MENCARI NAGA DI PULAU DEWATA: KAJIAN FENG SHUI PADA BEBERAPA KELENTENG ABAD XIX

Gendro Keling, Mimi Savitri

Abstract


Feng shui is the concept of harmonizing nature and the environment which is the spiritual foundation of Chinese society for a building, including religious place (kelentengs). The concept of feng shui is also applied to kelentengs in Bali which were built around 19th century. This research aims to identify application of feng shui which reflected in its aspects and classify the types of kelentengs in Bali. The method of data collection by literature study, field observations and interviews. The data obtained then carried out for further processing and analysis. Research result shows that feng shui, fully and partially implemented in several aspects and there are also adaptations toward those aspects. Based on the type of classification, in Bali there are 3 (three) types of kelentengs called Taoist Kelentengs, General Kelentengs and Community Kelentengs.

 

Feng shui adalah konsep harmonisasi alam dan lingkungan yang merupakan landasan spiritual masyarakat Tionghoa dalam mendirikan sebuah bangunan, termasuk sarana ibadah (kelenteng). Konsep feng shui juga diterapkan pada kelenteng-kelenteng di Bali yang dibangun sekitar abad ke-19 Masehi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan feng shui yang tercermin dalam aspek-aspeknya dan mengklasifikasikan jenis kelenteng yang ada di Bali. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, observasi lapangan dan wawancara. Data-data yang diperoleh di lapangan ini kemudian dikumpulkan, serta dilakukan pengolahan dan analisis lebih lanjut. Hasil penelitian yang didapat dari lapangan yaitu adanya penerapan feng shui pada beberapa aspek, baik penerapan secara penuh maupun parsial dan adaptasi terhadap aspek feng shui tersebut. Berdasarkan jenis klasifikasinya, di Bali terdapat 3 (tiga) jenis kelenteng yaitu Kelenteng Tao, Kelenteng Umum dan Kelenteng Masyarakat.


Keywords


feng shui; kelenteng; Bali; klasifikasi; arsitektur

Full Text:

PDF

References


Agung, Ide Anak Agung Gde. 1989. Bali Pada Abad XIX. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Ambarawati, Ayu. 2001. “Keramik Semawang Sanur: Bukti Perdagangan Masa Lalu.” Forum Arkeologi 1 (14): 80-89.

Anonim. 1978. “Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Bali”. Laporan kegiatan Proyek Penerbitan Buku Bacaan Dan Sastra Indonesia dan Daerah. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ardika, I Wayan. & Parimartha, I Gde. & Wirawan, Anak Agung Bagus. 2013. Sejarah Bali: Dari Prasejarah Hingga Modern. Editor: I Gde Parimartha. Bali: Udayana University Press Denpasar.

Arisanti, Nyoman. 2016. “Uang Kepeng Dalam Perspektif Masyarakat Hindu di Bali di Era Globalisasi.” Forum Arkeologi 3 (29): 175- 188.

Astawa, A.A. Gede Oka. 1993. “Pecahan-Pecahan Keramik Blanjong Sanur Bali.” Forum Arkeologi 2 (6): 16-23.

Astiti, Ni Komang Ayu. 2014. “Uang Kepeng Sepanjang Masa: Perspektif Arkeologi dan Ekonomi Kreatif di Provinsi Bali.” Forum Arkeologi 1 (27): 45-56.

Ayu, Maytita Kusuma. 2012. “Penelitian Rumah Ibadat Kelenteng Dengan Kajian Ilmu Feng Shui: Studi Kasus Pada Bangunan Rumah Ibadat Kelenteng Hok Ling Miau, Gondomanan, Jalan Brigjen Katamso No. 3 Yogyakarta.” Tesis Magister Arsitektur. Program Pascasarjana. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.

Badan Pusat Statistik. 2015. Peta Sebaran Penduduk Menurut Suku Bangsa Provinsi Bali: Hasil Sensus Penduduk 2000 dan 2010. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali.

Badra, I Wayan. 2015. “Relief Naga di Pura Subak Wasan, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.” Forum Arkeologi 28(3): 155-164.

