KRITIK TEKS PRASASTI SATRA

Hedwi Prihatmoko, Luh Suwita Utami

Abstract


Satra Inscription is one of the inscriptions which have never been wholly studied before, so epigraphy study of the inscription become significant. This research aims to evaluate the information contained in Satra Inscription for the purpose of reconstructing cultural history and placing it in historical context. The methods used in this research consist of data collection, analysis, and interpretation. The data were collected through observation and literature study. Analysis was done using textual critic approach, and interpretation was done by explaining the relevance of Satra Inscription in historical context. The research shows that Satra Inscription is a copied inscription (tinulad), and assumed of being inscribed after the middle of the 15th century AD. The inference is based on the inconsistency between the king’s name and the year mentioned. Palaeography study, the usage, and language pattern of the inscription are also strengthen the inference that Satra Inscription as copied inscription. Textual critic of the inscription shows that the usage of informations contained in Satra Inscription as historical data needs to be carefully used.

 

Prasasti Satra merupakan salah satu temuan prasasti baru yang belum pernah diteliti secara menyeluruh, sehingga kajian epigrafi terhadap prasasti ini menjadi penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi informasi yang ada di Prasasti Satra untuk kepentingan rekonstruksi sejarah kebudayaan dan menempatkannya di dalam konteks sejarah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data, analisis data, dan penafsiran data. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui kritik teks, dan penafsiran data dilakukan dengan memaparkan relevansi Prasasti Satra di dalam konteks sejarah. Penelitian ini menunjukkan bahwa Prasasti Satra merupakan prasasti tinulad, yang penulisannya diduga setelah pertengahan abad ke-15 Masehi. Dugaan tersebut muncul berdasarkan adanya ketidaksesuaian antara penyebutan nama raja dengan angka tahun yang tercantum. Tinjauan dari aspek paleografi, penggunaan, dan pola bahasanya juga menguatkan dugaan tersebut. Kritik teks terhadap Prasasti Satra diperlukan agar tedapat kehati-hatian ketika menggunakan informasi yang terkandung di dalam Prasasti Satra sebagai data sejarah. Kata kunci: prasasti, satra, kritik teks, tinulad.


Keywords


prasasti; satra; kritik teks; tinulad.

Full Text:

PDF

References


Ashmore, Wendy, dan Robert J. Sharer. 2010. Discovering Our Past: A Brief Introduction to Archaeology. New York: McGraw-Hill.

Astra, I Gde Semadi. 1997. “Birokrasi Pemerintahan Bali Kuno Abad XII-XIII: Sebuah Kajian Epigrafis.” Disertasi, Universitas Gadjah Mada.

———. 2002. “Lembaga Pemerintahan Tingkat Pusat pada Masa Gunapriyadharmapatni- Dharmodayana Warmadewa.” Humaniora XIV (2): 127–36.

Atmodjo, M.M. Sukarto K. 1970. “Preliminary Report on The Copper-Plate Inscription of Asahduren.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 126 (2): 215–27. http://www. jstor.org/stable/27861112.

———. 1972. “The Charter of Dayankayu.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 128 (2/3): 257–80. http://www.jstor.org/ stable/27861259.

———. 1975. Sedikit tentang Cagar Budaya di Bali dan Permasalahannya. Gianyar: Proyek Penyelamatan Benda-Benda Purbakala Provinsi Dati I Bali.

———. 1977. “The Charter of Kapal.” Aspek- Aspek Arkeologi Indonesia, no. 2: 1–23.

———. 1995. “Parimandala Karaman Jiken Satra.” Dalam Proceedings Analisis Hasil Penelitian Arkeologi: Analisis Sumber Tertulis Masa Klasik, disunting oleh Endang Sri Hardiati, 102–10. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Boechari. 2012. “Epigrafi dan Sejarah Indonesia.” Dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti: Kumpulan Tulisan Boechari, disunting oleh Ninie Susanti, Hasan Djafar, Edhie Wurjantoro, dan Arlo Griffiths, 3–28. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Brandes, J.L.A. 1913. “Oud Javaansche Oorkonden, nagelaten transscripties van wijlen Dr. J.L.A. Brandes, uitgegeven door Dr. N.J. Krom.” Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen LX.

Callenfels, P.V. van Stein. 1926. “Epigraphia Balica I.” Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen LXVI.

Damais, Louis-Charles. 1975. “Preseventeenth- Century Indonesian History: Sources and Directions.” Dalam An Introduction to Indonesian Historiography, disunting oleh Soedjatmoko, Mohammad Ali, G.J. Resink, dan G.McT. Kahin, Cet. Ke-3, 24–35. London: Cornell University Press.

de Casparis, J.G. 1975. Indonesian Palaeography: A History of Writing in Indonesia from The Beginnings to C. A.D. 1500. Leiden: E.J. Brill.

Djafar, Hasan. 1991. “Prasasti dan Historiografi.” Dalam Proceedings Seminar Sejarah Nasional IV: Subtema Historiografi, 177–216. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional.

Dowson, John. 1913. A Classical Dictionary of Hindu Mythology and Religion, Geography, History, and Literature. Fifth Edit. London: Kegan Paul, Trench, Trübner & Co.,Ltd.

