SEBARAN BANGUNAN PILLBOX SEBAGAI STRATEGI PERTAHANAN JEPANG DI TELUK AMBON

Muhammad Al Mujabuddawat, Wuri Handoko

Abstract


One characteristic of the Japanese defense system is the existence of pillboxes. During the Japanese occupation of Ambon Island, the construction of the pillboxes was carried out in massive numbers as a defense strategy to anticipate attacks by the Allies who wanted to retake Ambon Island territory. The purpose of this study was to determine the distribution pattern of Pillboxes and analyze the distribution of Pillboxes as part of the Japanese defense strategy in defending Ambon Bay. The data collection method uses the field observation method along the coast of the Ambon Bay which is the entrance of the sea traffic and airlines. This location is the center of settlements and government so that almost all strategic infrastructure is in this region — spatial data obtained from each pillbox object coupled with the Architectural Documentation Center (PDA) inventory data in 2007, then associated with related literature data, processed using Geographic Information System applications to produce the descriptive analysis. The results of this study indicate that the distribution of pillboxes location is generally divider into coastal and hilly locations and there are concentrations in strategic areas. The general conclusion of this study is the pillboxes placement strategy is an effective strategy both in attack and defense.

 

Salah satu ciri khas dari sistem pertahanan Jepang yaitu keberadaan pillbox. Pada masa pendudukan Jepang di Pulau Ambon, pembangunan pillbox dilakukan dalam jumlah masif sebagai strategi pertahanan untuk mengantisipasi serangan Sekutu yang ingin merebut kembali wilayah Pulau Ambon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sebaran Pillbox dan menganalisis sebaran Pillbox sebagai bagian dari bentuk strategi pertahanan Jepang dalam mempertahankan Teluk Ambon. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi lapangan di sepanjang pesisir Teluk Ambon yang merupakan pintu masuk jalur laut dan udara. Lokasi ini merupakan pusat permukiman dan pemerintahan, sehingga hampir seluruh infrastruktur strategis berada di wilayah ini. Data spasial yang diperoleh dari setiap objek pillbox ditambah dengan data inventaris Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA) tahun 2007, lalu dikaitkan dengan data literatur terkait, diolah dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis untuk menghasilkan analisa deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebaran lokasi pillbox secara umum terbagi atas lokasi pantai dan perbukitan serta terdapat konsentrasi pillbox di lokasi strategis. Kesimpulan umum dari penelitian ini adalah strategi penempatan pillbox merupakan strategi yang efektif baik dalam menyerang maupun bertahan.


Keywords


pillbox; Ambon; Jepang; Perang Dunia II.

Full Text:

PDF

References


Adhityatama, S. (2016). Survey Awal di Situs Peninggalan Perang Dunia ke-2, Kapal Karam HMAS Perth. Pulau Panjang, Banten. Jakarta.

Batubara, A. M. (2015). Menjadi Modern Tanpa Kehilangan Identitas: Problematika Pelestarian Cagar Budaya di Wilayah Sulawesi Tenggara. Jurnal Konservasi Cagar Budaya Borobudur, 9(1), 4–16.

Chawari, M. (2013). Sistem Pertahanan Jepang di Jawa, Studi Berdasarkan Tinggalan Gua Jepang di Banyumas, Jawa Tengah. Berkala Arkeologi, 33(1), 79–92.

Chawari, M. (2016). Spesifikasi dan Asal Sarana Pertahanan Asing yang Ada di Pulau Madura: Bunker Jepang versus Bunker Belanda. Sangkhakala Berkala Arkeologi, 19(1), 58– 74.

D’Albas, A. (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Washington D.C.: Devin-Adair Pub.

Deetz, J. (1967). Invitation to Archaeology. Garden City, NY: Natural History Press.

Handoko, W. (2007). Aktifitas Perdagangan Lokal di Kepualuan Maluku Abad 15 M - 19 M, Tinjauan Awal Berdasarkan Data Keramik Asing dan Komoditas Lokal. Kapata Arkeologi, 3(4), 100–120.