Bagus, A.A. Gde. 2000. “Pecahan Keramik Asing Hasil Penelitian Arkeologi di Situs Tamblingan, Buleleng.” Forum Arkeologi 2 (13): 112-124.

Bruun, Ole. 2008. An Introduction to Feng Shui. New York: Cambridge University Press.

Christian, Symphony Akelba. 2017. “Identitas Budaya Orang Tionghoa Indonesia.” Jurnal Cakrawala Mandarin 1 (1): 11-22.

Creightmore. Richard. 2011. Feng Shui: Secrets of Chinese Geomancy. Glastonbury. Somerset. UK: Wooden Books Ltd.

Erisca, Nandita. 2008. “Kelenteng Tanjung Kait (Tinjauan Arsitektural dan Ornamentasi)”. Skripsi. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Universitas Indonesia. Jakarta.

Faisal, Muhammad. 2011. “Aspek Sains Arsitektur Pada Prinsip Feng Shui.” Jurnal Tata Kota dan Daerah 1(3): 19-24.

Firman, Firman. 2018. “Analisis Data Dalam Penelitian Kualitatif.” OSF. November 24. osf.io/wntbv.

Gerungan, W.A. 2004. Psikologi Sosial. PT Refika Aditama. Bandung: PT. Refika Aditama.

Groeneveldt, W. P. 2018. Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Source. Depok: Komunitas Bambu.

Hardianti, Arnita. 2017. “Feng shui Pada Tata Ruang Rumah Bergaya Indische Empire di Roemah Martha Tilaar.” Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Halim, Udaya Pratiwi Mahardika. 2010. “Pelestarian Bangunan Bersejarah Peninggalan Etnis Tionghoa di Indonesia, Studi Kasus: Gedung Benteng Heritage.” Skripsi. Fakultas Teknik Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Indonesia. Jakarta.

Harkantiningsih, Naniek. 2013. Ceramics Along the Spice Trade Route in The Indonesian Archipelago in The 16th-19th Century.” Forum Arkeologi 1 (26): 29-37.

Herwiratno, M. 2007. “Kelenteng: Benteng Terakhir dan Titik Awal Perkembangan Kebudayaan Tionghoa di Indonesia.” Jurnal Lingua Cultura 1 (1): 78-86.

Indartoro, L. 1987. “Pola Tata Ruang Bangunan Kelenteng (Studi Kasus Jateng dan Yogyakarta).” Laporan Penelitian. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Indrokisworo, FX. Bruari. 2011. “Kajian Feng Shui Bangunan Kelenteng Studi Kasus Kelenteng Poncowinatan Yogyakarta.” Tesis. Program STudi Magister Teknik Arsitektur. Program Pascasarjana. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.

Kustedja, Sugiri, Antariksa Sudikno, Purnama Salura. 2012. “Feng-shui: Elemen Budaya Tionghoa Tradisional.” Melintas 1 (28): 61- 89.

Kennedy, David Daniel. 2011. Feng Shui for Dummies, 2nd Edition. Canada: Willey Publishing, Inc.

Koh, Vincent. 2003. Basic Science of Feng Shui: Buku Pegangan Bagi Praktisi. Jakarta: Elek Media Komputindo, Kelompok Gramedia.

Lin. Henry B. 2000. The Art and Science of Feng Shui: The Ancient Chinese Tradition of Shaping Fate. USA: Llewellyn Publications.

Marcella S, Benedicta Sophie. 2012. “Penerapan Feng Shui pada Kelenteng Sam Poo Kong di Semarang.” Tesis. Program Studi Magister Arsitektur Program Pascasarjana. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.

Mitchell, Shawne and Stephanie Gunning. 2003. Home Sanctuaries: Creating Sacred Spaces, Altars, and Shrines with Feng Shui. Santa Barbara: Soul Style Press.

Noviyanti, Arini. 2011. “Tinjuan Penerapan Feng Shui pada Kelenteng Tay Kak Sie di Semarang.” Tesis. Program Studi Magister Arsitektur Program Pascasarjana. Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Yogyakarta.

