BENTUK DAN TEKNOLOGI GERABAH DI SITUS DELUBANG DAN TOROAN PULAU MADURA

Khadijah Thahir Muda

Abstract


Pottery has given impact both on people’s lives in the past, ranging from prehistoric time to the present. This research aims to reveal cultural aspects of people in the past such as social, economic, art, religion, language and behavior. The data were collected through random sampling method, then analized typologically refers to the formulation of E.Edward Mc.Kinnon in Buku Panduan Keramik (ceramic guide book). The finding of pottery fragments at Delubang and Toroan Site includes two types of textures namely coarse and fine pottery fragments. The parts of pottery are base, body, rim/lip which are parts of pots, jars and plates. The findings show technology which marked the beginning of neolithic culture at this site, reminiscent of the race Mongolid which regarded as a disseminator of culture of pottery in the area of Indonesia.

 

Gerabah telah memberikan pengaruh secara kompleks terhadap kehidupan masyarakat pada masa lalu, mulai dari masa prasejarah sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek-aspek budaya kehidupan manusia masa lalu seperti; sosial, ekonomi, seni, religi, bahasa dan pola tingkah laku. Pengumpulan data dengan menggunakan random sampling yang kemudian dianalisis secara tipologi mengacu pada rumusan E. Edward Mc.Kinnon dalam Buku Panduan Keramik. Temuan fragmen gerabah di Situs Delubang dan Toroan, meliputi dua jenis tekstur yaitu fragmen gerabah kasar dan halus. Jenis fragmen gerabah yang ditemukan adalah dasar, badan, tepian/bibir dengan bentuk yang bervariasi seperti periuk, tempayan, dan piring. Hal ini menunjukan teknologi yang menandakan dimulainya budaya neolitik pada situs ini, mengingatkan mengenai ras Mongolid yang dianggap sebagai penyebar budaya gerabah di wilayah Indonesia.


Keywords


Fragmen Gerabah; Delubang; Toroan; Neolitik

Full Text:

PDF

References


Atmosudiro, Sumijati. 1994. “Fragmen gerabah Prasejarah Di Liang Bua, Melolo, Dan Lewaleba: Tinjauan Teknologi Dan Fungsinya.” Disertasi, Universitas Gadjah Mada.

Belwood, Peter. 2000. Prehistory Of The Indo- Malaysian Archipelago. Revised Edition. Honolulu: University Of Hawai’i Press.

Soejono, R.P. 1991. Zaman Prasejarah di Indonesia. Jilid I dari Sejarah Nasional Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

____________2011. “Masa Berburu Dan Mengumpulkan Makanan Tingkat Sederhana.” Dalam Sejarah Nasional Indonesia I, Edisi Pemutakhiran disunting oleh R.P. Soejono, R.Z. Leirissa, 188. Jakarta: Balai Pustaka.

McKinnon, E. Edward. 1996. Buku Panduan Keramik. Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Simanjuntak, Truman., Retno Handini., dan Bagyo Prasetyo. 2004. Prasejarah Gunung Sewu. IAAI. Jakarta.

Simanjuntak, R. M. B. 2009. “Ragam Hias Sa Huynh-Kalanay padafragmen gerabah Situs Minanga Sipakko, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.” Skripsi, Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Simanjuntak, Truman. 2012. “Manusia Modern Awal, Perkembangan Budaya.” Indonesia dalam Arus Sejarah, 100-139. Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve.

Situmorang, R.I., D.A. Agustianto., dan M. Suparman. 1992. Geologi Lembar Waru- Sumenep, Jawa. Lembar : 1609 - 31608-6, 1709-1&1708-4. Skala: 1:100.000. Bandung: Pusat Penelitian Geologi Dan Sumberdaya Mineral.

Yuwono, J. Susetyo. Edy. 2005. “Mozaik Purba Gunung Sewu: Hipotesis Hasil Eksplorasi Gua-Gua Arkeologis Di Kecamatan Tanjungsari-Gunung Kidul.” Gunung Sewu Indonesiancave And Karst Journal 1 (1):40- 51.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i1.179

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.