BUKIT SIGUNTANG: PERANANNYA DALAM AGAMA BUDDHA PADA MASA KERAJAAN SRIWIJAYA

Retno Purwanti Nadeak

Abstract


Siguntang hill is one of the sites from Sriwijaya Kingdom period located in Palembang. Based on the findings of artifacts since the early 20th century, the experts believe that Siguntang hill is a religious site, particularly for Buddhism. Nevertheless, evidence in the form of religious buildings (temple) has not been found. Therefore, the purpose of this study is to prove that this is a religious site which played an important role during the Sriwijaya era. The data were collected through excavation and literature study. Data analysis was performed with the identification of archaeological remains, then associated with form and function. The results of the study are statues, inscriptions, chinese ceramic fragmenst which describe Siguntang Hill is the site of religious or whorship center, a Buddhist pilgrim center and a community center of Sriwijaya. In later times, the Siguntang Hill has a role as a place of origin of Malay kings and place of oath.

 

Bukit Siguntang merupakan salah satu situs masa Kerajaan Sriwijaya di Palembang. Berdasarkan temuan artefak sejak awal abad ke-20, para ahli berkeyakinan bahwa Situs Bukit Siguntang adalah situs keagamaan, khususnya Buddha. Namun demikian, bukti-bukti adanya bangunan keagamaan (candi) sampai saat ini belum ditemukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan Bukit Siguntang pada masa Kerajaan Sriwijaya berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan. Data dikumpulkan melalui kegiatan ekskavasi dan kajian pustaka. Analisis data dilakukan dengan identifikasi tinggalan arkeologi, kemudian dikaitkan dengan bentuk dan fungsinya. Hasil penelitian adalah arca, prasast, pecahan keramik Cina yang menggambarkan, bahwa Bukit Siguntang merupakan situs keagamaan atau pusat peribadatan, pusat penziarah agama Buddha dan pusat pertemuan masyarakat pada masa Kerajaan Sriwijaya. Pada masa kemudian,Bukit Siguntang memiliki peran sebagai tempat asal-usul raja-raja di Dunia Melayu dan tempat melakukan sumpah. 


Keywords


Bukit Siguntang; Peranan; Kerajaan Sriwijaya

Full Text:

PDF

References


Adhyatman, Sumarah. 1984. “Kunjungan ke Bukit Siguntang Palembang, Sumatera Selatan.” Amerta 8: 25-33.

Bronson, Bennet. 1973. Laporan Penelitian Arkeologi di Sumatera. Jakarta: Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional.

Bronson, Bennet dan Jan Wisseman. 1975. “An Archaeological survey in Sumatera.” Sumatera Research Bulletin 4 (1): 87-94.

______________. 1978. “Palembang as Sriwijaya: the lateness of early cities in southern Southeast Asia.” Asian Perspectives 19 (2): 220-239. The University Press of Hawaii.

Casparis, J.G.de. 1956. Selected Inscriptions from the 7th to the 9th Century, A.D. (Prasasti Indonesia II). Bandung: Masa Baru

Manguin, Piere-Yves. 2014. “Palembang dan Sriwijaya Hipotesis Lama, Penelitian Baru (Palembang Barat), dalam Kadatuan Sriwijaya. Edisi Revisi. Depok: Komunitas Bambu-EFEO-Pusat Arkeologi Nasional. (197-280).

McKinnon, E.E. 1979. “Spur-marked Yueh-tye sherds at Bukit Siguntang”, dalam JMBRAS 52 (2): 41-47.

Purwanti, Retno. 1995. “Perang Pada Masa Sriwijaya: Tinjauan terhadap Prasasti- Prasasti Abad VII Masehi.” Jurnal Penelitian Balai Arkeologi Bandung Nomor: 2/ November/1995: 98-103.

______________. 2013. “Temuan Struktur Bata Di Situs Bukit Siguntang.” Laporan Pendokumentasian. Balai Arkeologi Palembang (Tidak terbit).

Schnitger, F.M. 1937. The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill.

Sevenhoven, J. L. van. 1971. Lukisan Tentang Ibukota Palembang. Jakarta: Bhratara.

Soekmono, R. Dkk.,1985. “Beberapa Hasil Perjalanan.” Amerta 3 (37-50). Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Soeroso. 2014. “Laporan Singkat Penelitian Arkeologi Palembang.” Kerjasama Balai arkeologi Palembang dan Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Daerah Provinsi Sumatera Selatan (tidak terbit).

Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jambi. 1992. “Laporan Studi Teknis Situs Bukit Siguntang.” Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Wilayah Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu (Tidak terbit).

Suhaimi, Nik Hasan. 1979. “The Bukit Siguntang Buddha.” Dalam JMBRAS III (2): 38-39.

Suleiman, Satyawati. 1984. “Laporan Dari Indonesia.” Amerta 7 (3-13). Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

_______________. 1981. Sculpture of Ancient Sumatra. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Takakusu, J. 1896. A Record of Buddhist Religion as Practise in India and the Malay Archipelago (A.D. 671-695) by I-Tsing. Oxford: Hart.

Tim Penelitian Arkeologi Palembang.t.t. “Agama Buddha di Sriwijaya.” Dalam Himpunan Penelitian Arkeologi Palembang Tahun 1984- 1992, 221-230. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Belum terbit).

__________________. 1989. “Laporan Penelitian Arkeologi Palembang Tahap V/1989.” Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. (Belum terbit).

______________. 1992. “Himpunan Penelitian Arkeologi Palembang Tahun 1984-1992.“ Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. (Belum terbit).

Utomo, Bambang Budi. 1985a. “Penelitian Arkeologi di Daerah Lembah Sungai Musi, Palembang.” Dalam Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi II, 151-162.

Utomo, Bambang Budi 1985. “Karanganyar as a Srivijayan site: New Evidence for the study of settlement pattern of the Srivijayan period.” Dalam SPAFA Final Report Consultative workshop on Archaeological and Environmental Studies on Srivijaya, 273- 289. Bangkok: SPAFA Co-ordinating unit.

____________________. 1993. “Sriwijaya Di Palembang Sebagai Pusat Agama Buddha.” Dalam Sriwijaya dalam Perspektif Arkeologi dan Sejarah. B7-1—B7-10. Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Sumatera Selatan, 1993.

Wolters, O.W. 1986. “Restudying some Chinese writings on Srivijaya.” Indonesia 42: 1-41.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v29i1.176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.