FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN BENTUK AKSARA BATAK PADA PUSTAHA LAKLAK DAN NASKAH BAMBU DI MANDAILING NATAL

Churmatin Nasoichah

Abstract


This research aims to determine the differences in morphological characters of each text which is then associated with their supporting culture. Through inductive reasoning models, it produced 11 manuscripts in the forms of pustaha laklak and bamboo manuscripts. The 11 manuscripts were then compared based on its morphological characters in two tables, ina ni surat table script and anak ni surat table script. From the results and discussion, it can be concluded that there are two factors that influence differences in script form, namely the extrinsic aspect which is divided into two, the material and form factor of the writing media, as well as intrinsic aspect which is influenced by each individual (the writer).

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bentuk morfologi aksara dari masingmasing naskah yang kemudian dikaitkan dengan budaya pendukungnya. Melalui model penalaran induktif dihasilkan 11 naskah berupa pustaha laklak dan naskah bambu. Dari 11 naskah tersebut kemudian dibandingkan berdasarkan bentuk morfologi aksaranya dalam 2 tabel, yaitu tabel aksara ina ni surat dan tabel aksara anak ni surat. Dari hasil dan pembahasan tersebut, kesimpulannya terdapat dua faktor yang mempengaruhi perbedaan bentuk aksara, yaitu aspek ekstrinsik dibagi menjadi dua, yaitu faktor bahan dan bentuk media penulisan, dan aspek intrinsik dipengaruhi oleh faktor masing-masing individu (penulis).


Keywords


Pustaha Laklak, Naskah Bambu, Bentuk Aksara, Aspek Ekstrinsik, Aspek Intrinsik.

Full Text:

PDF

References


Collins, James T. 2009. Bahasa Sanskerta dan Bahasa Melayu. Jakarta: KPG, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, EFEO.

Jansen, Arlin Dietrich. 2003. Gonrang Simalungun Struktur dan Fungsinya dalam Masyarakat Simalungun. Medan: Bina Media.

Koentjaraningrat. 2007. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI-Press.

Kozok, Uli. 1999. Warisan Leluhur Sastra Lama dan Aksara Batak. Jakarta: EFEO dan Kepustakaan Populer Gramedia.

_________. 2006. Kitab Undang-Undang Tanjung Tanah. Naskah Melayu yang Tertua. Jakarta: Yayasan Naskah Nusantara dan Yayasan Obor Indonesia.

_________. 2009. Surat Batak. Sejarah Perkembangan Tulisan Batak Berikut Pedoman Menulis Aksara Batak dan Cap Si Singamangaraja XII. Jakarta: EFEO dan Kepustakaan Populer Gramedia.

Marsden, William. 1999. Sejarah Sumatera. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Masinambow, E.K.M. dan Rahayu S. Hidayat. 2001. Semiotik Mengkaji Tanda dalam Artifak. Jakarta: Balai Pustaka.

Nasoichah, Churmatin. 2012. Prasasti Sitopayan 1 & 2: Tinjauan Aspek Ekstrinsik dan Intrinsik. Berkala Arkeologi Sangkhakala 15 (1): 11-29.

__________________. 2013. Naskah Bambu Namanongon Ribut: Salah Satu Teks dari Batak Mandailing yang Tersisa. Berkala Arkeologi Sangkhakala 16 (2): 113-128.

Nasoichah, Churmatin, Nenggih Susilowati, Repelita W. Oetomo dan Taufiqurrahman Setiawan. 2014. Penelitian Prasasti dan Naskah Beraksara Batak Beserta Budaya Pendukungnya, Sub-Etnis Batak Angkola- Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Medan, Medan.

Peranginangin, Sekula dan Mehammat Br Karo Sekali. 1999/2000. Katalog Pustaha Laklak Koleksi Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara. Medan: Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Perkembangan Bahasa. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Kedua. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Balai Pustaka.

Soekanto, Soerjono. 2005. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v28i3.81

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.