PRASASTI MAYUNGAN, BATURITI, TABANAN

Ida Ayu Wayan Prihandari

Abstract


Mayungan Inscription was found accidentally by people of Mayungan. Based on research this inscription was issued by The King of Jayapangus and His two queens. It could be said that this inscription is almost complete because it mentions the name of Mayungan as the village that received the inscription. The aims of this study are to know the content of the inscription and Mayungan peoples perception on it. Observation, interview, and literature study on the five plates of the inscription were applied to get the data. The inscription mentions about tax dispute happened in Mayungan. The discovery of the inscription brings positive effect to the peoples behaviour on cultural heritage preservation.

Prasasti Mayungan ditemukan secara tidak sengaja oleh masyarakat Mayungan. Prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Jayapangus beserta kedua permaisuri beliau, merupakan prasasti lengkap, menyebut nama Desa Mayungan sebagai desa penerima prasasti. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui isi prasasti dan persepsi masyarakat Mayungan atas prasastinya. Metode yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan studi pustaka, terhadap lima lempeng Prasasti Mayungan. Prasasti ini memuat tentang kasus perpajakan yang terjadi di Desa Mayungan. Temuan Prasasti berdampak positif terhadap perilaku masyarakat dalam penanganan warisan budaya.


Keywords


Prasasti, Mayungan, Pajak, Persepsi.

Full Text:

PDF

References


Agung, Anak Agung Gde Putra. 2001. Peralihan Sistem Birokrasi dari Tradisional ke Kolonial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Astra, I Gde Semadi. 1997. Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno Abad XII-XIII: Sebuah Kajian Epigrafis. Disertasi Program Doktor. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Alwi, Hasan, et all. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan Ketiga. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta: Balai Pustaka.

Bakker, S.J.W.M. 1972. Ilmu Prasasti Indonesia. Jurusan Sejarah. Yogyakarta: IKIP Sanata Dharma.

Laksmi, Ni Kt. Puji Astiti. 2007. Pelestarian Prasasti Blanjong Di Desa Sanur Kota Denpasar dalam Era Globalisasi: Perspektif Kajian Budaya. Tesis Program Pasca Sarjana. Denpasar: Universitas Udayana.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman. 2003. Teori Sosiologi Modern. Jakarta: Prenada Media.

Suarbhawa, I Gusti Made. 1999. Laporan Penelitian Arkeologi Survei Epigrafi di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Laporan Penelitian, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata . Balai Arkeologi Denpasar.

______________________. 2004. Prospek Penelitian Epigrafi di Wilayah Kerja Balai Arkeologi Denpasar, dalam Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi. Forum Arkeologi.

______________________. 2009. Prasasti Banjar Nusa Mara Desa Yeh Embang Kangin. dalam Forum Arkeologi.

Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suyono, Ariyono dan Aminuddin Siregar. 1985. Kamus Antropologi. Jakarta: Akademika Pressindo.

Teeuw, Andreas,1998. Sastra dan Ilmu Sastra; Sebuah Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i1.59

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License