TRANSFORMASI IDEOLOGI HARITI DI BALI

I Nyoman Rema

Abstract


Brayut legend is very popular in Bali. It is the legend of the conjugal life which had eighteen children. This legend is often associated with Hariti mythology, which also had many children. The purpose of this research is to determine the transformation of Hariti ideology in Bali. The result of this research is some varieties of media transformation of Hariti ideologi such as statues, folklore, legends, literary works such as poems about Brayut geguritan. Balinese people rarely know the name of Hariti. It is known that a family or a statue that has many children as Berayut. Nevertheless, the transformation of Hariti ideology from India to Bali, certainly not taken for granted, but adapted to the local culture of Balinese people. So, it really can be internalized and implemented in everyday life, in term of protection to children.

 

Legenda Brayut sangat populer di Bali, yakni legenda mengenai kehidupan suami-istri yang memiliki delapan belas anak. Legenda ini sering dikaitkan dengan mitologi Hariti, yang juga memiliki banyak anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui transformasi ideologi Hariti di Bali. Hasil penelitian ini berupa berbagai media transformasi ideologi Hariti seperti arca, cerita rakyat, legenda, karya sastra puisi berupa geguritan tentang Brayut. Masyarakat Bali jarang yang mengenal nama Hariti. Justru yang dikenal kalau menyinggung masalah keluarga atau arca yang banyak anak sebagai Berayut. Meskipun demikian, transformasi ideologi Hariti dari tanah India, hingga sampai ke Bali, tentu tidak diterima begitu saja, tetapi disesuaikan dengan budaya lokal masyarakat Bali. Dengan demikian, hal ini benar-benar dapat diinternalisasi dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, dalam hal perlindungan kepada anak.


Keywords


Hariti; Brayut; Kesuburan; Perlindungan; Anak

Full Text:

PDF

References


Al-Fayyadl, Muhammad. 2006. Derrida. Yogyakarta: PT. LKiS.

Ambarawati, Ayu. 2006. “Pemujaan Hariti di Bali.” Forum Arkeologi (1): 9-14.

Astawa, A.A. Oka. 2007. Agama Budha di Bali. Denpasar: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi Denpasar.

Astra, I Gede Semadi. 2012. “Bali Masa Jayapangus.” Indonesia dalam Arus Sejarah. Hal 205-224. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bekerjasama dengan PT. Ichtiar Baru van Hoeve.

Ardika, I Wayan, I Gde Parimartha, dan A.A. Bagus Wirawan (eds). 2013. Sejarah Bali. Denpasar: Udayana University Press.

Boedhijono, S. Kusparyati, Hariani Santiko, Ratnaesih Maulana, Edhie Wuryantoro, dan Wanny Rahardjo. 2008. “Kehidupan Anak- Anak pada Masa Jawa Kuno Abad VIII-XV Masehi.” Makara, Sosial Humaniora. 12 (1): 39-55.

Candra, Lokesh. 1977. “An Indonesian Copper- Plate, Sanskrit Inscription Cum Drawing of Hariti.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde. Leiden: Brill, 133 (4): 466- 471.

Dalu, I Buyut. 2013. Satua Bali Men Brayut. Denpasar: CV. Kayumas Agung.

Dwiyanto, Djoko. 1989. “Pola Tata Letak Rumah Tradisional Bali dan Jawa.” Dalam Proceedings Pertemuan Ilmiah Arkeologi V: Kajian Arkeologi Indonesia, disunting oleh Noerhadi Magetsari, Bambang Sumadio, Nurhadi, Hariani Santiko, dan R.P. Soejono, 172-189. Jakarta: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Getty, Alice. 1962. The Gods of Northern Buddhism. Japan: Charles E. Tuttle Company.

Gupte, R.S. 1972. Iconography of the Hindus Buddhists and Jains. India: D.B. Taraporevala Sons & Co.Private LTD.

Kurniawan, I Putu Widhi. tt. Geguritan Burayut. Denpasar: Yayasan Dharma Pura.

Kuspariati, S. 1993. “Hubungan Saraswatì dan Hàriti di Bali, Kajian pada Prasasti Pejeng D-1013 Saka.” Laporan Penelitian, Fakultas Sastra-Universitas Indonesia, Jakarta.

Liebert, Gősta. 1976. Iconographic Dictionary of the Indian Religions Hinduism-Buddhism- Jainism. Leiden: E.J. Brill.

Lubis, Akhyar Yusuf. 2014. Postmodernisme, Teori dan Metode. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Norris, Christopher. 2009. Membongkar Teori Dekonstruksi Jacques Derrida, diterjemahkan oleh Inyiak Ridwan Muzir. Yogyakarta: Ar- Ruzz Media.

Pardana, Wayan. 2005. Kidung Panca Yadnya. Singaraja: Indrajaya.

Provincial Government of Central Java Indonesia. 1982. Candi in Central Java Indonesia. Semarang: Provincial Government of Central Java Indonesia.

Ramseyer, URS. 1977. The Art and Culture of Bali. Oxford: Oxford University Press.

Ritzer, George. 2008. Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Satyananda, I Made. 2015. “Pendidikan Karakter melalui Kearifan Lokal Masatua.” Jurnal Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional 22 (2): 209-222.

Sutaba, I Made. 2007. Sejarah Gianyar dari Jaman Prasejarah sampai Masa Baru-Modern. Gianyar: Pemerintah Kabupaten Gianyar, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Suteja, I Made Dharma. 2015. “Budaya dan Kemiskinan” Jnana Budaya 20 (2): 141-150.

Titib, I Made, Ni Ketut Sapariani. 2006. Keutamaan Manusia dan Pendidikan Budhi Pekerti. Surabaya: Paramita.

Vajrapani, Mpu Sri Dharmapala. 2013. Puja Parikrama Bauddha Kasogatan di Bali. Surabaya: Paramita.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i1.177

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.