SITUS DORO BENTE PADA BEKAS KERUCUT SINDER PETI-TABEH: KORIDOR BARU PENELUSURAN JEJAK KERAJAAN YANG HILANG

I Putu Yuda Haribuana

Abstract


Research in the area of Tambora has been done in several stages, but still not enough to identify the center of the buried kingdoms. The purpose of this research is to obtain the latest data outside the Tambora Site, but still within the region of Mount Tambora. Doro Bente Site is located in Sori Tatanga Village, Pekat District, Dompu Regency, West Nusa Tenggara. Data collection was done through survey and excavation, then analyzed using special, contextual, and comparative methods. The result of this research shows that there is a traditional stronghold and also a variety of artifacts found at this site. This suggests that the remains of Doro Tabeh cinder cone was once used as a refuge and temporary settlement.

 

Penelitian di kawasan Tambora telah dilakukan dalam beberapa tahap, tetapi belum cukup untuk mengidentifikasi pusat kerajaan yang terkubur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data terbaru di luar Situs Tambora, tetapi masih di dalam kawasan Gunung Tambora. Situs Doro Bente terletak di Desa Sori Tatanga, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dan ekskavasi, kemudian dianalisis dengan metode khusus, kontekstual, dan komparatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat benteng tradisional dan ditemukan juga berbagai artefak di situs ini. Hal ini menunjukkan bahwa bekas kerucut sinder Doro Tabeh pernah dijadikan sebagai tempat berlindung dan bermukim sementara.


Keywords


Kerajaan Tambora; Benteng; Berlindung.

Full Text:

PDF

References


Ardhana, I Ketut. 2005. Penataan Nusa Tenggara pada Masa Kolonial 1915-1950. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.

Fisher, Richard V. dan Hans-Ulrich Schmincke. 1984. Pyroclastic Rock. Berlin-Heidelberg: Springer-Verlag.

Geria, I Made. 2008. “Peradaban yang Terkubur di Situs Tambora.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar).

_____. 2009. “Jejak-Jejak Peradaban Tambora.” Forum Arkeologi, no. 3: 14-23.

_____. 2012. “Permukiman Tradisional Masyarakat Kesultanan Tambora.” Dalam Menyingkap Misteri Terkuburnya Peradaban Tambora, disunting oleh I Made Geria, 36-58. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Gertisser, R. dan S. Self. 2015. “The Great 1815 Eruption of Tambora and Future Risk Form Large-Scale Volcanism.” Geology Today 31 (4): 132-136.

Haribuana, I Putu Yuda. 2012. “Rangka Manusia Situs Tambora: Kajian Stratigrafi.” Dalam Menyingkap Misteri Terkuburnya Peradaban Tambora, disunting oleh I Made Geria, 77-94. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Kartadinata, M.N., A.R. Mulyana, E. Kriswati, dan N. Haerani. 2008. Peta Geologi Gunungapi Tambora Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Bandung: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Lapian, Adrian B. 2008. Pelayaran dan Perniagaan Nusantara Abad ke-16 dan 17. Depok: Komunitas Bambu.

Puslitbangarkenas (Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional). 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Cetakan Kedua. Jakarta: Puslitbangarkenas.

Schmid, Elisabeth. 1972. Atlas of Animal Bones. Amsterdam: Elsevier Publishing Company.

Sigurdsson, Haraldur dan Steven Carey. 1989. “Plinian and Co-Ignimbrite Tephra Fall from The 1815 Eruption of Tambora Volcano.” Bulletin of Volcanology 51 (4): 243-270.

Sjamsuddin, Helius. 2015. Memori Pulau Sumbawa Tentang Sejarah, Interaksi Budayanya, dan Perubahan Sosial-Politik di Pulau Sumbawa. Yogyakarta: Ombak.

Sutawidjaja, I.S., Haraldur Sigurdsson, dan Lewis Abrams. 2006. “Characterization of Volcanic Deposits and Geoarchaeological Studies from The 1815 Eruption of Tambora Volcano.” Jurnal Geologi Indonesia 1 (1): 49-57.

Utomo, Bambang Budi. 2008. “Wilayah Asal Kapal dan Tempat-Tempat Persinggahan.” Dalam Kapal Karam Abad Ke-10 di Laut Jawa Utara Cirebon, disunting oleh Bambang Budi Utomo, 91-110. Jakarta: PANNAS BMKT.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v30i1.115

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.