GUA KETUK DI KAWASAN KARST PASIR PAWON : KANDUNGAN BUDAYA DAN PERTANGGALAN C-14

Darwin Siregar, Lutfi Yondri

Abstract


Ketuk Cave complext as apart of Pawon karstic area. It located at the eastern side of Pawon Cave. The collecting data from Ketuk Cave complex had been down by survey and excavation. The conclusion based on the research is some of cave on Ketuk Cave complex had some indication about human activity in the past on it location. The artifactual remains had found such as in Ketuk Cave 3, 4, and Ketuk Cave Above. The carbon dating analysis C-14 from the sample sand and stalactite had been shown about it chronology, 1560 + 140 BP (sand) and 3260 + 120 BP (stalactite). That mean a while, the human activity there is not in the same era with in Pawon Cave. Pawon Cave had the carbon dating chronology during 5660 + 180 BP until 9525 + 200 BP.

Gua Ketuk merupakan gugusan gua yang terdiri dari enam ruang gua. Terletak satu kawasan dengan Gua Pawon, termasuk dalam lingkungan karst Pasir Pawon. Pengumpulan data arkeologi di Gua Ketuk dilakukan dengan menerapkan metode survei dan ekskavasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan tidak semua ruang gua memiliki indikasi pernah dimanfaatkan sebagai tempat beraktivitas oleh masyarakat masa lalu. Tinggalan artefaktual antara lain ditemukan di Gua Ketuk Ruang 3, 4, dan Gua Ketuk Atas. Analisis pertanggalan karbon (C-14) yang diambil dari sampel tanah dan stalaktit telah dilakukan pada Gua Ketuk Ruang 4 dengan hasil pertanggalan 1560 + 140 BP untuk sampel tanah, sementara itu dari stalaktit diperoleh pertanggalan sekitar 3260 + 120 BP. Dari pertanggalan tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas manusia di gua tersebut jauh lebih kemudian dibanding yang berlangsung di Gua Pawon dengan rentang pertanggalan antara 5660 + 180 BP sampai 9525 + 200 BP.


Keywords


Gua, Tinggalan Budaya, Kronologi, Kunian Gua.

Full Text:

PDF

References


Anderson, Dauglas D. 1990. Lang Rongrien Rockshelter: a Pleistocene-Early Holosen Archeological Site From Krabi, Southwestern Thailand. Philadelphia: The University Museum.

Bandi, H.G. 1951. Die Obsidian industrie der umgebubg von Bandung in west Java. Bassel: Sudseestudien.

Bellwood, Peter, 1995. Prehistoric of The Indo- Malayan Archipelago. Sydney: Academic Press.

_______________.1998. Dispersal of people in the Pacific, past, present, and future. International Ocean Symposium, Tokyo.

Bronson, Bennet dan Teguh Asmar. 1975. Prehistoric Investigation at Tianko Panjang Cave, Sumatra. Asian Perspective.

Bramantyo, Budi dan Eko Yulianto. 2001. Menelusuri Jejak Manusia Sunda Purba dari Gua Pawon, Seri Sejarah Alam 1. Bandung: Kelompok Riset Cekungan Bandung.

Chia, Stephen, Lufti Yondri, dan Truman Simantunjak. 2005. The Origins Of The Obsidian Artifacts From Gua Pawon, Dago and Bukit Karsamanik in Bandung, Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi. 25 (1).

Harisson, Tom. 1957. The Great Cave of Niah: a Preliminary Report of Bornean Prehistory. Man, (57).

Fox, R. 1970. Tabon Cave. Manila: National Museum Monograph, I.

Heekeren, HR. Van. 1972. The Stone Age of Indonesia. Rev. 2nd. The Hague-Martinus Nijhoff.

Keputusan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral No. 1456 K/20/MEM/2000 Tanggal 3 November 200 Tentang Pedoman Pengelolaan Karst.

Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Kawasan Karst di Jawa Barat.

Koesoemadinata, R.P. 1959. Riwayat Geologi Dataran Tinggi Bandung. Arsip Pengetahuan Bandung: Direktorat Geologi.

Peraturan Daerah Jawa Barat No.2 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung.

Peraturan Gubernur No. 20 Tahun 2006 tentang Perlindungan Kawasan Kars di Jawa Barat.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Marliac, Alain dan Truman Simanjuntak, 1996. Preliminary report on the site of Song Gentong, Tulung Agung, East Java, Indonesia. Southeast Asian Archeology Centre for Souteast Asia Studies, University of Hulls.

Mitamura, M. 1991. Radiocarbon Measurement dan C-14 Ages of Holocene Deposits in The Eastern Margin Of The West Osaka Area, Southwest Japan. Journal Of Geosience Osaka City University.

Rotpletz, W. 1952. Alte siedlungsplatze beim Bandung (Java) und die Entdeckung. Bronzezeitlicher Gussformen: Sudsee Studien Basel.

Simanjuntak, Harry Truman, 1993. Perwajahan Mesolitik Di Indonesia. Amerta 13. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

__________________________.2001a. Kronologi Hunian Prasejarah Di Gua Braholo Dan Song Keplek, Gunung Sewu. Walennae, 4(7).

__________________________2001b. Prasejarah Indonesia Dalam Konteks Asia Tenggara Di Sekitar Holosen Awal Data Baru Dalam Penelitian Dasa Warsa Terakhir. Edi Sedyawati dan Susanto Zuhdi (peny.) Arung Samudra, Persembahan Memperingati Sembilan Windu A.B. Lapian. Depok: Pusata Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.

Soejono, R.P. 1984. Jaman Prasejarah di Indonesia. Sejarah Nasional Indonesia I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: PN. Balai Pustaka.

Sudjatmiko. 1972. Geological Map of Cianjur Quadrangle, Java, Scale 1:100.000. Bandung: Geology Research and Development Centre.

Widianto, Harry dan Truman Simanjuntak. 1997. Ekskavasi situs Gua Babi, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Berita Penelitian Arkeologi , no. 1. Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Yondri, Lutfi. 2003. Kegiatan Ekskavasi Di Situs Gua Pawon, Desa Gunung Masigit Kabupaten Bandung Jawa Barat. Laporan Penelitian Bandung: Balai Arkeologi.

________________.2004a. Kegiatan Ekskavasi Di Situs Gua Pawon, Desa Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Jawa Barat. Laporan penelitian Bandung: Kerja sama Balai Arkeologi Bandung dan Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai Tradisional - Jawa Barat.

________________.2004b. Hasil Penelitian Prasejarah Gua-Gua Prasejarah Kawasan Bukit Gamping Lembar Cianjur, Di Kecamatan Ciranjang Dan Sekitarnya, Propinsi Jawa Barat. Laporan Penelitian Bandung: Balai Arkeologi Bandung.

________________.Prasejarah di Sekitar Tepian Danau Bandung Purba. Tesis. Program Pascasarjana Arkeologi. Jakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v26i2.36

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License