TIKUS SEBAGAI SUMBER KALORI BAGI MANUSIA PURBA LIANG BUA, FLORES BARAT, NUSA TENGGARA TIMUR

Ni Luh Gde Dyah Mega Hafsari

Abstract


Liang Bua Cave reserved evidences of human evolution in form of different species hominins called Homo floresiensis, lived by hunting and gathering. This study aims to describe the utilization of rats as the source of calories for Homo floresiensis. The data in this study are gathered through literature review, observation of the excavation result, and interview. Analysed by qualitative analysis method and zooarchaeology analysis. Ecological theory and subsistence theory are used as the rationale for reviewing how the utilization of environmental resources was done by human in the past. These rats remains are discovered on the same layer as Homo floresiensis and associated with lithic artifacts. Therefore, it is assumed that Homo floresiensis hunted these faunas to sustain its life. A giant rat is the most possible consumed species due to its size which is smaller than the hominins, yet considerably big to fulfil the needs of calories of the hominin.

 

Situs Liang Bua menyimpan bukti-bukti evolusi manusia dalam bentuk temuan hominin dari spesies yang berbeda yaitu Homo floresiensis, yang hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan tikus sebagai sumber kalori oleh Homo floresiensis. Pengumpulan data dilakukan dengan kajian pustaka, pengamatan hasil ekskavasi, dan wawancara. Analisis menggunakan metode kualitatif dan zooarkeologi. Teori ekologi dan teori subsistensi digunakan sebagai dasar pemikiran mengenai pemanfaatan sumber daya lingkungan untuk sumber makanan manusia di masa lalu. Temuan tulang tikus ditemukan pada lapisan yang sama dengan Homo floresiensis dan berasosiasi dengan artefak litik sehingga diasumsikan bahwa Homo floresiensis melakukan perburuan terhadap tikus dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Temuan tulang dari jenis tikus besar paling mungkin dijadikan hewan buruan untuk dikonsumsi karena ukurannya yang lebih kecil dari Homo floresiensis namun cukup besar untuk memenuhi kebutuhan kalori hominin tersebut.


Keywords


Liang Bua; Homo Floresiensis; Subsistensi; Tikus besar

Full Text:

PDF

References


Grant, Jim, Sam Gorin, Neil Fleming. 2002. The Archaeology Coursebook: An Introduction to Study Skills, Topics, and Methods. New York: Routledge.

Jatmiko, W. Saptomo, T. Sutikna, Matthew Tocheri, Sri Wasisto, dan Rokhus D.A. 2014. Penelitian Arkeologi di Situs Liang Bua, Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan Penelitian, Pusat Arkeologi Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hafsari, Ni Luh Gde Dyah. 2017. Analisis Temuan Tulang Tikus sebagai Strategi Subsistensi Manusia Purba Liang Bua, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur. Skripsi, Jurusan Arkeologi. Denpasar: Universitas Udayana.

Iqfadhilah. 2015. “Pengertian Protein, Fungsi, Sumber, dan Penyakit yang Berhubungan”. (www.idmedis.com/2014/protein-definisifungsi- sumber-dan.html?m=1,diakses pada 3 Maret 2017).

Kitchener, D.J., R.A. How, and Maharadatunkamsi. 1991. “A new species of Rattus from the mountains of West Flores, Indonesia.” Records of the Western Australian Museum 15 (3): 611-626.

Meijer, Hanneke J. M., Lars W. Van den Hoek Ostende, Gert D. van den Bergh, John de Vos. 2010. “The Fellowship of the Hobbit: the Fauna Surrounding Homo Floresiensis”. Journal of Biogeography. Hal: 995-1006.

Morwood, M. J., R. P. Soejono, R. G. Roberts, T. Sutikna, S. S. M. Turney, K. E. Westway, W. J. Rink, J. –x. Zhao, G. D. van Bergh, Rokus Due Awe, D. R. Hobbs, M. W. Moore, M. I. Bird, and L. K. Fifield. 2004. Archaeology and Age of A New Hominin from Flores in Eastern Indonesia. Nature Vol. 431 No. 7012. Hal: 1087-1092.

Morwood, M., T. Sutikna, E.W. Saptomo, Jatmiko, D.R. Hobbs, and K.E. Westaway. 2009. “Preface: Research at Liang Bua, Flores Indonesia.” Journal of Human Evolution ??: 437-449.

Musser, Guy G. 1981. The Giant Rat of Flores and Its Relatives East of Borneo and Bali. Bulletin of the American Museum of Natural History Vol. 169. Hal: 67-176.

Soemarwoto, Otto. 2001. Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Penerbit Djambatan.

Sutikna, Thomas, Matthew W. Tocheri, Michael J. Morwood, E. Wahyu Saptomo, Jatmiko, Rokus Due Awe, Sri Wasisto, Kira E. Westaway, Maxime Aubert, Bo Li, Jian-xin Zhao, Michael Storey, Brent V. Alloway, Mike W. Morley, Hanneke J. M. Meijer, Gert D. van den Bergh, Rainer Grun, Anthony Dosseto, Adam Brumm, William L. Jungers, Richard G. Roberts. 2016. “Revised Stratigraphy and Chronology for Homo floresiensis at Liang Bua in Indonesia”. Nature Vol 000. Hal: 1-18.

Thomson, V., K.P. Aplin, A. Cooper, S. Hisheh, H. Suzuki, I. Maryanto, G. Yap, and S.C. Donnellan. 2014. “Molecular genetic evidence for the place of origin of the pacific rat, Rattus exulans.” PLoS ONE 9 (3): 1-11.

Veatch, Elizabeth Grace. 2014. A Morphological Analysis of the Humerus and Calcaneus of Endemic Rats from Liang Bua, Flores, Indonesia. Tesis, The George Washington University.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/fa.v30i2.199

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

__________________________________________________________________________________________________________________________

Copyright of Journal Forum Arkeologi (e-ISSN:2527-6832, p-ISSN:0854-3232). 

       Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License