TRADISI PEMUJAAN LELUHUR PADA MASYARAKAT HINDU DI BALI

Nyoman Rema

Abstract


Ancestor worshiping had been known since prehistoric era and continued until today by using various worshiping media. It continued when Bali got Hindu-Budha influence to widen its culture. This study aims to know the development of ancestor worshiping in Bali. Library research method was applied. The research result is various ancestor worshiping media which developed from prehistoric until Hindu era in Bali nowadays. Ancestor worshiping continued until this modern era although it has transformed along with the development of its worshipers culture which strengthen by written media in the form of babad.

Pemujaan leluhur telah dikenal pada jaman prasejarah dan berlanjut hingga kini, dengan menggunakan berbagai media pemujaan. Pemujaan ini berlanjut ketika Bali mendapatkan pengaruh ajaran Hindu-Buddha, yang dikritisi untuk memperkaya kebudayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pemujaan leluhur di Bali, menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian yang dibahas berupa media pemujaan leluhur dari jaman prasejarah hingga perkembangan Hindu di Bali dewasa ini. Setelah dilakukan kajian, ternyata pemujaan leluhur berlanjut hingga jaman modern dewasa ini, meskipun telah mengalami transformasi media pemujaan sesuai dengan perkembangan kebudayaan pemujanya, yang diperkuat dengan media tertulis berupa babad.


Keywords


Pemujaan Leluhur, Perkembangan, Media Pemujaan.

Full Text:

PDF

References


Astra, I Gede Semadi. 1997. Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno Abad XII-XIII: Sebuah Kajian Epigrafis. Disertasi, Ilmu Sastra. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Ahmad, Shamsuddin Bin. 1992. Prasada Agung di Pura Mangening Kecamatan Tampaksiring Kabupaten Gianyar: Suatu Kajian Arsitektur. Skripsi, Jurusan Arkeologi. Denpasar: Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Ardana, I Gusti Gede. 1980. Unsur Megalitik dalam Hubungan dengan Kepercayaan di Bali, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional: 13-26.

Bagus, A.A. Gde. 2008. Pelestarian Daerah Aliran Sungai Pakerisan Perspektif Lingkungan. dalam Forum Arkeologi. Denpasar: Balai Arkeologi Denpasar. (3): 63-91.

Balai Konservasi Peninggalan Borobudur. 2010. Kearsitekturan Candi Borobudur. Magelang: Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Bintarti, D.D. 1981. Punden Berundak di Gunung Padang, Jawa Barat. Amerta. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. (4): 28-37.

Covarrubias, Miguel. 2013. Pulau Bali Temuan yang Menakjubkan. Denpasar: Udayana University Press.

Dinas Kebudayaan Propinsi Bali. 2005. Kajian Naskah Lontar Siwagama 2. Denpasar: Dinas Kebudayaan Propinsi Bali.

Ekawana, I Gusti Putu. 1986. Data Bangunan dalam Beberapa Prasasti Bali, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Arkeologi Nasional. (4): 142-168.

Geria, I Made. 2002. Kebudayaan Masyarakat Bali Kuno Cerminan Integritas Bangsa. Dalam Sutaba, I Made (ed). Manfaat Sumberdaya Arkeologi untuk Memperkokoh Integrasi Bangsa.Denpasar: Upada Sastra: 171-186.

Guermonprez, Jean Francois. 2012. Soroh Pande di Bali. Denpasar: Udayana University Press (Diterjemahkan oleh Syamsul Alam Paturusi dan Widiastuti dari buku berjudul Les Pande de Bali la Formation dune Caste et Valeur Titre).

Juynboll, H.H. 1923. Oudjavaansche-Nederlansch Woordenlijst. E.J. Leiden: Brill.

Kusumawati, Ayu. 2005. Kekuatan Magis dalam Kehidupan Prasejarah di Bali, dalam Khazanah Arkeologi. Denpasar: IAAI Komda Bali dan Balai Arkeologi Denpasar: 149-171.

Linus, I Ketut, 1986. Pemujaan Roh Leluhur di Bali, dalam PIA Arkeologi Jakarta: Depdikbud dan Puslit Arkenas. (4): 205-206.

Munandar, Agus Aris. 1990. Kegiatan Keagamaan di Pawitra: Gunung Suci di Jawa Timur Abad 14-15 M. Tesis Magister, Jakarta: Faksas. Universitas Indonesia.

Prasetyo, Bagyo. 2012. Konsep Pendirian dan Teori Asal-Usul Persebaran Megalit di Indonesia, Kompleksitas Megalit dan Kekhasannya, dalam Indonesia dalam Arus Sejarah (Simanjuntak, Truman dan Harry Widianto, Ed). Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve.

Rata, Ida Bagus. 1990. Kamulan Sebagai Bangunan Suci Inti pada Pura Keluarga di Bali, dalam Saraswati, Esai-esai Arkeologi. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional. No. 9: 182-205.

Schublin, Brigitta Hauser. 1997. Traces of Gods and Men: Temples and Rituals as Landmarks of Social Events and Processes in South Bali Village. Berlin: Dietrich Reimer Verlag.

Sedyawati, Edi. 2009. Semiotika dalam Arkeologi: Candi Jago dalam Tinjauan Semiotik. Dalam Edi Sedyawati (Ed.). Saiwa dan Bauddha di Masa Jawa Kuna: 185-194. Denpasar: Widya Dharma.

____________. 2012. Religi; Warisan Prasejarah sebagai Titik-Tolak Perkembangan Sosial Budaya pada Masa Hindu-Buddha, dalam Indonesia dalam Arus Sejarah (Sedyawati, Edi dan Hasan Djafar, Ed). Jakarta: PT. Ichtiar Baru van Hoeve.

Setiawan, I Ketut. 2002. Menelusuri Asal- Usul Tempat Suci di Bali dalam Rangka Pengelolaan Sumberdaya Budaya, dalam Manfaat Sumberdaya Arkeologi untuk Memperkokoh Integrasi Bangsa. Denpasar: Upada Sastra: 203-216.

Suarbhawa, I Gusti Made, 2000. Teknik Analisis Prasasti, dalam Forum Arkeologi. Balai Arkeologi, Denpasar. (2): 135-147.

Suastika, I Made. 2001. Pelinggih Sanggar Tawang di Pura Puseh Meranting, Nusa Penida, dalam Forum Arkeologi. Denpasar: Balai Arkeologi Denpasar. (1): 46-57.

Suiti, Ni Luh. 1979. Tinjauan Arkeologis mengenai Prasada di Pura Sada Kapal. Skripsi, Jurusan Arkeologi. Denpasar: Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Sutaba, I Made. 1994. Tahta Batu Prasejarah di Bali: Telaah tentang Bentuk dan Fungsinya. Disertasi dalam Ilmu Sastra. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Susilowati, Nenggih. 1991. Pola Hias Manusia Gaya Kangkang pada Bangunan Megalitik di Indonesia. Skripsi, Jurusan Arkeologi. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Titib, I Made, 2003. Teologi dan Simbol-Simbol dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Warna, I Wayan et al. 1978. Kamus Bali-Indonesia. Denpasar: Dinas Pengajaran Propinsi Dati I Bali.

Widnya, I Ketut. 2008. Pemujaan Siwa-Buddha dalam Masyarakat Hindu di Bali. Mudra. 22 (1): 137-153.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v27i1.53

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.