PENGARUH KESENIAN PĀLA TERHADAP GAYA SENI ARCA CANDI MENDUT

Atina Winaya

Abstract


Indian culture presents a massive influence in the Early Classic Period in Java. One of the traces found in arts. However, which part of Indian art influenced is rarely mentioned. Some scholars said it was Gupta Art’s influence enormously in the Early Classic Period. Is it just Gupta Art? or another else? This paper aims to add knowledge about another Indian art, namely Pāla Art, which also presents in the Early Classic Period. The style of Pāla Art affects the depiction of Candi Mendut’s sculptures. The data collection using observation techniques and description as well. The data analysis using a qualitative approach by descriptive analysis methods. And finally, the data interpretation using the results of comparative studies. The conclusion reveals the similarities between both data. However, Candi Mendut’s sculptures did not entirely absorb the foreign influences, but they show authentic attributes known as a character of classical Javanese Art.

 

Kebudayaan India memberikan pengaruh yang besar terhadap periode Klasik Tua di Jawa. Jejak kebudayaan India, salah satunya nampak pada bentuk-bentuk kesenian. Meskipun demikian, selama ini jarang disebutkan secara terperinci kesenian India mana saja yang memengaruhi kesenian Jawa klasik. Beberapa ahli berpendapat bahwa kesenian Gupta yang memberikan pengaruh besar terhadap bentuk kesenian Jawa pada periode Klasik Tua. Namun, benarkah hanya kesenian Gupta semata? Tulisan ini bertujuan untuk menambahkan pengetahuan mengenai gaya seni India lainnya, yakni kesenian Pāla, yang juga ditemui pada periode Klasik Tua. Pengaruh kesenian itu terlihat pada penggambaran arca-arca candi Mendut. Telaah dihasilkan melalui tahapan kerja yang bertingkat-tingkat, dimulai dari pengumpulan data dengan cara mengamati dan mendeskripsikan data; pengolahan data melalui pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif; serta penafsiran data berdasarkan hasil studi komparasi. Simpulannya memperlihatkan persamaan gaya seni yang membuktikan bahwa kesenian Pāla memberikan pengaruhnya terhadap gaya seni arca Candi Mendut. Meskipun demikian, pengaruh kesenian Pāla tidak serta merta diserap secara utuh, melainkan terdapat ciri khas yang ditemui pada arca Candi Mendut yang menjadikannya sebagai karakter kesenian Jawa klasik.


Keywords


Kesenian Pāla; Candi Mendut; Arca; Akulturasi

Full Text:

PDF

References


Bernet Kempers, A.J. 1959. Ancient Indonesian Art. Massachusetts: Harvard University Press.

———. 1976. Ageless Borobudur: Buddhist Mystery in Stone, Decay and Restoration, Mendut and Pawon, Folklife in Ancient Java. Arnhem: Servire/Wassenaar.

Berry, Jhon W. 2005. “Acculturation: Living Successfully in Two Cultures.” International Journal of Intercultural Relations 29: 679– 712.

Bosch, Frederik David Kan. 1961. “The Problem of the Hindu Colonization of Indonesia.” Dalam Selected Studies in Indonesian Archaeology. The Hague: Martinus Nijhoff.

Cartwright, Mark. 2017. “Ancient Chinese Art.” Artikel dalam website World History Encycopedia. Dipublikasikan 13 Oktober 2017. https://www.ancient.eu/Chinese_Art/.

Coedès, George. 1968. The Indianized States of Southeast Asia. Kuala Lumpur: University of Malaya Press.

Huntington, Susan L., dan John C. Huntington. 1989. “Leaves from the Bodhi Tree: The Art of Pāla India (8th - 12th Centuries) and Its International Legacy.” Orientations 20 (10): 2–22.

Kodiran. 1998. “Akulturasi Sebagai Mekanisme Perubahan Kebudayaan.” Humaniora 8: 87– 91.

Leur, J.C. van. 1955. Indonesian Trade and Society. The Hague: W. van Hoeve.

Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Nugroho Notosusanto. 2010. Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Kuno (Edisi Pemutakhiran). Jakarta: Balai Pustaka.

Rawson, Philip. 1977. The Making of The Past Indian Asia. Oxford: Elsevier Publishing.

Rowland, Benjamin. 1977. The Pelican History of Art: The Art and Architecture of India Buddhist – Hindu – Jain. Middlesex: Penguin Book.

Sedyawati, Edi. 1983. Model Deskripsi Arca Tipe Tokoh. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Stutterheim, W.F. 1956. Studies in Indonesian Archaeology. The Hague: Martinus Nijhoff.

Subandi. 2011. “Deskripsi Kualitatif Sebagai Satu Metode Dalam Penelitian Pertunjukan.” Harmonia 11 (2): 173–79.

Winaya, Atina, Bambang Budi Utomo, Titi Surti Nastiti, Sukawati Susetyo, Agustijanto Indradjaja, Ashar Murdihastomo, Panji Syofiadisna, Dimas Seno Bismoko, Dian Rahayu Ekowati, Dian Effendi, Ahmad Ginanjar Purnawibawa, Brahmantara, Aris Banindro, dan Probo Santoso. 2019. “Gaya Seni Ikonografi Matarām Kuno dan Persebarannya di Jawa, Sumatra, dan Semenanjung Malaysia: Indikasi Aktivitas Kemaritiman Nusantara pada Abad ke-8- 10 Masehi.” Laporan Penelitian Arkeologi, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta.

Winaya, Atina, Rama Putra Siswantara, dan Probo Santoso. 2020. “Menelusuri Karakteristik Gaya Seni Arca Matarām Kuno.” Laporan Penelitian Arkeologi, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v34i2.724

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.