Ginarsa, Ktut. 1968. Prasasti Baru Radja Ragajaya. Singaradja: Direktorat Bahasa dan Kesusastraan.

Goris, Roelof. 1954. Prasasti Bali. 2 Vols. Bandung: N.V. Masa Baru.

———. 1965. Ancient History of Bali. Denpasar: Udayana University.

Hardiati, Endang Sri. 2010. “Zaman Kuno.” Jilid II dari Sejarah Nasional Indonesia (Edisi Pemutakhiran), disunting oleh R.P. Soejono dan R.Z. Leirissa, Cet. Ke-4. Jakarta: Balai Pustaka.

Kartakusuma, Richadiana. 2003. “Peran dan Fungsi Epigrafis sebagai Bidang Studi Sumber Tertulis dan Permasalahannya.” Dalam Cakrawala Arkeologi: Persembahan untuk Prof. Dr. Mundardjito, disunting oleh R. Cecep Eka Permana, Wanny Rahardjo, dan Chaksana A.H. Said, 199–217. Depok: Jurusan Arkeologi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Liebert, Gӧsta. 1976. Iconographic Dictionary of The Indian Religions: Hinduism-Buddhism- Jainism. Leiden: E.J. Brill.

Monier-Williams, Monier. 1899. A Sanskrit-English Dictionary. Oxford: Oxford University Press.

Noorduyn, J. 1993. “Some Remarks on Javanese Chronogram Words: A Case of Localization.” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 149 (2): 298–317.

Pigeaud, Theodore G. Th. 1960. Java in The 14Th Century: A Study in Cultural History. Volume I: Javanese Texts in Transcription. The Hague: Martinus Nijhoff.

———. 1962. Java in The 14Th Century: A Study in Cultural History. Volume IV: Commentaries and Recapitulation. The Hague: Martinus Nijhoff.

Poeger, Njoman. 1964. “Radja Jayaṡakti di Bali.” Skripsi, Fakultas Sastra, Universitas Udayana.

Poerbatjaraka, R.Ng. 1922. “De Inscriptie Van Het Mahaksobhya- Beeld Te Simpang (Soerabaya).” Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 78 (1): 426 – 462. doi:10.1163/22134379-90001594.

Rahardjo, Supratikno. 2011. Peradaban Jawa: Dari Mataram Kuno sampai Majapahit Akhir. Cetakan Kedua. Depok: Komunitas Bambu.

Renfrew, Colin, dan Paul Bahn. 2016. Archaeology: Theories, Methods, and Practice. 7th ed. London: Thames & Hudson Ltd.

Sedyawati, Edi. 1985. “Pengarcaan Gaṇeṡa Masa Kaḍiri dan Siŋhasāri: Sebuah Tinjauan Sejarah Kesenian.” Disertasi, Program Pascasarjana, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

Soesanti, Ninie. 1997. “Analisis Prasasti.” Dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII Jilid 1, disunting oleh Endang Sri Hardiati, 171–82. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Suarbhawa, I Gusti Made. 2004a. “Prospek Penelitian Epigrafi di Wilayah Kerja Balai Arkeologi Denpasar.” Forum Arkeologi 17 (1): 61–74.

———. 2004b. “Tiga Lempeng Prasasti Tembaga dari Banjar Langkan, Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar), 41–63.

Suarbhawa, I Gusti Made, I Nyoman Sunarya, Hedwi Prihatmoko, dan Luh Suwita Utami. 2016. “Penelitian Prasasti di Pura Bale Agung Satra, Desa Satra, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.” Laporan Penelitian Arkeologi, Balai Arkeologi Bali, Denpasar.

Suarbhawa, I Gusti Made, I Nyoman Sunarya, I Wayan Sumerata, dan Luh Suwita Utami. 2013. “Prasasti Sukawana.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar), 1–35.

Suhadi, Machi. 1979. Himpunan Prasasti Bali Koleksi R. Goris dan Ktut Ginarsa. Jakarta: Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional.

Sunarya, I Nyoman. 2014. “Prasasti Raja Sri Maharaja Sri Bhatara Mahaguru Dharmmotungga Warmmadewa di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali.” Forum Arkeologi 27 (1): 33–44. doi:http://dx.doi.org/10.24832/ fa.v27i1.56.

Sunarya, I Nyoman, I Gusti Made Suarbhawa, dan I Wayan Sumerata. 2015. “Prasasti Kintamani.” Berita Penelitian Arkeologi (Balai Arkeologi Denpasar), 1–37.

Wiguna, I Gusti Ngurah Tara. 2011. “Menelusuri Asal Mula Aksara Bali: Suatu Kajian Paleografi.” Dalam Mutiara Warisan Budaya: Sebuah Bunga Rampai Arkeologis Persembahan untuk Prof. Dr. I Gde Semadi Astra, disunting oleh I Nyoman Wardi dan I Wayan Srijaya, 9–27. Denpasar: Pelawa Sari.

Zoetmulder, P.J. 1982. Old Javanese-English Dictionary. 2 Vols. ‘s-Gravenhage: Martinus Nijhoff.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v31i2.521

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License