu: Prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Timur. Jakarta: Gramedia.

Hall, D.G. 1960. A History of South-East Asia. London: Macmillan and Co. Ltd.

Hurgronje, Snouck C. 1996. Gayo Masyarakat dan Kebudayaannya Awal Abad ke-20. Diterjemahkan oleh Hatta Hasan Aman Asnah. Jakarta: Balai Pustaka.

Jacob, T. 1967. Some Problems Pertaining to The Racial History of The Indonesian Region. Uttrecht: Drukkerij Neerlandia.

Koentjaraningrat. 1987. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia.

Kuper, Adam. 1996. Pokok dan Tokoh Antropologi, Mashab Inggris Modern. Jakarta: Bhatara.

Majid, Zuraina. 2005. “The Excavation and Analysis of The Perak Man Buried in Gua Gunung Runtuh, Lenggong, Perak.” Dalam The Perak Man and Other Prehistoric Skeletons of Malaysia, disunting oleh Zuraina Majid, 1-32. Pulau Pinang: Universiti Sains Malaysia.

Saidin, Mokhtar. 2012. From Stone Age to Early Civilisation in Malaysia. Pulau Pinang: Universiti Sains Malaysia.

Scheurich, James Joseph dan Kathryn Bell McKenzie. 2011. “Metodologi Foucault, Arkeologi dan Genealogi.” Dalam The Sage Handbook of Qualitative Research 2, disunting oleh Norman K. Denzin dan Yvonna S. Lincoln, 217-247. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Soejono, R.P. dan R.Z. Leirissa, eds. 2007. Zaman Prasejarah di Indonesia. Jilid I dari Sejarah Nasional Indonesia. Edisi pemutakhiran. Jakarta: Balai Pustaka.

Soekmono, R. 1988. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta: Kanisius.

Syam, Nur. 2007. Mazhab-Mazhab dalam Antropologi. Yogyakarta: LKiS.

White, Hayden. 2007. “Sebuah Pengantar untuk Mendekati Foucault.” Dalam Order of Thing: Arkeologi Ilmu-Ilmu Kemanusiaan. Yoyakarta: Pustaka Pelajar.

Wiradnyana, Ketut. 2011. Prasejarah Sumatra Bagian Utara: Kontribusinya Pada Kebudayaan Kini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

________________. 2012. “Sebaran Sumatralith sebagai Indikasi Jarak dan Ruang Jelajah Pendukung Hoabinhian.” Sangkhakala 15 (2): 204-223.

Wiradnyana, Ketut dan Taufiqurrahman Setiawan. 2011. Gayo Merangkai Identitas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i3.31

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.