Handoko, W. (2011). Revitalisasi Kawasan Benteng Kolonial di Wilayah Kepulauan Maluku sebagai Bagian Pengembangan Rencana Tata Ruang Wilayah. Kapata Arkeologi, 7(13), 1–19.

Handoko, W., & Mujabuddawat, M. Al. (2017). Situs Kampung Tua Kao: Identitas Asal Usul dan Jejak Peradaban Islam di Wilayah Pedalaman Halmahera Utara. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(2), 150–165.

Handoko, W., Peseletehaha, G. A., & Alputila, C. (2018). Perang Pasifik di Pulau Morotai: Rekonstruksi Infrastruktur dan Strategi Perang. Jurnal Walennae, 16(1), 69–84.

Hermawan, I. (2017a). Lubang Tambang Batu Bara Bayah: Jejak Romusha di Banten Selatan. Kapata Arkeologi, 13(2), 223–232.

Hermawan, I. (2017b). Persebaran Bangunan Pertahanan Jepang di TelukBetung Kota Bandar Lampung. Berkala Arkeologi Sangkhakala, 20(2), 88–99.

Kartodirdjo, S. (1976). Sejarah Nasional Indonesia VI. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Keuning, J. (2016). Sejarah Ambon Sampai Akhir Abad Ke-17. (S. Gunawan, Ed.). Jakarta: Ombak.

Lapian, A. B. (2001). Ternate Sekitar Pertengahan Abad Ke-16. In M. J. Abdulrahman, et.al. (Ed.), Ternate: Bandar Jalur Sutera (pp. 39– 54). Ternate: LinTas (Lembaga Informasi dan Transformasi Sosial).

Mansyur, S. (2011). Tinggalan Perang Dunia II di Ambon: Tinjauan atas Sarana Pertahanan dan Konteks Sejarahnya. Kapata Arkeologi, 7(12), 43–61.

Mansyur, S. (2012). Pulau Buru Masa Perang Dunia II: Perspektif Arkeo-Historis. Kapata Arkeologi, 8(1), 43–50.

Marsono. (2005). Sejarah Pemerintahan dalam Negeri. Jakarta: CV Eka Jaya.

Marzuki, I. W. (2015). Potensi Tinggalan Arkeologis di Kawasan Bandar Udara Sam Ratulangi Manado: Upaya Pelestarian, Pemanfaatan, dan Pengembangan bagi Masyarakat. Kapata Arkeologi, 11(2), 111–122.

Mujabuddawat, M. Al. (2016). Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Penelitian dan Penyajian Informasi Arkeologi. Kapata Arkeologi, 12(1), 29.

Mujabuddawat, M. Al. (2018). Jejak Kedatangan Utusan Majapahit di Pulau Ambon. PURBAWIDYA: Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi, 7(1), 53–70.

Mulyatari, D. (2000). Tinjauan Buku: “Buku Putih” Masa Pendudukan Jepang. Wacana, 2(1), 140–144.

Ojong, P. K. (2006). Perang Pasifik, Cetakan IX. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Pamungkas, J. H. (2017). Studi Bunker Jepang di Lumajang tahun 1942-1945. Avatara, e-Journal Pendidikan Sejarah, 5(1), 1458– 1471.

Pattikayhatu, J. A., Hetharion, D. S., Kissiya, E., Huwae, A., Supusepa, T., & Pattikayhatu, E. B. (2009). Sejarah Negeri dan Desa di Kota Ambon. Ambon: Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Ambon.

Simanjuntak, T. (2008). Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Wattimena, L. (2016). Batu Teong di Pegunungan Kota Ambon, Kepulauan Ambon Lease. Kapata Arkeologi, 12(2), 213–220.

Wojowasito, S. (2000). Kamus Umum Belanda Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v31i2.535

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License