RELIEF NAGA DI PURA SUBAK WASAN, DESA BATUAN KALER, KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR

I Wayan Badra

Abstract


Dragon is used as religious symbols in many parts of the world. In Hindu teaching, dragon as a symbol of gods embodied in many forms. Dragon relief is found at Subak Wasan Temple in Gianyar, Bali which is now placed on piyasan building. This study aims to reveal the form and fuction of the dragon relief at Subak Wasan Temple in the past. The method, including the forms, styles and fuctions. From its form, style and carving tecnic, it is knows that dragon relief in Puseh Wasan came from the same era as the dragon relief in Pusering Jagat Temple in Pejeng. This study showed that the dragon relief in Subak Wasan Temple symbolizes fertility whch is the symbol of land, water and earth.

Naga banyak dijadikan sebagai perlambangan religi di berbagai belahan dunia. Dalam ajaran Hindu, naga sebagai lambang dewa diwujudkan dalam berbagai bentuk. Relief naga ditemukan juga di Pura Subak Wasan, Gianyar, Bali yang kini ditempatkan pada bangunan palinggih Piyasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan fungsi relief naga Pura Subak Wasan pada masa lalu. Metode yang diterapkan adalah metode analisis relief, meliputi bentuk, gaya dan fungsi. Dilihat dari bentuk, gaya, teknik pahatan relief naga di Pura Subak Wasan, nampaknya sejaman dengan relief naga di Pura Puseringjagat, Pejeng. Penelitian ini menunjukkan bahwa relief naga Pura Subak Wasan melambangkan kesuburan yang merupakan simbol dari tanah, air dan bumi.


Keywords


Relief Naga, Bentuk dan Fungsi.

Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi A.S, Wibowo, Edhi Wurjantoro, Hasan Djafar, Nurhadi Magetsari, dan Sumarti Nurhadi. 1978. Kamus Istilah Arkeologi I. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbud.

Badra, I Wayan dan I Nyoman Rema. 2014. Ekskavasi Arkeologi Situs Wasan, Dusun Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar Tahap XXI. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Denpasar, Denpasar

Geria, I Made. 1996. Ganesa dalam wujud simbol di Bali. Forum Arkeologi 00 (2): 00-00.

Kramrisch, Stella. 1946. The Hindu Temple. Calcutta: University of Calcutta.

Kempers, A.J. Bernet. 1960. Bali Purbakala: Petunjuk Tentang Peninggalan-Peninggalan Purbakala di Bali. Djakarta: P.T. Penerbit dan Balai Buku Ichtiar.

Linggih, I Nyoman. 2001. Patung Dewa Ruci Dipersimpangan Jalan Anteri Nusa Dua- Tanah Lot: Analisis Bentuk, Fungsi dan Makna. Tesis, Program Pascasarjana, Universitas Udayana.

Mulyono, Sri. 1979. Wayang, Asal-usul, Filsafat dan Masa Depannya. Jakarta: P.T. Gunung Agung.

Pelly, Usman. 1994. Teori-Teori Sosial Budaya. Jakarta: Ditjen Dikti Depdikbud.

Poesponegoro, Marwati dan Nugroho Notosusanto. 1984. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

Pringgodigdo, A.G. 1986. Ensiklopedi Umum. Bandung: NV. Van Haves Gravenhage.

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas). 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Redig, I Wayan. 2012. Pemaknaan Tinggalan Arkeologi Pura Besakih dalam Kontek Penguatan Jati Diri Bangsa. Dalam Arkeologi Untuk Publik, disunting oleh Supratikno Rahardjo, Widiati, Lien D.R., Isman Pratama N., Ali Akbar, dan Shalihah S.P, 41-59. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Sedyawati, Edi, Hariani Santiko, Hasan Djafar, dan Ratnaesih Maulana. 2013. Candi Indonesia Seri Jawa. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

vir Singh, Dharam. 2007. Hinduisme: Sebuah Pengantar. Alih bahasa oleh I. G. A. Dewi Paramitha. Surabaya: Penerbit Paramita.

Smith, G. Elliot. 1919. The Evolution of The Dragon. London: Longmans, Green & Company.

Triguna, Ida Bagus Gede Yuda. 2000. Teori Tentang Simbol. Denpasar: Widaya Dharma.

Walanin, Adam SJ. 1978. Ritus Ritual Symbol and Their Interpretation In The Writings Of W. Tunerner. Phenomenological Study. Roma: Typis Pontificae University Gregorianae.

Wiana, I Ketut. 2004. Makna Upacara Yajna Dalam Agama Hindu. Jilid II. Surabaya: Penerbit Paramita.

Zoetmulder,P.J. 1982. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: PT. Gramedia.

Zimmer, Heinrich. 1972. Myths and Symbols in Indian Art and Civilization. Disunting oleh Joseph Campbell. New Jersey: Princeton University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v28i3.82

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.