ARCA DAN RELIEF DHYANI BUDHA DI KABUPATEN GIANYAR

Anak Agung Gede Oka Astawa

Abstract


The influence of Budha in Bali could be traced from archaeological remains in some temples in Gianyar Regency, to know the relation between Dhyani Budha statuette and relief in Gianyar with the concept of Tathagata worshiping. The data were collected by using library research and observation method. It was analyzed with iconographic and comparative study. It was found that Dhyani Budha statuette and relief located in Pegulingan, Goa Gajah and Mas Ketel Temple. The placement of the statuette and relief follows the concept of Tathagata worshiping which gives Bhattara Budha the highest place, as a mean of focusing the mind to attain enlightenment.

Pengaruh Agama Budha di Bali dapat ditelusuri dari tinggalan-tinggalan arkeologi di beberapa pura di Kabupaten Gianyar, untuk mengetahui hubungan arca dan relief Dhyani Budha di Gianyar dengan konsep pemujaan Thatagata. Data penelitian dikumpulkan dengan metode studi pustaka, observasi dan dianalisis dengan metode ikonografis serta komparatif. Hasil penelitian berupa arca dan relief Dhyani Budha di Pura Pegulingan, Pura Goa Gajah, dan Pura Mas Ketel. Penempatan arca dan relief Dhyani Budha mengikuti konsep pemujaan Tathagata yang memposisikan Bhattara Budha sebagai dewa tertinggi, sebagai sarana pemusatan pikiran untuk mencapai pencerahan.


Keywords


Agama Buddha, Arca, Relief, Dhyani Buddha, Tathagata.

Full Text:

PDF

References


Astawa, A. A. Gede Oka. 1996. Agama Budha di Bali Kajian Artefaktual. Tesis. Jakarta: Universitas Indonesia.

____________________. 2007. Agama Budha di Bali. Khasanah Arkeologi. Denpasar: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Balai Arkeologi Denpasar.

Basham. 1969. The Wonder that was India. Edisi ke-3 London.

Budiastra, Putu. 1980. Stupika Tanah Liat, Koleksi Museum Bali. Proyek Pengembangan Permuseuman Bali.

Bosch, F.D.K. 1974. Masalah Penyebaran Kabudayaan Hindu di Bali Kepulauan Indonesia. Seri Terjemahan LIPIKITLU No. 40. Jakarta : Bhatara.

Coedes. 1964. Les Etats Hindouises dIndochina et dIndonesia. Paris.

Goris, R. 1948. Sejarah Bali Kuno. Singaradja.

Kempers, A. J. Bernet. 1959. Ancient Indonesia Art. Amsterdam : C.P.J. Van Der Peet.

Koentjaraningrat. 1989. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Krom, N.J. 1956. Zaman Hindu. Jakarta: PT. Pembangunan.

Liebert, Gosta. 1976 . Iconography Dictionary of the Indian Religion, Hinduism-Buddhismjainism. Studier in South Asia Culture, Vol. V. Leiden: E.J Brill.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata. Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Pusat Arkeologi Nasional.

Soekmono. 1993/1994. Serat Centini Ungkap Masalah arca Budha dalam Stupa Candi Borobudur. Kalpataru Majalah arkeologi. 18.

Stutterheim, W.F. 1929. Oudhedden Van Bali Oet Oude Rijk van Pejeng. Vol. 1-2, Singaraja: De Kirtya Liefrink Van Der Tuuk.

Tira, 1922. Mudras of Bali, Handhourdingen der Prieters. Adi Pustaka Ultg Mil en Boekh Gravenheage.

Triguna, Ida Bagus Gede Yudha. 2000. Teori Tentang Simbol. Denpasar: Widya Dharma.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i1.54

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License