Paramadhyaksa, I Nyoman Widya. 2011. “Makna- Makna Figur Naga Dalam Budaya Tradisional Bali.” Forum Arkeologi 25(3):263-279.

Pires, Tom. 2015. Suma Oriental Karya Tome Pires: Perjalanan Dari Laut Merah ke Cina dan Buku Francisco Rodrigues. Ed. Armando Cortesao. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Poerwadaminta, W.J.S. 2006. Kamus Besar bahasa Indonesia. Edisi ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.

Primayudha, Novrizal, Hubertus Harridy Purnomo, Gita Yulia Setiyati. 2014. “Makna Penerapan Elemen Interior Pada Bangunan Vihara Satya Budhi-Bandung.” Jurnal Rekajiva 1(2): 1-14.

Rahmayani, Ani. 2014. Permukiman Tionghoa di Singkawang: Dari Masa Kongsi Hingga Masa Kolonial. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Santoso, Gunawan Nyoto, Andreas Pandu Setiawan dan Poppy F. Nilasari. 2017. “Akulturasi Budaya Bali-Tionghoa pada Interior TITD Ling Sii Miao Tanah Kilap, Denpasar.” Intra 1 (5): 27-34.

Sari, Sriti Mayang dan Raymond Soelistio Pramono. 2008. “Kajian Ikonografis Ornamen Pada Interior Klenteng Sanggar Agung Surabaya.” Jurnal Dimensi Interior 2(6): 73-84.

Sari, Aryati Yunita. 2014. “Interior Klenteng Zhen Ling Gong Yogyakarta Ditinjau dari Feng Shui.” Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni. UNY. Yogyakarta.

Setiadi, Nugroho. 2003. Perilaku Konsumen: Perspektif Komtemporer Pada Motif, Tujuan, dan Keinginan Konsumen. Edisi Revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Singgih Tri Sulistiyono. 1997. “Beberapa Persoalan Konseptual Mengenai Integrasi Ekonomi di Indonesia.” Jurnal Lembaran Sastra (23).

Sumarjo, H. 2000. “Analisis data Kualitatif dalam Penelitian Teknik Arsitektur.” Inersia VI (1): 41-51.

Sulaiman. 2009. “Agama Konghucu: Sejarah, Ajaran, dan Keorganisasiannya di Pontianak Kalimantan Barat.” Jurnal Analisa XVI (1): 50-63.

Suliyati, Titik. 2011. “Tradisi Feng Shui Pada Kelenteng di Pecinan Semarang.” Jurnal Sabda 1 (6): 75-87.

Susanti, Meli. 2007. “Analisis Permintaan Rumah yang dibangun Berdasarkan Feng Shui (Studi di Kota Bandar Lampung) Tahun 2007.” Tesis. Progran Studi Magister Studi Eknonomika Pembangunan. UGM. Yogyakarta.

Skinner, Stephen. 2003. Flying Star Feng Shui. Singapura dan USA: Tuttle Publishing.

Ting-Toomey, Stella. 1999. Communicating Across Culture. New York: The Guilford Publications. New York.

Tongky, Alexander. 2012. Kitab Suci Feng Shui Rumah Praktis dan Akurat. Yogyakarta: Penerbit Araska.

Utami, Lusia Savitri Setyo. 2015. “Teori-teori adaptasi Budaya.” Komunikasi 7 (2): 180-197

Widodo, Yohanes. 1988. “Chinese Settlement in A Changing City: An Architectural Study of the Urban Chinese Settlement in Semarang Indonesia.” Thesis. Department of Architecture, Urban and Regional Planning, University of Leuven. Belgium.

Zoetmulder, P.J. 1982. Kalangwan: Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: PT. Gramedia.

Internet: https://bali.bps.go.id/statictable/2018/02/15/33/ penduduk-provinsi-bali-menurut-agama-yangdianut- hasil-sensus-penduduk-2010.html Diakses pada 14 Juli 2020, Jam 10.58 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v33i2.615

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.