RUANG JELAJAH HOABINHIAN DI PULAU SUMATRA

Ketut Wiradnyana

Abstract


This research intends to interpret the Hoabinh culture dispersal from the Hoabinh culture presence on the western part of Sumatra island, with different activities period. It can be achieved by recognizing archaeological material and carbon analysis, as parts of survey and excavation results. The result of this research relates to Hoabinh occupation range at coastal and highlands. Carbon analysis explains that Hoabinh migrated from the coast to the higlands.

 

Interpretasi alur sebaran atas keberadaan situs budaya Hoabinh di Pulau Sumatra bagian utara dengan berbagai perbedaan masa aktivitasnya merupakan tujuan dari penelitian ini. Hal tersebut dapat dicapai dengan mengenali sisa tinggalan arkeologisnya dan juga hasil analisa karbon yang merupakan bagian dari hasil kegiatan survei dan ekskavasi. Hasil dari penelitian ini menyangkut ruang jelajah pendukung budaya Hoabinh di pesisir dan dataran tinggi. Dari data analisa karbon diketahui bahwa sebaran pendukung budaya Hoabinh itu berlangsung dari pesisir Pulau Sumatra ke wilayah dataran tinggi.


Keywords


Pesisir; Pegunungan; Hoabinhian.

Full Text:

PDF

References


Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo- Malaysia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Boedhisampurno, S dan S.J. de Filippis. 1991. “Pertanggalan Radiokarbon Dari 4 Situs Arkeologi.” Makalah dalam Seminar Analisa Hasil Penelitian Arkeologi, Kuningan 10-16 September .

Forestier, Hubert. 2007. Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu Prasejarah Song Keplek, Gunung Sewu, Jawa Tumur. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Handini, Retno. 2005. Foraging Yang Memudar, Suku Anak Dalam di Tengah Perubahan. Yogyakarta: Galang Press.

Heekeren, HR, van dan Knuth, Count Eigil. 1967. “Sai Yok, Stone Age Settlements in The Kanchanaburi Province.” in Archaeological Excavations in Thailand Vol. Copenhagen: Munksgaard.

Kinnon, E. Edward Mc. 1990. “Report on a Field Visit to Kabupaten Langkat.”

Mattews, J.M. 1964. The Hoabinh In South East Asia And Elsewhere. Canberra: ANU.

Simanjuntak, Truman. 2017. “The Western Route Migration: A Second Probable Neolithic Diffusion to Indonesia.” Terra Australis 45:201-212.

Soejono, R.P. dan Leirissa, R.Z. 2009. Sejarah Nasional Indonesia I, jaman Prasejarah di Indonesia (edisi pemuktahiran). Jakarta: Balai Pustaka.

Wiradnyana, Ketut. 2011. Pra Sejarah Sumatra Bagian Utara: Kontribusinya Pada Kebudayaan Kini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

_______________2012a. ”Sebaran Sumatralith Sebagai Indikasi Jarak dan Ruang Jelajah Pendukung Hoabinh.” Sangkhakala XV (2): 209-223.

_______________2012b. ”Indikasi Pembauran Budaya Hoabinh dan Austronesia di Pulau Sumatra bagian Utara. Sangkhakala XV (1): 99-118.

Wiradnyana, Ketut, Stanov Purnawibowo dan Ariananta. 2015. “Austronesia di Indonesia Bagian Barat: kajian Budaya Austronesia Prasejarah dan sesudahnya di Wilayah Budaya Gayo.“ Laporan Penelitian Arkeologi Medan, Medan.

Wiradnyana, Ketut dan Taufiqurahman S. 2011. Gayo Marangkai Identitas. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v30i1.114

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.