GUNUNG KAWI TEMPLE TAMPAKSIRING: RELIGIOUS EDUCATION SITE DURING ANCIENT BALI

Kadek Dedy Prawirajaya R, Heri Purwanto, Coleta Palupi Titasari

Abstract


Kajian terhadap bangunan suci yang berfungsi sebagai tempat pendidikan agama masa lalu yang sering disebut dengan mandala kadewaguruan jarang disentuh oleh peneliti. Candi Gunung Kawi Tampaksiring sebagai salah satu bangunan suci keagamaan masa lalu telah memberikan petunjuk bahwa kemungkinan tempat ini difungsikan juga sebagai ruang belajar-mengajar. Untuk itu studi ini ingin menelusuri bukti-bukti yang memperkuat dugaan tersebut dan ingin menjelaskan kehidupan masyarakat pendukungnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung ke lapangan (observasi) dan studi pustaka. Analisis data yaitu mengunakan analisis kualitatif, kontekstual, dan komparatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Candi Gunung Kawi Tampaksiring merupakan sebuah bangunan suci yang berstatus sebagai mandala kadewaguruan. Hal ini buktikan dengan beberapa variabel yakni tempat yang luas, ditemukan berbagai tinggalan arkeologi keagamaan, ditemukan gerabah, dan diberitakan dalam prasasti. Kehidupan yang dilakukan oleh kaum ṛṣidan pertapa menunjukkan aktivitas yang kompleks yakni memenuhi kebutuhan sosial yang berkenaan dengan kegiatan estafet pendidikan agama, memenuhi kebutuhan religius yang senantiasa mengadakan berbagai upacara keagamaan, dan memenuhi kebutuhan hidup yang berkaitan dengan makanan dan minuman.

 

The study of sacred buildings that served as religious education sites in the past or often called as rarely carried out by researchers. Gunung Kawi Temple Tampaksiring as one of the sacred religious buildings in the past has given hints of the possibility of this place used as learning and teaching space. For this reason, this study aims to find out the evidence that reinforce the assumption and to explain the life of the supporting community. Data was collected through observations and literature reviews. The data was analyzed by using qualitative, contextual and comparative analysis. The results of this study show that Gunung Kawi Temple is a sacred building with a Mandala Kadewaguruan status. It is proven by evidences such as, i.e. its wide place, variety of religious remains findings, ceramics findings, and inscription reports. The life of the rṣi dan hermits showed complex activities meeting social needs related to learning and teaching,fulfilling religious needs by conducting various ceremonies as well as fulfilling the needs life related to foods and drinks.


Keywords


gunung kawi; ṛṣi; mandala kadewaguruan.

Full Text:

PDF

References


Ardhana, I Ketut. 2014. “Executive Summary.” In Raja Udayana Warmadewa, edited by I Ketut Ardhana and I Ketut Setiawan, 593–623. Denpasar: Pustaka Larasan.

Ardika, I Wayan, and Ni Luh Sutjiati Beratha. 1998. “Perajin Pada Masa Bali Kuno Abad IX-XI.” Laporan Penelitian, Universitas Udayana, Denpasar

Ardika, I Wayan, I Gde Parimartha, and A.A. Bagus Wirawan. 2013. Sejarah Bali: Dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Universitas Indonesia Press.

Ardika, I Wayan, I Ketut Setiawan, I Wayan Srijaya, and Rochtri Agung Bawono. 2017. “Stratifikasi Sosial Pada Masa Prasejarah Di Bali.” Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies) 7 (1): 35–56. https://doi. org/10.24843/jkb.2017.v07.i01.p03.

Bagus, Anak Agung Gde. 2007. “Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pakerisan Kabupaten Gianyar.” In Berita Penelitian Arkeologi, edited by I Nyoman Wardi, 1–36. Denpasar: Balai Arkeologi Bali.

Bagus, Anak Agung Gde, and Hedwi Prihatmoko. 2016. “Kearifan Lokal Dalam Pembangunan Kompleks Candi Gunung Kawi.” Forum Arkeologi 29 (2): 105–16. https://doi. org/10.24832/fa.v29i2.186.

Calo, Ambra, Bagyo Prasetyo, Peter Bellwood, James W. Lankton, Bernard Gratuze, Thomas Oliver Pryce, Andreas Reinecke, et al. 2015. “Sembiran and Pacung on the North Coast of Bali: A Strategic Crossroads for Early Trans- Asiatic Exchange.” Antiquity 89 (344): 378– 96. https://doi.org/10.15184/aqy.2014.45.

Ferdinandus, Sri Utami. 2003. “Hubungan India Kuno Dengan Asia Tenggara Pada Abad Ke 4 SM Hingga Abad Ke 7 M.” Laporan penelitan, Univeritas Indonesia, Jakarta.

Goris, R. 1965. Ancient History of Bali. Denpasar: Faculty of Letters, Udayana University.

Kempers, A.J. Bernet. 1960. Bali Purbakala. Jakarta: Tanpa Penerbit.

Kieven, Lydia. 2014. Menelusuri Figur Bertopi Dalam Relief Candi Zaman Majapahit. bogor: Kepustakaan Populer Gramedia.

Laksmi, Ni Ketut Puji Astiti. 2017. “Identitas Keberagamaan Masyarakat Bali Kuno Pada Abad IX-XIV Masehi: Kajian Epigrafis.” Disertasi, Universitas Indonesia, Jakarta.

