KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBANGUNAN KOMPLEKS CANDI GUNUNG KAWI

A.A Gde Bagus, Hedwi Prihatmoko

Abstract


Gunung Kawi Temple is one of the most monumental archaeological remains in Bali, originating from the 10th to 11th century. This study aims to determine the values of local wisdom of ancient Balinese society related to the construction and presence of Gunung Kawi Temple. Data were collected through literature study and observation. Analysis was conducted through qualitative approach using data integration and explanation based on theory. Explanation is presented in narrative text. The results of this study indicate that the construction using the concept of cliff temple is an adaptation to address the limitations of geographical features and material resources. This adaptation is a form of ancient Balinese society local wisdom. This local wisdom is also reflected on the environmental preservation value which is related to the function of Gunung Kawi Temple as a religious sacred building.

 

Kompleks Candi Gunung Kawi merupakan salah satu tinggalan arkeologi paling monumental di Bali yang berasal dari abad ke-10 sampai 11 Masehi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilainilai kearifan lokal masyarakat Bali Kuno yang terkait dengan pembangunan dan keberadaan Kompleks Candi Gunung Kawi. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan dan observasi. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan pengintegrasian data dan memaparkan simpulan-simpulan berdasarkan teori. Pembahasan kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pembangunan dengan konsep candi tebing merupakan bentuk adaptasi dalam menyikapi keterbatasan geografi dan sumber bahan baku. Adaptasi tersebut merupakan salah satu wujud kearifan lokal masyarakat Bali Kuno. Kearifan lokal tercermin juga dari nilai pelestarian lingkungan yang terkait dengan fungsi Kompleks Candi Gunung Kawi sebagai bangunan suci keagamaan.


Keywords


Gunung Kawi; Candi Tebing; Kearifan Lokal; Adaptasi; Pelestarian Lingkungan

Full Text:

PDF

References


Acharya, Prasanna Kumar. 1934a. Architecture of Manasara: Translated from Original Sanskrit. Vol. 4. New Delhi: Munshiram Manoharlal Publishers Pvt. Ltd.

_____________________. 1934b. Indian Architecture: According to Manasara- Silpasastra. London: Oxford University Press.

Ardana, I Gusti Gede, I Gusti Putu Darsana, I Gusti Ayu Surasmi, Anak Agung Rai Wiryani, I Gede Semadi Astra, dan I Wayan Ardika. 1984. Pemerintahan Raja Udayana di Bali. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Ardika, I Wayan, I G.N. Tara Wiguna, I Ketut Setiawan, dan I Nyoman Wardi. 2013. ”Sejarah Bali Kuno.” Dalam Sejarah Bali: dari Prasejarah hingga Modern, disunting oleh I Wayan Ardika, I Gde Parimartha, dan A. A. Bagus Wirawan, 105-257. Denpasar: Udayana University Press.

Astawa, Anak Agung Gde Oka. 2003. ”Tinjauan Arsitektur Candi Wasan, Desa Canggi, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.” Dalam ”Wasan dalam Lintasan Sejarah Bali Kuna,” disunting oleh I Made Sutaba, edisi khusus, Forum Arkeologi, no. 1: 25-40.

Astra, I Gde Semadi. 2002. “Lembaga Pemerintahan Tingkat Pusat pada Masa Gunapriyadharmapatni-Dharmodayana Warmadewa.” Humaniora XIV (2): 127-136.

Bagus, A. A. Gde. 2007. ”Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pakerisan di Kabupaten Gianyar.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar).

Boner, Alice dan Sadasiva Rath Sarma. 1966. Silpaprakasa: Medieval Orissan Sanskrit Text on Temple Architecture. Leiden: E. J. Brill.

Bose, Nirmal K. 1932. Canons of Orissan Architecture. Calcutta: Prabasi Press.

Brown, Percy. 1959. Indian Architecture: Buddhist and Hindu Periods. Bombay: D. B. Taraporevala Sons & Co.

Ginarsa, I Ketut. 1961. ”Prasasti Baru Raja Marakata.” Bahasa dan Budaya IX (1 dan 2): 3-17.

Goris, Roelof. 1954. Prasasti Bali. 2 Vols. Bandung: N.V. Masa Baru.

___________. 1957. ”Dinasti Warmadewa dan Dharmawangsa di Pulau Bali.” Bahasa dan Budaya V (3): 18-31.

Gunawarman, Anak Agung Gede Raka. 2013. ”Kajian Proporsi pada Candi Tebing Gunung Kawi di Tampaksiring, Gianyar.” Tesis, Program Studi Arsitektur, Program Pascasarjana, Universitas Udayana.

Hadiwidjojo, M.M. Purbo. 1971. Peta Geologi Lembar Bali. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Kaplan, David. 2002. Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kempers, A.J. Bernet. 1960. Bali Purbakala: Petundjuk Tentang Peninggalan Purbakala di Bali. Jakarta: Ichtiar.

Kramrisch, Stella. 1976. The Hindu Temple. 2 Vols. Delhi: Motilal Banarsidass.

Miles, Matthew B. dan A. Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: UI Press.

Mundardjito. 2002. Pertimbangan Ekologis Penempatan Situs Masa Hindu-Buddha di Daerah Yogyakarta. Jakarta: Wedatama Widya Sastra / École Française d’Extrȇme- Orient.

Soekmono. 2005. Candi: Fungsi dan Pengertiannya. Jakarta: Jendela Pustaka.

Srijaya, I Wayan. 2014. ”Jejak Tinggalan Arkeologi Raja Udayana di Bali.” Dalam Raja Udayana Warmadewa, disunting oleh I Ketut Ardhana dan I Ketut Setiawan, 43-91. Gianyar: Pemerintah Kabupaten Gianyar / Pusat Kajian Bali Universitas Udayana.

Suantika, I Wayan. 1989. ”Segara Gunung, Hubungannya dengan Bangunan Suci di Bali.” Dalam Proceedings Pertemuan Ilmiah Arkeologi V: II.A. Kajian Arkeologi Indonesia, disunting oleh Noerhadi Magetsari, Bambang Sumadio, Nurhadi, Hariani Santiko, dan R.P. Soejono, 319-333. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

_______________. 2010. ”Sisa-Sisa Candi Hindu di Pura Candi Mas, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.” Forum Arkeologi XXIII (3): 425-452.

Suarbhawa, I Gusti Made. 2014. ”Kearifan Pengelolaan Lingkungan pada Zaman Raja Udayana.” Dalam Raja Udayana Warmadewa, disunting oleh I Ketut Ardhana dan I Ketut Setiawan, 314-328. Gianyar: Pemerintah Kabupaten Gianyar / Pusat Kajian Bali Universitas Udayana.

Sumadio, Bambang. 1975. Jaman Kuna. Jilid II dari Sejarah Nasional Indonesia. Disunting oleh Sartono Kartodirdjo, Marwati Djoened Poesponegoro, dan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Wiguna, I Gusti Ngurah Tara. 1990. ”Prasasti Blanjong Sanur: Suatu Kajian Epigrafi.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

________________________. 2009. Hak-Hak atas Tanah pada Masa Bali Kuno Abad X-XI Masehi. Denpasar: Udayana University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i2.186

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.