PADI GUNUNG PADA MASYARAKAT DAYAK, SEBUAH BUDAYA BERCOCOK TANAM PENUTUR AUSTRONESIA (MELALUI PENDEKATAN ETNOARKEOLOGI)

Ida Bagus Putu Prajna Yogi

Abstract


Dayak is one large group of people occupying the island of Borneo which is the speakers. In public life Dayak rice plant is a plant that is very important. An interesting thing is, that there is rice in the Dayak community, especially people whose lives are still in the forest or inland are mountain rice. Not only that religious communities and indigenous arranged such that rice from the process of clearing up the rice consumed. A thing that is so strictly regulated the relationship between humans and rice (plants), and God. The problem that arises is how the sustainability of this traditional rice cultivation in Kalimantan and what caused the traditional culture of rice growing in these fields continues to this day on the Dayak community. This study uses ethnoarchaeology approach. The conclusion is almost all the Dayak people are not familiar with irrigation systems. Cultural sustainability of mountain rice is caused by several factors, namely: the state of geography, the potential for vast land, a culture that has been done for generations, and cost efficiency.

 

Dayak merupakan salah satu kelompok besar masyarakat penghuni Pulau Kalimantan yang merupakan penutur bahasa Austronesia. Dalam kehidupan masyarakat Dayak, tanaman padi sangat dimuliakan dan seluruh masyarakat Dayak yang ada di Pulau Kalimantan. Suatu hal yang menarik yaitu, padi yang ada dalam masyarakat Dayak terutama masyarakat yang masih di dalam hutan atau pedalaman adalah padi gunung atau ladang. Religi masyarakat dan adat mengatur padi sedemikian rupa mulai dari proses membuka lahan hingga padi tersebut dikonsumsi. Permasalahan yang muncul adalah bagaimana keberlanjutan perladangan padi secara tradisional di Pulau Kalimantan dan apa yang menyebabkan budaya tradisonal penanaman padi secara perladangan ini terus berlangsung hingga kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnoarkeologi. Kesimpulan yang diperoleh adalah hampir seluruh masyarakat Dayak tidak mengenal sistem irigasi dalam budaya. Kebersinambungan budaya padi gunung atau padi ladang ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: keadaan geografi, potensi lahan yang luas, budaya yang telah dilakukan secara turun temurun, dan kepraktisan. Kata kunci: austronesia, padi, pertanian, teknologi, borneo.


Keywords


austronesia; padi; pertanian; teknologi; borneo.

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v31i1.456

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License