Munandar, Agus Aris. 1990. “Kegiatan Keagamaan Di Pawitra: Gunung Suci Di Jawa Timur Abad 14-15 M.” Tesis, Universitas Indonesia, Jakarta.

———. 2008. Ibukota Majapahit: Masa Kejayaan Dan Pencapaian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

———. 2011. Catuspatha Arkeologi Majapahit. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

———. 2012. “Pedharmaan Śri Dharmmodâyana Warmadewa.” In Seribu Tahun Wafatnya Prabhu Udayana: Menggali Nilai Kearifan Untuk Membangun Karakter Bangsa, 1–37. Denpasar: Universitas Udayana Press.

———. 2014. Mitra Satata: Kajian Asia Tenggara Kuna. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

———. 2016. Arkeologi Pawitra. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

———. 2018a. Antara Arkeologi Hindu-Buddha. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

———. 2018b. Wilwatikta Prana: Kajian Arkeologi-Sejarah Zaman Majapahit. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Munandar, Agus Aris, and Kresno Yulianto. 1995. “Arsitektur Gua Sebagai Sarana Peribadatan Dalam Masa Hindu-Buddha.” Laporan Penelitian, Universitas Indonesia, Jakarta.

Nugraha, Bachtiar Agung. 2012. “Prasasti-Prasasti Candi Sukuh: Suatu Tinjauan Aksara Dan Bahasa.” Skripsi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Purwanto, Heri. 2017a. “Candi Sukuh Sebagai Tempat Kegiatan Kaum Rsi.” Berkala Arkeologi 37 (1): 69–84. https://doi.org/ https://doi.org/10.30883/jba.v37i1.127.

———. 2017b. “Fungsi Patirthan di Kabupaten Gianyar, Bali.” Siddhayatra 22 (1): 15–28.

———. 2017c. “Kehidupan Beragama Di Lereng Barat Gunung Lawu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Abad XIV-XV Masehi.” Skripsi, Denpasar: Universitas Udayana.

Purwanto, Heri, and Coleta Palupi Titasari. 2017. “Candi Planggatan Di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah: Bangunan Suci Milik Kaum Rsi.” Naditira Widya 11 (2): 97– 110. https://doi.org/https://doi.org/10.24832/ nw.v11i2.227.

———. 2018. “The Worship of Parwatarajadewa in Mount Lawu.” Kapata Arkeologi 14 (1): 37–48. https://doi.org/http://dx.doi. org/10.24832/kapata.v14i1.472.

Rahardjo, Supratikno. 2011. Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno Sampai Majapahit Akhir. Jakarta: Komunitas Bambu.

Riana, I Ketut. 2009. Kakawin Desa Warnnana Uthawi Nagarakrtagama: Masa Keemasan Majapahit. Jakarta: Gramedia.

Riyanto, Sugeng. 2016. Tondowongso: Tanda Peradaban Wangsa Di Jawa Abad XI-XIII Masehi. Yogyakarta: Kepel Press.

Santiko, Hariani. 2005. Hari-Hara: Kumpulan Tulisan Tentang Agama Veda Dan Hindu Di Indonesia Abad IV-XVI Masehi. Jakarta: Universitas Indonesia.

———. 2012. “Agama dan Pendidikan Agama pada Masa Majapahit”. Amerta 30 (2): 123-133.

———. 2017. “Bhima Dan Toya Pawitra Dalam Cerita ‘Dewa Ruci’.” Amerta 35 (2): 123–32.

Setiawan, I. 2016. “Hubungan Konseptual Antara Candi-Candi Di Jawa Timur Dengan Pura Di Bali.” Jurnal Kajian Bali 6 (1): 253–274.

Soebadio, haryati. 1985. Jnanasiddhanta. Jakarta: Djambatan.

Soekmono. 2005. Candi: Fungsi Dan Pengertiannya. Jakarta: Jendela Pustaka.

Srijaya, I Wayan. 2014. “Jejak Tinggalan Arkeologi Raja Udayana Di Bali.” In Raja Udayana Warmadewa, edited by I Ketut Ardhana and I Ketut Setiawan, 43–69. Denpasar: Pustaka Larasan.

Suarbhawa, I Gusti Made. 2007. “Patapan Langgaran.” Forum Arkeologi 3 (2): 147–67.

Sunjana, Dani. 2016. “Pola Penataan Ruang Dan Implikasinya Terhadap Interaksi, Dan Hirarki Sosial Manusia Masa Lampau Pada Situs Gunung Kawi, Kabupaten Gianyar, Bali.” Skripsi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Surjandari, Ririet. 2009. “Ajaran Rahasia Jnanasiddhanta.” Naditira Widya 3 (2): 177– 84.

Wahyudi, Deny Yudo, Slamet Sujud P J, Agus Aris Munandar, and Ninny Soesanti. 2014. “Pusat Pendidikan Keagamaan Masa Majapahit.” Jurnal Studi Sosial 6 (2): 107–19.

Wahyuni, Ni Made Dewi. 2015. “Pertapaan Pada Masa Bali Kuno Abad IX-XII.” Skripsi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Wiguna, I Gusti Ngurah Tara. 2008. “Penerapan Konsep Mandala Dan Tri Angga Dalam Arsitektur Candi Gunung Kawi.” In Pusaka Budaya Dan Nilai-Nilai Religiusitas, edited by I Ketut Setiawan, 30–45. Denpasar: Universitas Udayana.

Zoutmulder, P.J, and I.R Poedjawijatna. 1992. Bahasa Parwa I. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v33i2.584

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.