MENGGALI MAKNA DRWYAHAJI DAN BUÑCANGHAJI BERDASARKAN DATA PRASASTI BALI KUNO

Ni Ketut Puji Astiti Laksmi

Abstract


The data contained in the inscription is about payment or submission of King’s right in the form of material (drwyahaji) and right to collect service from people in the form of labor (buncanghaji). This research aims to know the background and meaning of drwyahaji submission and buncanghaji implementation by Old Balinese people, both as personal and member of society. This research uses qualitative approach by understanding the phenomenon experienced by the research object. The research object is people in the past so that the phenomenon of concern is behaviour, perception, motivation, action, and so on. Explanation was done holistically through description in the form of words and language, in a specific natural context and using some scientific methods. This research shows that drwyahaji was not only dedicated to The King but also to the officials and holy building. In addition, drwyahaji submission to the holy building was found before submission to The King and officials. Drwyahaji and buncanghaji were not only considered as burden because of basic reason behind drwyahaji submission and buncanghaji implementation was an expression of gratitude to God.

 

Beberapa data yang terkandung dalam prasasti adalah data tentang pembayaran atau penyerahan hak raja berupa materi (drwyahaji) dan hak memungut jasa dari rakyat berupa tenaga kerja (buncanghaji). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang dan makna tindakan masyarakat Bali Kuno dalam penyerahan drwyahaji dan pelaksanaan buncanghaji, baik secara pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memahami fenomena yang dialami oleh objek penelitian. Objek yang dimaksud adalah masyarakat masa lampau sehingga fenomena yang menjadi perhatian meliputi perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. Eksplanasi dilakukan secara holistik melalui deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah, dan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Penelitian ini menunjukkan bahwa drwyahaji bukan saja dipersembahkan kepada raja, tetapi juga kepada para pejabat dan bangunan suci, bahkan penyerahan drwyahaji kepada bangunan suci lebih dulu ditemukan sebelum adanya penyerahan kepada raja dan pejabat. Drwyahaji dan buncanghaji tidak semata-mata dianggap beban oleh rakyat karena alasan mendasar dibalik penyerahan drwyahaji dan pelaksanaan buncanghaji adalah ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.


Keywords


Prasasti; Drwyahaji; Buncanghaji; Latar Belakang; Makna

Full Text:

PDF

References


Ardika, I Wayan dan N.L. Sutjiati Beratha. 1998. “Perajin pada Masa Bali Kuna Abad IXXI.” Laporan Penelitian, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Denpasar.

Astra, I Gde Semadi. 1997. “Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno abad XII-XIII: Sebuah Kajian Epigrafis”. Disertasi, Jurusan Arkeologi, Fakultas sastra, Universitas Gadjah Mada.

Boechari, M. 1981. “Ulah para Pemungut Pajak di dalam Masyarakat Jawa Kuno,” dalam Majalah Arkeologi IV (1/2): 67-87.

Foucault, Michel. 1977. Discipline and Punishment: The Birth of Prison. Diterjemahkan oleh Alan Sheridan. London-Worcester: Billing & Sons.

Heine-Geldern, Robert. 1982. Konsepsi Tentang Negara dan Kedudukan Raja di Asia Tenggara. Jakarta: Rajawali Press.

Goris, R. 1948. Sejarah Bali Kuna. Singaraja.

_______. 1954. Prasasti Bali I. Bandung: NV. Masa Baru.

_______. 1974. Sekte-Sekte di Bali. Diterjemahkan oleh P.S. Kusumo Sutojo. Jakarta: Bhratara.

Groeneveldt, W.P. 1960. Historical Notes on Indonesia & Malaya: Compiled from Chinese Sources. Jakarta: Bhratara.

Mardiwarsito, L. 1981. Kamus Jawa Kuno (Kawi)- Indonesia. Jakarta: Nusa Indah.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2012. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Kencana.

Santosa, Ida Bagus. 1965. “Prasasti-Prasasti Radja Anak Wungsu di Bali.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Spiro, Melford E. 1977. “Religion: Problems of Definition and Explanation.” Dalam Antropological Approaches to The Study of Religion, disunting oleh Michail Banton, 85- 126. London: Travistock Publications.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i2.184

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.